101 Travel Sketch Bali International Diikuti 700 Peserta dari 12 Negara

Oleh : Herry Barus | Kamis, 07 Maret 2019 - 11:00 WIB

101 Travel Sketch Bali International Diikuti 700 Peserta dari 12 Negara (Foto Dok Industry.co.id)
101 Travel Sketch Bali International Diikuti 700 Peserta dari 12 Negara (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Acara 1O1 Travel Sketch Bali International Edition sukses besar, dengan sekitar 700 peserta yang mewakili 12 negara dari seluruh dunia. Acara karya cipta PHM Hospitality ini berlangsung selama tiga hari, tanggal 1 hingga 3 Maret, dengan agendanya yang luar biasa, hingga terus menginspirasi dan memberi nilai tambah kepada masyarakat, bahkan setelah acara selesai.

 1O1 Travel Sketch merupakan kegiatan yang secara kontinu memperoleh dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Turut memainkan peranan penting adalah Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang juga mendukung dan mensponsori acara 1O1 Travel Sketch. Acara ini mendukung persatuan dalam seni serta menciptakan ikatan dan persahabatan yang kuat di antara semua pihak yang terlibat.

 Ada banyak kejadian yang mengesankan di 1O1 Travel Sketch Bali International Edition. Di hari pertama, selama pendaftaran, di mana kegembiraan jelas dirasakan oleh peserta dan bahkan masyarakat umum sebagai penonton. Suasana positif ini dapat dirasakan oleh siapapun melalui pengunggahan media sosial di Instagram (@101Travelsketch), Facebook, YouTube, di situs web PHM Hospitality dan situs web 1O1 Travel Sketch sendiri: http://www.101travelsketch.com/travel-sketch-destination/ Bali/.

 Pada malam kedua, sebagai tuan rumah dan pelaksana acara, PHM Hospitality mengadakan makan malam akbar di Puri Lukisan Ubud, museum seni tertua di Bali yang indah dan inspiratif. Dikelilingi oleh suburnya tanaman hijau dan kekayaan sejarah seni Bali, Budi Tirtawisata sebagai CEO Panorama Group, menyatakan,“1O1 Travel Sketch telah memungkinkan komunitas sketsa di banyak negara di dunia untuk datang ke Bali. Mengadakan acara seperti ini cukup menantang, terutama dalam skala internasional. Namun kami berhasil dan dengan bangga kami berada di sini malam ini sebagai tuan rumah untuk acara yang luar biasa ini. Harapan kami adalah agar 1O1 Travel Sketch terus menginspirasi dan berkembang di tahun-tahun mendatang. ”

Hadir pada acara makan malam untuk mewakili Wakil Gubernur Bali adalah Dra. Dewa Ayu Laksmiadi, M. Par - Kepala Divisi Pemasaran Kementerian Pariwisata Bali. “Kami percaya acara orisinil dan unik seperti 1O1 Travel Sketch ini perlu didukung. Oleh karena itu, dengan antusiasme tinggi, kami ingin terus mendukung 1O1 Travel Sketch Bali International Edition ini sebagai acara tahunan di Bali. ”

 Untuk menandai selesainya acara 1O1 Travel Sketch, pada hari terakhir diadakan program FunAuction dan Sketch Exchange di kemegahan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana. Lima sketsa dilelang, yang menghasilkan pengumpulan dana sebanyak 19 juta Rupiah yang kemudian disumbangkan kepada Smile Train Indonesia, sebuah organisasi yang fokus untuk membantu anakanak dengan bibir dan langit-langit mulut sumbing di seluruh Indonesia https://www.smiletrain.org/. Yang mewakili menerima donasi adalah Ruth Monalisa, selaku Program Director dari Smile Train Indonesia.

 

"Ini adalah acara yang menyenangkan dan positif, sehingga kami pikir akan sangat pantas untuk melanjutkan karya kami tahun ini dengan sesuatu yang akan meneruskan dan menghasilkan lebih banyak senyum lagi. Bahkan setelah acara dan kegiatan 1O1 Travel Sketch sudah selesai," kata Mira Boma, President Director PHM Hospitality.

 1O1 Travel Sketch adalah acara orisinil karya PHM Hospitality, yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan keindahan yang dapat ditawarkan oleh setiap kota yang ditunjuk. Visinya adalah untuk merintis platform kreatif bagi para seniman dan membangkitkan apresiasi masyarakat umum untuk setiap kota. Edisi pertama diadakan di Bogor pada 27 - 28 Oktober 2017, diikuti oleh Yogyakarta (6 - 7 Januari 2018), Bandung (28 - 29 April 2018), Malang (30 Juni - 1 Juli 2018), Jakarta (3 - 4 November) 2018) dan Bali (1 - 3 Maret 2019) sebagai acara Travel Sketch berskala internasional pertama. Palembang akan menjadi acara sketsa perjalanan berikutnya yang dijadwalkan pada pertengahan 2019.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

(Kiri-Kanan) Ketua Forwarker–PWKI Edi Hardum, Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia(Padma) Indonesia Gabriel Goa dan Pengamat Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial, Timboel Siregar.

Sabtu, 23 Maret 2019 - 18:00 WIB

Penempatan PRT dengan Sistem One Channel Sebaiknya Berlaku untuk Semua Negara Timur Tengah

Ciloto-Pemerintah diminta untuk tidak malu-malu membuka penempatan pekerja rumah tangga (PRT) atau pekerja migran Indonesia (PMI) ke negara-negara Timur Tengah (Timteng).

Presiden Jokowi meresmikan pasar rakyat Pasar Badung di Kota Denpasar, Jumat (22/3).

Sabtu, 23 Maret 2019 - 17:33 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Pasar Badung Jadi Ikon Smart Heritage Market

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berharap pasar rakyat atau pasar tradisional di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Bali, harus mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan moderen, pasar…

Kepala (BPPSDMP) Kementan Momon Rusmono

Sabtu, 23 Maret 2019 - 16:45 WIB

Kementan: Kedaulatan Pangan Harus Berdampak Pada Kesejahteraan Petani

Indramayu - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani di Kabupaten Indramayu untuk bisa mencapai target produksi padi hingga lebih dari 1,8 juta ton gabah kering pungut di tahun 2019.…

Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah Wahyu Avianto

Sabtu, 23 Maret 2019 - 16:36 WIB

BNI Syariah Siapkan Strategi Untuk Hadapi Era Disrupsi

Jakarta - BNI Syariah sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi era disrupsi. Era disrupsi ini terjadi ditunjukkan dengan perubahan yang cukup cepat dan mengganggu eksisting bisnis.

Dok Redaksi Industry

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:33 WIB

Bambang Trihatmodjo: Pupuk Bregadium Bukti Kiprah Berkarya untuk Pertanian 

Kader utama Partai Berkarya Bambang Trihatmodjo menilai sector pertanian Indonesia berjalan di tempat, di tengah maju dan berkembangnya sector pertanian negara-negara tetangga, terutama Thailand.