Inilah Asetku, Pemain Baru Fintech P2P Lending Dengan Return Hingga 24 Persen

Oleh : Hariyanto | Senin, 11 Februari 2019 - 14:48 WIB

Direktur Asetku, Andrisyah Tauladan (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)
Direktur Asetku, Andrisyah Tauladan (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Guna mendukung program pemerintah dalam mencapai inklusi keuangan 75% pada 2019, PT Pintar Inovasi Digital memperkenalkan Asetku sebagai perusahaan Fintech Peer to Peer Lending (P2PL) yang telah terdaftar dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Asetku, Andrisyah Tauladan mengatakan, sebagai perusahaan yang menghubungkan Pemberi Pinjaman dengan Peminjam dari segmen consumer Iending, Asetku meyakini melalui tagline-nya #JelasBerkembang, mampu memberikan pengembalian dana pokok beserta return kepada Pemberi Pinjaman melalui aplikasi dengan proses yang cepat dan mudah. 

“Setiap pendanaan di Asetku menggunakan fixed return rate, sehingga Pemberi Pinjaman dapat melihat return rate pasti. estimasi jumlah pengembalian beserta besaran return, dan jelas waktu kembalinya,” jelas Andri. 

Return rate yang ditawarkan di masing-masing tipe pendanaan bervariasi mulai dari 20-24% p.a. Tenornya pun beragam dari yang paling singkat 15 hari sampai dengan tenor terlama saat ini yaitu 30 hari.

Andri mengatakan, siapapun dapat melakukan pendanaan di Asetku karena minimum dana pokok pendanaan cukup terjangkau. “Mulai dari 2 juta rupiah, Pemberi Pinjaman sudah bisa mendapatkan return dengan meminjamkan dananya kepada Peminjam Berkualitas,” tambahnya. 

Selain itu, Asetku juga menggandeng Akulaku sebagai partner eksklusif penyedia Peminjam berkualitas. Menurut Andri, hanya Peminjam Akulaku yang memiliki grade 'Sangat Baik' dengan tenor tertentu yang didanai. 

“Penentuan grade ini dilihat dari credit history, frekuensi pinjaman, dan juga ketepatan pembayaran,” tambah Andri. 

Andri menambahkan meskipun Peminjam telah memiliki grade 'Sangat Baik', Asetku akan tetap melakukan double checking untuk memastikan kualitas para peminjam guna meminimalisir adanya risiko pendanaan, Asetku juga melakukan diversifikasi atau penyebaran dana secara otomatis yang disesuaikan dengan nominal tiap pendanaan. 

“Pemberi Pinjaman tak perlu repot untuk menyebarkan dananya sendiri, karena sistem kami akan membantu menyebarkannya sehingga risiko menjadi lebih kecil,” lanjut Andri.

Meskipun Asetku terbilang pemain baru dalam dunia Fintech, sejauh ini jumlah Non-Performing Loan (NPL) perusahaan masih 0,00%. “Pengembalian dana pokok maupun return kepada Pemberi Pinjaman masih diangka 100%, artinya belum ada gagal bayar kepada Pemberi Pinjaman,” ujar Andri. 

Hingga kini, jumlah pendanaan yang berhasil disalurkan kepada Peminjam sudah lebih dari Rp 200 Milyar. Asetku menargetkan pada kuartal 2 tahun ini, penyaluran dana kepada Peminjam mencapai Rp 500 Milyar tiap bulannya. 

Sebagai bentuk komitmen Asetku dalam membangun dan memperkuat ekosistem keuangan, Asetku akan menggelar sosialisasi di 12 kota di Indonesia yang akan diawali di Medan. Surabaya. Jakarta, dan kota-kota lain. 

Sosialisasi ini berupa kegiatan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan Fintech, keunggulan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Fintech sesuai dengan semangat OJK dalam memeratakan inklusi keuangan Indonesia. 

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat menyambut baik dan turut merasakan manfaat dari solusi yang ditawarkan Fintech khususnya P2P Lending. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Puluhan wartawan dan pelaku usaha mikro dapat pelatihan Vokasional SDM Kewirausahaan

Sabtu, 23 Februari 2019 - 18:00 WIB

Pacu Wirausaha Baru, Kemenkop dan UKM Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Kementerian Koperasi dan UKM menggelar pelatihan pembuatan bakery dan roti bagi calon-calon wirausaha pemula termasuk wartawan.

Ilustrasi Kapas

Sabtu, 23 Februari 2019 - 17:25 WIB

Wow! 99 Persen Kapas Bahan Baku Tekstil Masih Impor

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mencatat bahan baku industri tekstil tidak semuanya bisa terpenuhi dari dalam negeri, terutama kapas.

Prudential Indonesia Lajutkan Implementasi Kurikulum Cha-Ching di Jakarta

Sabtu, 23 Februari 2019 - 16:00 WIB

Prudential Indonesia Lajutkan Implementasi Kurikulum Cha-Ching di Jakarta

Setelah sebelumnya sukses meningkatkan literasi keuangan pada siswa Sekolah Dasar di Sidoarjo, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) kini melanjutkan pengenalan Kurikulum "Cha-Ching"…

Ground Breaking Rusun Tingkat Tinggi Paspampres di Markas Komando Paspampres

Sabtu, 23 Februari 2019 - 14:45 WIB

Kementerian PUPR Bangun Rusunawa Paspampres Tanah Abang

Pembangunan Rusunawa tersebut untuk memenuhi kebutuhan hunian anggota Paspamres dan keluarga serta meningkatkan semangat tugas prajurit.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meresmikan laboratorium di Fakultas Teknik (FT) UGM Yogyakarta (Foto: Kemenperin)

Sabtu, 23 Februari 2019 - 14:05 WIB

Sambut Era Industri 4.0, Menperin Ajak Perguruan Tinggi Aktif Lakukan Riset Teknologi

Kementerian Perindustrian terus mengajak perguruan tinggi agar semakin aktif dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan khususnya di bidang industri. Upaya ini bertujuan untuk menghasilkan…