Ritual Cuci Jalan di Singkawang Diserbu Wisatawan

Oleh : Ridwan | Selasa, 19 Februari 2019 - 07:05 WIB

Ritual Cuci Jalan di Singkawang
Ritual Cuci Jalan di Singkawang

INDUSTRY.co.id - Singkawang, Meski puncak acara baru 19 Februari, rangkaian kegiatan Festival Cap Go Meh Singkawang, Kalimantan Barat, sudah diserbu wisatawan. Salah satu ritual yang paling banyak diserbu adalah tolak bala dan cuci jalan, Senin (18/2).

Prosesi ritual tolak bala dan cuci jalan diikuti para tatung dan peserta Cap Go Meh Singkawang 2019. Kegiatan ini dilakukan di Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pusat Kota Singkawang. Wisatawan sangat antusias mengikuti kegiatan ini. 

Antusiasnya para wisatawan membuat para tatung jadi semangat. Hal ini disampaikan salah seorang tatung perempuan, Sasya (21 tahun). "Senang, karena ramai," tutur wanita berusia 21 tahun ini. Sasya sudah menjadi Tatung sejak 3 tahun lalu.

Menurut Ketua Tim Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty, prosesi ritual tolak bala dan cuci jalan adalah ritual pendahuluan sebelum puncak acara berupa karnaval dan pembakaran 12 naga.

"Perayaan Cap Go Meh di Singkawang selalu mampu menarik perhatian wisatawan. Karena memang semua rangkaian kegiatannya menarik. Seperti ritual tolak bala dan cuci jalan. Ini agenda rutin sebelum puncak perayaan. Tapi lihat saja, wisatawan sudah sangat antusias mengikutinya," papar Esthy, yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural.

Ritual tolak bala dan cuci jalan, adalah kegiatan yang diikuti peserta dan para tatung yang akan beraksi pada acara puncak. Secara bergantian, para tatung dan tim peserta memasuki Vihara Tri Dharma Bumi Raya. Di sana, mereka memanjatkan doa. Setelah itu, para tatung melakukan atraksi. Seperti memperlihatkan kekebalan terhadap senjata tajam.

Buat Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, sejak awal perayaan Imlek di Singkawang memang menjadi favorit bagi wisatawan mancanegara.

"Buat wisatawan Tionghoa yang ada di Malaysia, Singapura dan sekitarnya, perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang selalu menarik. Karena di Singkawang bukan hanya kebudayaan Tionghoa yang ditampilkan. Ada campuran budaya lokal seperti Dayak. Dan perpaduan ini yang membuat perayaan Cap Go Meh di Singkawang berbeda dengan perayaan yang lain," kata Rizki, didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung.

Wanita yang biasa disapa Kiki ini bahkan menjamin keseruan akan semakin bertambah saat puncak acara. Yaitu karnaval dan dan pembakaran 12 naga. Menurut Rizki, momen puncak ini akan dihadiri lebih banyak wisatawan mancanegara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Cap Go Meh Singkawang. 

"Salah satu kelebihan Singkawang adalah mampu memadukan kebudayaan. Tepatnya kebudayaan lokal Suku Dayak dan Tionghoa. Perpaduannya terlihat jelas dalam Cap Go Meh. Ini luar biasa. Jadi daya tarik khusus buat wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan perbatasan. Inilah yang membuat Kementerian Pariwisata memberi dukungan buat Cap Go Meh Singkawang," paparnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:50 WIB

Lewat Program Santripreneur, Kemenperin Telah Bina Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha

Kementerian Perindustrian hingga saat ini telah membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri.

Direktur Utama PT Jababeka Morotai Basuri Tjahja

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:48 WIB

Dirut PT Jababeka Morotai Cari Investor untuk Kembangkan Bandara Internasional KEK Morotai

Perhelatan Metal & Energy International Summit 2019 kembali digelar selama dua hari yang berlangsung 19 -20 Maret 2019, di Hotel JS Luwansa. Acara ini menghadirkan sekitar 100 delegasi negara…