Film 11:11 Apa Yang Kau Lihat? Horor Dari Siluman Laut

Oleh : Amazon Dalimunthe | Selasa, 12 Februari 2019 - 10:32 WIB

Para pemain film "11.11 Apa Yang Kau Lihat"
Para pemain film "11.11 Apa Yang Kau Lihat"

INDUSTRY.co.id - JAKARTA—Indonesia memang memiliki kisah kisah horor yang begitu kaya. Hampir setiap daerah atau wilayah memilik kisah horornya sendiri sendiri. Dan secara tidak langsung inilah yang memperkaya jenis jenis film horor yang banyak bermunculan akhir akhir ini. Salah satunya bisa disaksikan mulai tanggal 21 Februari di layar bioskop. Judulnya 11.11 Apa yang Kau Lihat. 

Alfani Wiryawan selaku Produser Cinema Delapan menjelaskan film yang diproduksinya walaupun bergenre horor, tidak menghadirkan hantu pada umumnya film horor, seperti Pocong, Kuntilanak, atau Gondoruwo. Tapi, kita menghadirkan hantu yang tidak kalah seremnya, yaitu: Siluman Laut. Ini tentunya belum pernah ada dihadirkan dalam film horor Indonesia,” Kata Alfani pada awak media disela acara premier, Senin (11/2/2019) di XXI Senayan City-Jakarta.

Sementara itu Fitrin Hapsari  selaku Executive Produser dari Layar Production mengatakan "Tentu kami tak hanya menjual kisah horor siluman dalam laut dalam film ini. Kelebihan film ini lainnya, mata penonton juga kami manjakan dengan panorama alam Indonesia, khususnya yang ada di Lampung," katanya.  Selain Lampung pengambilan gambar juga dilakukan di Jakarta dan Bali.

Cerita misteri di balik syuting film horor selalu mewarnai kisah pembuatan film horor manapun. Tak terkecuali film 11.11 apa yang kau lihat ini. "Ada kisah nyata  saat pembuataan film ini, bagaimana pemeran siluman laut,  Iin Hermayani yang berprofesi sebagai bidan, kesurupan Siluman laut beneran di lokasi suting di Lampung. Awalnya saya sempat panik, khawatir kalau terjadi kesurupan massal. Bayangkan kalau terjadi kesurupan massal, kita semua bisa gak kerja. Untunglah ada orang pintar yang bisa menolong Iin dan esok harinya, kita bisa suting lagi," sambung Associate Producer/Secretary Fitri Assidikki.

Sinopsis

Tersebutlah suatu malam, tepat pukul 11:11, Galih, seorang mahasiswa arkeologi yang suka diving dan fotografi, menemukan fakta mengenai keberadaan Dewi, ibunya. Dewi hilang saat Galih masih kecil, di sebuah pulau terpencil bernama Tanjung Biru. Galih melakukan perjalanan menuju tempat tersebut bersama ketiga temannya, yaitu Ozan, Vania, dan Martin.

Setelah melalui perjalanan panjang mereka sampai di sebuah Villa di pulau Tanjung Biru. Saat menyelam itulah, mereka menemukan sebuah kapal yang karam di dasar laut. Dalam kapal, mereka menemukan sebuah artifak kuno yang menjadi petunjuk untuk mencari ibu Galih, namun artifak tersebut juga membawa bencana kepada mereka. Karena tanpa disadari Siluman Laut penghuni kapal karam itu terusik oleh kehadiran manusia licik, yang mengakibatkan jadi bencana bagi mereka dan penduduk sekitarnya.

Pasalnya, gangguan demi gangguan siluman penjaga Tanjung Biru terus terjadi pada kelompok tersebut. Mampukah mereka berempat bertahan hidup dan keluar dari Tanjung Biru hidup-hidup?

Film ini dibintangi oleh  Rendy Kejaenet, Twindy Rarasati, Bayu Anggara, Fauzan Smith, Toriq, Lady Nayoan, Iin Hermayani dan lain-lain. Dengan Sutradara Andi Manopo. (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Grand opening New Marketing Office dan MOU Signing Ceremony dengan Sekolah Mutiara Bangsa dan Muslim Cendekia Islamic School

Jumat, 22 Maret 2019 - 16:15 WIB

Ciputra Teken MoU Dengan Sekolah Mutiara Bangsa dan Muslim Cendekia Islamic School di Citra Maja Raya

Proyek Citra Maja Raya seluas 2.600 hektare (Ha) terus mengebut pembangunannya. Hasilnya, kini proyek garapan Joint Operation PT. Ciputra Residence, PT. Hanson International tbk, PT Bhuwanatala…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berfoto bersama dengan Karyawan Mitra Produksi Sigaret (MPS) dan Paguyuban Sampoerna Retail Community (SRC)

Jumat, 22 Maret 2019 - 16:10 WIB

Menperin Sebut Mitra Produksi Sigaret Sebagai Pahlawan Industri Nasional

Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada paguyuban Mitra Produksi Sigaret (MPS), sebagai wadah yang menaungi 38 produsen Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan bermitra dengan PT HM Sampoerna.

Tim Relawan Pelindo IV Bantu Korban Banjir Bandang Sentani Jayapura

Jumat, 22 Maret 2019 - 16:00 WIB

Tim Relawan Pelindo IV Bantu Korban Banjir Bandang Sentani Jayapura

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Sentani, Jayapura, yang diperkirakan menelan korban jiwa hingga 104 orang per Selasa (19/3/2019), mengundang sejumlah pihak bersimpati. Salah satunya adalah…

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Jumat, 22 Maret 2019 - 15:47 WIB

Bakamla Dukung Telkom Amankan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL)

Jakarta – Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menandatanganiPerjanjian Kerja Sama Pengawasan dan Pengamanan Sistem Komunikasi Kabel…

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Jumat, 22 Maret 2019 - 15:33 WIB

BI Dukung Akselerasi Perekonomian Provinsi Kepri melalui Penguatan Potensi Sektor Unggulan​

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mendukung akselerasi perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) melalui penguatan potensi sektor unggulan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).