Maret 2019, Panen Raya Jagung di Bangkalan Capai 1.596 Ton PK

Oleh : Wiyanto | Selasa, 05 Maret 2019 - 17:49 WIB

Panen jagung
Panen jagung

INDUSTRY.co.id

Bangkalan - Panen raya jagung dilaksanakan pada hari Selasa (5/3) di Desa Suwa’an Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan. Panen dihadiri oleh Bupati Bangkalan Abdul Latif Ali Imron, Dirjen Tanaman Pangan Sumarjo Gatot Irianto, Anggota Komisi IV DPR RI Yus Sudarso serta jajaran dinas baik Provinsi maupun Kabupaten.

Kabupaten Bangkalan mempunyai potensi yang sangat besar dalam memberikan kontribusi terhadap penyediaan pangan di pulau Madura serta propinsi Jawa Timur. Kabupaten Bangkalan mempunyai luas baku lahan sawah sebesar 29.180 hektar dan luasan tegalan sebesar 62.618 hektar yang sangat berpotensi ditanami komoditas jagung. Total produksi jagung di Kabupaten Bangkalan Tahun 2018 sebesar 132.874 ton PK dengan luas panen 60.097 Ha. Khusus Kecamatan Modung terutama di Desa Suwa’an, penanaman komoditas jagung varietas Bisi Dua mencapai luasan sebesar 228 hektar, dengan perkiraan produksi yang akan dihasilkan adalah 7 ton pipil per hektarnya. Jadi, panen bulan Maret 2019 untuk Desa Suwa’an produksi total yang akan diperoleh sebesar 1.596 ton PK.

Menurut Bupati, Kabupaten Bangkalan mempunyai varietas jagung lokal kretek tambin yang sangat layak dikembangkan menjadi komoditas unggul lokal di Madura. Namun demikian, varietas jagung hibrida juga sudah mulai diminati oleh kelompok tani di Kabupaten Bangkalan karena produksinya yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan produksi jagung lokal. Saat ini, varietas yang dimanfaatkan adalah 70% jagung lokal, sementara jagung hibrida pemanfaatannya masih sebesar 30%. Jadi, masih ada peluang untuk memaksimal jagung hibrida di Kabupaten Bangkalan, ungkap Latif.

Komitmen pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam pencapaian peningkatan produksi jagung dalam rangka pencapaian swasembada pangan dibuktikan dengan membangun berbagai sarana prasarana produksi. Pemerintah Kabupaten Bangkalan sangat mengharapkan dukungan Kementan maupun Pemerintah Provinsi untuk megalokasikan sarana prasarana pertanian, peningkatan sumber daya pertanian, alat alat mesin pertanian, benih dan pupuk, serta pestisida, agar komoditas pertanian yang hampir 80% diusahakan masyarakat di kabupaten bangkalan sebagai usaha pokok dapat mendatangkan penghasilan utama bagi masyarakat.

Yus Sudarso, anggota Komisi IV DPR menyatakan apresiasi atas progress percepatan pembangunan di Madura yang telah dilakukan oleh Kementan. Ke depannya harapannya perhatian pemerintah Pusat dapat menjadikan modernisasi di Madura. Para pemangku kepentingan di wilayah Bangkalan agar bisa mengubah semangat petani untuk segera tanam setelah panen ini.

Gatot Irianto, Dirjen Tanaman Pangan pada kesempatan tersebut meminta Bisi menyerap jagung petani setelah panen tersebut. Disepakati akan dibeli jagung dengan harga Rp 2.900/kg untuk pipil kering panen dan harga Rp 3.800/kg untuk kadar air 17%. Gatot meminta petani segera mengolah tanah dan menanam kembali setelah panen jagung ini. Sebagai tambahan, akan diberikan bantuan pengering dan perontok jagung agar hasil jagung nanti semakin efisien, tambahnya.

Potensi ladang di Bangkalan seluas 60 ribu ha sampai saat ini baru termanfaatkan untuk hibrida seluas 10 ribu ha. Melihat hal ini Gatot menekankan agar bisa menambah luas tanam jagung minimal 25 ribu ha. Pembeli sudah ada, harga sudah pasti dan masih ada hujan. Jadi ini harus dilakukan percepatan tanam, apalagi potensinya masih sangat luas.

Untuk benih pilih sesuai kondisi setempat, terutama pilih benih yang terbukti tahan di lahan kering dan memberikan hasil optimal. Harus disadarkan bersama baik Dandim, Babinsa dan Dinas untuk segera tanam jagung. Kalau sudah banyak tanam jagung, kita perkuat pascapanennya jadi kita mampu memenuhi kebutuhan industri pakan secara kontinu, pungkas Gatot.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dok Redaksi Industry

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:33 WIB

Bambang Trihatmodjo: Pupuk Bregadium Bukti Kiprah Berkarya untuk Pertanian 

Kader utama Partai Berkarya Bambang Trihatmodjo menilai sector pertanian Indonesia berjalan di tempat, di tengah maju dan berkembangnya sector pertanian negara-negara tetangga, terutama Thailand.  

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:10 WIB

Kemenperin Siapkan Dua Model Program Pacu Penumbuhan Wirausaha Baru di Pondok Pesantren

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyiapkan beberapa program atau model untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren dan menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan…

Krakatau Steel (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:05 WIB

Kementerian BUMN Hormati Proses Hukum yang Sedang Berjalan di PT KS

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengungkapkan, Kementerian BUMN menghormati proses hukum yang sedang berjalan di PT Krakatau Steel.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Sabtu, 23 Maret 2019 - 12:37 WIB

Tingkatkan Akses Air, Kementerian PUPR Terus Tambah Tampungan Air dan Dukung Revitalisasi Sungai

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan akses air bagi seluruh rakyat Indonesia melalui berbagai upaya diantaranya program air minum, pembangunan Sistem Penyediaan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 12:10 WIB

Kemenperin Bawa Santri Lulusan Pondok Pesantren Jadi Wirausaha Andal

Kementerian Perindustrian terus berupaya menumbuhkan wirausaha baru di Tanah Air, salah satunya melalui program ‘Santripreneur’. Program yang bertujuan untuk penumbuhan wirausaha baru di…