Resmi Diperkenalkan Desember 2018, BRANZ Mega Kuningan Catat Penjualan Hingga 160 Unit

Oleh : Ridwan | Selasa, 19 Februari 2019 - 16:45 WIB

Branz Mega Kuningan
Branz Mega Kuningan

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Setelah diperkenalkan pada tanggal bulan Desember 2018, mega proyek besutan Tokyu Land Indinesia, BRANZ Mega Kuningan telah mencatatkan penjualan sebanyak 160 unit.

Hasil penjualan ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepercayaan tinggi terhadap kualitas dan pengalaman yang dibawa oleh Tokyu Land Indonesia.

Selain itu, hasil penjualan ini membuktikan minat yang tinggi terhadap proyek berskala besar di pusat Jakarta meski saat ini bukan merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi menjelang pemilu pada bulan April 2019.

Presiden Direktur Tokyu Land Indonesia Keiji Saito mengatakan, ini merupakan suatu hal yang luar biasa, mengingat keadaan pasar properti Jakarta yang relatif masih belum stabil dalam beberapa tahun belakangan.

"Kami merasa gembira atas jumlah
penjualan yang di luar dugaan, hasil 
penjualan ini adalah sebuah bentuk apresiasi terhadap know-how pengembangan properti yang telah kami kumpulkan di Indonesia selama 40 tahun dan Japanese-Quality dalam pengerjaan proyek secara terpadu mulai dari 
akuisisi tanah, pengembangan, serta pengelolaan," kata Keiji di Jakarta, Selasa (19/2).

Ditambahkan Keiji, ada beberapa alasan yang membuat BRANZ Mega Kuningan menjadi pilihan konsumen yaitu, Pertama, BRANZ Mega Kuningan memiliki kualitas Jepang yang terpercaya. Pengembangan BRANZ Mega Kuningan menyusul BRANZ BSD Ai dan BRANZ Simatupang yang mulai dikembangkan pada 
tahun 2015 dan selesai dibangun pada tahun lalu. 

Pengembangan BRANZ Mega Kuningan dilakukan secara terpadu oleh perusahaan Jepang mulai dari akuisisi tanah, pengembangan, perencanaan, pengerjaan, hingga pengelolaannya, termasuk juga penempatan peralatan perumahan yang canggih dari Jepang. Pemasangan teknologi arsitektur yang unggul dan canggih dari Jepang tersebut bertujuan untuk menawarkan gaya hidup baru di ibukota Jakarta yang memiliki perkembangan pesat.

Alasan Kedua, BRANZ Mega Kuningan memiliki area penataan ulang yang berskala besar di pusat Jakarta. Terletak di jantung kota (CBD) Jakarta, properti ini akan menjadi kompleks berskala besar yang terdiri dari kondominium, apartemen rental, dan fasilitas komersial akan dibangun di sebuah lahan seluas 1 hektar di area Mega Kuningan, salah satu bagian kota yang sedang menjadi area proyek penataan ulang berskala besar.

Aksesnya yang mudah ke perkantoran di sekitar Mega Kuningan dan Sudirman membuatnya tidak hanya dapat dijadikan sebagai tempat tinggal orang Indonesia saja, tetapi juga dapat disewakan kepada ekspatriat asing. Selain itu, Proyek Mega Kuningan juga akan memiliki fasilitas komersial sehingga dapat menawarkan gaya hidup yang nyaman bagi penghuninya untuk berbelanja dan menikmati hiburan di lokasi yang sama tanpa harus terjebak dengan kemacetan yang parah di Jakarta.

Alasan Ketiga, BRANZ Mega Kuningan memiliki prestasi dalam membangan propertinya di Indonesia. Sejak ekspansi ke Indonesia pada tahun 1975, Tokyu Fudosan Holdings Group telah mengembangkan sebanyak 4.500 rumah tapak. Kemudian pada tahun 2012, dengan didirikannya Tokyu Land Indonesia, pengembangan properti urban seperti perumahan vertikal tingkat sedang dan tinggi juga mulai dilakukan. 

Tingginya pemahaman terhadap kebutuhan setempat yang lahir dari komitmen yang kuat terhadap pasar Indonesia juga menjadi salah 
satu alasan mengapa pembeli properti memilih BRANZ

Berbekal pengalaman dan know-how yang dimiliki, Tokyu Land Indonesia yakin dapat mewujudkan kualitas Jepang yang diharapkan.

Pada tahun 2017, Tokyu Land Indonesia menerima penghargaan sebagai "Indonesia Top 10 Developer" sebagai developer asing pertama yang mendapatkannya. Penghargaan ini diberikan atas evaluasi skala proyek dan tingkat kesadaran akan keramahan lingkungan pada proyek BRANZ BSD Ai dan BRANZ Simatupang yang pada saat itu masih dalam tahap pengembangan. 

Sekedar informasi, Indonesia Top 10 Developer adalah penghargaan bidang properti yang diselanggarakan sejak tahun 2011 di 7 negara Asia Tenggara oleh BCI Asia yang melakukan survei properti dan konstruksi di Australia dan Asia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berfoto bersama dengan Karyawan Mitra Produksi Sigaret (MPS) dan Paguyuban Sampoerna Retail Community (SRC)

Jumat, 22 Maret 2019 - 16:10 WIB

Menperin Sebut Mitra Produksi Sigaret Sebagai Pahlawan Industri Nasional

Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada paguyuban Mitra Produksi Sigaret (MPS), sebagai wadah yang menaungi 38 produsen Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan bermitra dengan PT HM Sampoerna.

Tim Relawan Pelindo IV Bantu Korban Banjir Bandang Sentani Jayapura

Jumat, 22 Maret 2019 - 16:00 WIB

Tim Relawan Pelindo IV Bantu Korban Banjir Bandang Sentani Jayapura

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Sentani, Jayapura, yang diperkirakan menelan korban jiwa hingga 104 orang per Selasa (19/3/2019), mengundang sejumlah pihak bersimpati. Salah satunya adalah…

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Jumat, 22 Maret 2019 - 15:47 WIB

Bakamla Dukung Telkom Amankan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL)

Jakarta – Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menandatanganiPerjanjian Kerja Sama Pengawasan dan Pengamanan Sistem Komunikasi Kabel…

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Jumat, 22 Maret 2019 - 15:33 WIB

BI Dukung Akselerasi Perekonomian Provinsi Kepri melalui Penguatan Potensi Sektor Unggulan​

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mendukung akselerasi perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) melalui penguatan potensi sektor unggulan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Gedung Bank Indonesia

Jumat, 22 Maret 2019 - 15:27 WIB

Posisi Net Kewajiban Investasi Internasional Indonesia Meningkat​

Jakarta - Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia di akhir tahun 2018 mencatat peningkatan net kewajiban, didorong oleh naiknya posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN).