Dianggap Terlalu Mahal, Bappenas Usulkan Ada Tarif Tol Khusus Logistik

Oleh : Ahmad Fadli | Minggu, 10 Februari 2019 - 14:44 WIB

Tol Trans Jawa
Tol Trans Jawa

INDUSTRY.co.id,  Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro mengusulkan pemberlakuan tarif khusus angkutan logistik di jalan tol. Perhitungan tarif tersebut akan menjadi pembahasan antara pengelola jalan tol dengan pelaku usaha logistik. 

Usulan Bambang tersebut menjawab keluhan mahalnya tarif tol Trans Jawa, baik untuk kendaraan pribadi maupun angkutan barang.

"Paling penting nanti tinggal hitung-hitungan antara operator tol dengan potensial user (pengguna). Berapa harga yang bisa atau mungkin ada harga khusus yang bisa diberikan kepada angkutan truk," kata Bambang belum lama ini.  

Meskipun ada keluhan, Bambang menjelaskan jika pembangunan jalan tol oleh pemerintah bertujuan untuk menurunkan biaya logistik. Alasannya, jalan tol bisa memberikan kelancaran bagi angkutan logistik dibandingkan dengan pengiriman barang lewat jalan arteri. 

"Saya melihat jalan tol sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, karena dengan jalan tol kelancaran transportasi menjadi lebih baik, sehingga biaya logistik bisa turun," ujarnya. 

Selain itu, jalan tol diharapkan bisa menurunkan anggaran perawatan jalan arteri yang rusak setiap tahunnya akibat dilewati oleh truk-truk besar. Bambang mengakui porsi biaya perawatan jalan sangat tinggi bahkan biaya perawatan jalan per kilometer lebih besar dibandingkan dengan anggaran pembuatan jalan baru, sehingga tidak produktif.

"Mungkin kita tidak pernah sadar ada porsi besar dalam anggaran untuk pembangunan jalan di Indonesia yang dihabiskan untuk perawatan," imbuhnya. 

Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga memberi usulan serupa. Mereka meminta PT Jasa Marga Tbk selaku pengelola tol Trans Jawa untuk menurunkan tarif. Tarif tol tersebut saat ini dinilai terlalu mahal, baik untuk kendaraan pribadi maupun angkutan barang atau truk.

"Akibat dari hal ini, volume trafik di jalan tol Trans Jawa, masih tampak sepi, lengang. Bak bukan jalan tol saja, terutama selepas ruas Pejagan," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi. 

Ia menilai tarif tol yang saat ini terbilang mahal terancam tak akan membantu penurunan biaya logistik. Angkutan truk, menurutnya, hanya masuk tol Trans Jawa jika biaya tol ditanggung oleh penerima barang. 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Lenovo 'The Rise of Region' (Foto: Dok. Lenovo)

Sabtu, 23 Februari 2019 - 18:15 WIB

Lenovo Kembali Gelar Turnamen "Rise of Legion" di Berbagai Kota

Lenovo, salah satu merk teknologi terdepan di dunia, kembali mengadakan turnamen eSports tingkat nasional yang bertajuk "Rise of Legion".

Puluhan wartawan dan pelaku usaha mikro dapat pelatihan Vokasional SDM Kewirausahaan

Sabtu, 23 Februari 2019 - 18:00 WIB

Pacu Wirausaha Baru, Kemenkop dan UKM Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Kementerian Koperasi dan UKM menggelar pelatihan pembuatan bakery dan roti bagi calon-calon wirausaha pemula termasuk wartawan.

Ilustrasi Kapas

Sabtu, 23 Februari 2019 - 17:25 WIB

Wow! 99 Persen Kapas Bahan Baku Tekstil Masih Impor

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mencatat bahan baku industri tekstil tidak semuanya bisa terpenuhi dari dalam negeri, terutama kapas.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Sabtu, 23 Februari 2019 - 17:05 WIB

Industri 4.0 Mampu Lahirkan Unicorn Baru di Indonesia

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, perkembangan industri digital yang sangat pesat diTanahAir telah melahirkan empatunicornatau perusahaanstartupdengan valuasi lebih dari…

Uji coba aplikasi mobile money TCASH menjadi LinkAja resmi dimulai pada tanggal 22 Februari 2019.

Sabtu, 23 Februari 2019 - 17:00 WIB

Resmi Beroperasi, LinkAja Percepat Inklusi Keuangan Masyarakat

Uji coba aplikasi mobile money TCASH menjadi LinkAja resmi dimulai pada tanggal 22 Februari 2019.