Usung Konsep Eco Living, PGV Sediakan Kawasan Untuk Lahan Terbuka dan Nursery

Oleh : Hariyanto | Selasa, 19 Februari 2019 - 17:24 WIB

Assistant Vice President Marketing Podomoro Golf View, Alvin Andronicus
Assistant Vice President Marketing Podomoro Golf View, Alvin Andronicus

INDUSTRY.co.id - Bogor - Gaya hidup ramah lingkungan (eco living) bukan hanya menjadi tren baru di dunia. Akan tetapi, gaya hidup ini sudah menjadi kebutuhan, lantaran diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup. Bagi masyarakat urban, eco living adalah pilihan utama sebagai aktualisasi kepedulian terhadap lingkungan keberlanjutan. 

Di sisi lain, mereka juga menerima manfaat karena dengan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dapat mencegah paparan polusi yang semakin meningkat. 

Praktisi Lingkungan dari Inner Cicrcle Management, Kadek Biantara menjelaskan konsep eco living di bidang arsitektur dan interior, dapat diwujudkan melalui desain yang mengutamakan keseimbangan alam dan lingkungan.  

“Konsep arsitektur yang merujuk konsep eco living antara berupa desain yang diatur sedemikian rupa, sehingga sirkulasi udara dan cahaya bisa leluasa. Sehingga mendukung kesehatan penghuni dan meminimalisasi penggunaan alat-alat elektronik, yang mengandung zat kimia berbahaya bagi manusia dan lingkungan,” kata Kadek Biantara dalam bincang ringan dengan sejumlah jurnalis di Marketing Lounge PGV, Selasa (19/2/2019). 

Material bangunan arsitektur dan interior dibuat dari bahan yang tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan sekitar. Sementara elemen arsitektur dan interior terbuat dari bahan yang mudah didaur ulang. Kawasan hunian dilengkapi dengan tanaman, pohon, rumput, kolam ikan dan sebagainya. 

“Dan tak kalah pentingnya adalah dalam pengelolaan sampah menganut konsep 4R, yaitu Reuse, Reduce, Recycle dan Replant. Konsep tersebut diterapkan bersama-sama dengan 4G yaitu Green City, Green Waste, Green Water dan Green Energy,” ungkap Kadek Biantara.

Assistant Vice President Marketing Podomoro Golf View, Alvin Andronicus menyatakan konsep eco living telah diterapkan dalam project hunian terpadu Podomoro Golf View. “Kalau anda lihat, lokasi PGV saat ini berada di kawasan yang benar-benar hijau. Dikelilingi tiga lapangan golf, serta kawasan hutan yang masih alami,” katanya.

Tiga lapangan golf yang mengelilingi PGV adalah Jagorawi Golf & Country Club, Riverside Golf Club, dan Emeralda Golf Club. Alvin menambahkan,  PGV akan menata aliran Sungai Cikeas sepanjang 2 kilometer menjadi sebuah kawasan wisata kuliner sekelas Clark Quay, Singapura atau San Antonio, Texas, Amerika Serikat. 

“F&B Riverside ini akan dikelola dengan baik, sehingga bisa menjadi pilihan bagi penghuni PGV maupun masyarakat sekitar untuk berwisata. Kami akan kembangkan dengan menggabungkan merek lokal ternama dan merek-merek internasional,” jelasnya. 

Elemen penting lain yang akan diwujudkan dalam konsep eco living PGV adalah  mengalokasikan lahan untuk pembibitan tanaman (nursery) seluas 1 hektare, taman, sarana olahraga outdoor, jogging track, sport center, dan instalasi-instalasi pengelolaan lingkungan yang berorientasi pada 4R. Bukti bahwa komitmen menghadirkan kawasan eco living diungkapkan Alvin Andronicus melalui alokasi lahan sebesar 40 persen untuk kawasan hijau.  

Selain itu, PGV juga menerapkan sistem transportasi publik terpadu, sehingga kian melengkapi gaya hidup eco living. Dalam areal PGV saat ini sedang tahap penyelesaian transfer point LRT yang menghubungkan kawasan ini hingga Bandara Internasional Soekarno Hatta.  

Alvin menyebut, negara-negara maju telah menerapkan konsep ini dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, gerakan eco living atau hidup ramah lingkungan terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Gejala meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia bergaya hidup ramah lingkungan terlihat dari dukungan terhadap program diet kantong plastik, diet sedotan, gerakan hemat energi hingga penghijauan. Bahkan, dalam memilih tempat tinggal pun, masyarakat urban lebih menyukai hunian yang dekat dengan alam. “Maka tugas kami sebagai pengembang menjawab kebutuhan tersebut,” ungkap Alvin.

General Manager PT Graha Tunas Selaras, Rubby I Widjaja mengatakan, Superblok Podomoro Golf View dikembangkan anak perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), di atas lahan seluas 60 hektare. Selain apartemen, juga akan dibangun rumah tapak Podomoro River Side, kawasan komersial, tempat wisata kuliner, fasilitas pendidikan, dan sarana penunjang lainnya.  

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berfoto bersama dengan Karyawan Mitra Produksi Sigaret (MPS) dan Paguyuban Sampoerna Retail Community (SRC)

Jumat, 22 Maret 2019 - 16:10 WIB

Menperin Sebut Mitra Produksi Sigaret Sebagai Pahlawan Industri Nasional

Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada paguyuban Mitra Produksi Sigaret (MPS), sebagai wadah yang menaungi 38 produsen Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan bermitra dengan PT HM Sampoerna.

Tim Relawan Pelindo IV Bantu Korban Banjir Bandang Sentani Jayapura

Jumat, 22 Maret 2019 - 16:00 WIB

Tim Relawan Pelindo IV Bantu Korban Banjir Bandang Sentani Jayapura

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Sentani, Jayapura, yang diperkirakan menelan korban jiwa hingga 104 orang per Selasa (19/3/2019), mengundang sejumlah pihak bersimpati. Salah satunya adalah…

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Jumat, 22 Maret 2019 - 15:47 WIB

Bakamla Dukung Telkom Amankan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL)

Jakarta – Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menandatanganiPerjanjian Kerja Sama Pengawasan dan Pengamanan Sistem Komunikasi Kabel…

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Jumat, 22 Maret 2019 - 15:33 WIB

BI Dukung Akselerasi Perekonomian Provinsi Kepri melalui Penguatan Potensi Sektor Unggulan​

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mendukung akselerasi perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) melalui penguatan potensi sektor unggulan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Gedung Bank Indonesia

Jumat, 22 Maret 2019 - 15:27 WIB

Posisi Net Kewajiban Investasi Internasional Indonesia Meningkat​

Jakarta - Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia di akhir tahun 2018 mencatat peningkatan net kewajiban, didorong oleh naiknya posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN).