Pemerintah Bahas Kerja Sama Sektor Tambang dengan Pengusaha Australia

Oleh : Herry Barus | Minggu, 26 Februari 2017 - 05:13 WIB

Produsen Batubara
Produsen Batubara

INDUSTRY.co.id - Sydney- Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bisnis dengan 13 pebisnis dan investor dalam kunjungan kenegaraannya ke Australia.

"Hari ini Presiden memulai kunjungan resmi ke Australia, setelah ketibaan sampai detik ini Presiden sudah melakukan pertemuan bisnis dengan 13 pemain bisnis yang cukup besar baik bergerak di bidang pertambangan, hospitality, dan bidang-bidang yang lain," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Sydney, Sabtu (25/2/2017) .

Retno yang mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja tersebut, mengatakan dalam berbagai pertemuan bisnis tersebut muncul dari perbincangan Presiden dengan pebisnis Australia adalah adanya kepercayaan diri yang cukup tinggi dari pebisnis Australia untuk melakukan ekspansi bisnis di Indonesia.

Menurut Retno seperti dilansir Antara hal itu disampaikan secara langsung oleh salah satu wakil pebisnis dari Australia.

Mereka tahun lalu mengadakan survei, kata Retno, dan dari survei itu Indonesia berada di 'top five' negara yang mendapat prioritas kepercayaan dari para pebisnis untuk melakukan ekspansi bisnis.

"Saya kira kalau kita berada di 'top five' dari para pebisnis Australia di Indonesia itu cukup baik," katanya.

Retno menambahkan, dari pertemuan Presiden dengan para pebisnis tersebut yang disampaikan lebih pada komitmen melakukan ekspansi di tahun-tahun mendatang.

"Itu acara pertama, kedua, sebentar lagi Presiden akan melakukan pertemuan dengan Premier New South Wales (NSW)," katanya.

NSW memiliki arti penting dalam konteks hubungan dengan Australia karena di negara bagian itu terdapat 41.435 WNI yang tinggal dari 68.000 WNI di Australia.

Dari segi pelajar ada 20.000 orang atau separuh lebih tinggal di NSW.

"Di NSW perdagangan kita juga signifikan dalam konteks Indonesia-Australia. Oleh karena itu Presiden akan melakukan pertemuan dengan Premier NSW, Gladys Berejiklian, tepatnya kunjungan kehormatan yang membahas kerja sama yang dapat dilakukan antara NSW dengan Indonesia," katanya.

Agenda terakhir Presiden Jokowi hari ini adalah makan malam di kediaman pribadi Perdana Menteri Australia atau rumah pribadi Turnbull.

"Itu menunjukkan kedekatan antara PM Australia dengan Presiden Jokowi," katanya.

Sementara untuk acara keesokan harinya, Presiden akan menjalani agenda yang cukup padat yakni pertemuan bilateral dengan PM Australia, diawali pertemuan "one on one", kemudian diikuti pertemuan bilateral, setelah itu akan ada dua MoU yang ditandatangani yaitu bidang maritim dan bidang ekonomi kreatif.

Setelah itu penerimaan kenegaraan yang dilakukan oleh Gubernur Jenderal dan diikuti dengan pertemuan dengan Gubernur Jenderal dan makan siang kenegaraan yang dituanrumahi oleh Gubernur Jenderal.

Acara terakhir Presiden adalah pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Sydney.

"Besok dari pagi Presiden akan melakukan berbagai kegiatan dan di sela makan siang kenegaraan menurut rencana Ketua Oposisi juga akan melakukan kunjungan kehormatan dengan Presiden Jokowi," katanya.

Presiden Jokowi sekaligus sudah sampaikan perkembangan dinamika jelang Pilkada serentak di Indonesia dan Presiden menyampaikan hal itu terjadi juga di negara lain dengan hasil pilkada serentak di Indonesia bisa dilakukan dengan damai.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi juga memaparkan proses reformasi birokrasi yang kini tengah dilakukan untuk mempermudah investasi.

Presiden berharap, proses ini juga dapat mendukung tercapainya kesepakatan IACEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang diharapkan bisa selesai dalam tahun ini.

"Kita masih berada di jalur yang tepat untuk mencapai IACEPA tahun ini, untuk itu saya ingin mendengar kemajuan dari kesepakatan tersebut," ungkap Presiden.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

J&T Express (ist)

Senin, 17 Desember 2018 - 09:44 WIB

J&T Express Siapkan US$ 100 Juta Perluas Jaringan

Perusahaan layanan jasa pengiriman, J&T Express menyiapkan alokasi pendanaan baru senilai 100 juta dolar AS untuk pengembangan bisnis di Asia Tenggara dengan basis utamanya di Indonesia.

Pariwisata Lombok

Senin, 17 Desember 2018 - 09:30 WIB

Pariwisata Tanpa Media, Tidak Berjalan

Di era globalisasi saat ini media sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat, dan ke depan akan semakin kuat. Untuk itu, pariwisata tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa memanfaatkan media.

JNE. (Foto: IST)

Senin, 17 Desember 2018 - 09:25 WIB

Terkait Pembatasan Armada, Perusahaan Kurir Jamin Ekspedisi Aman

Perusahaan jasa kiriman barang atau kurir menyatakan layanan yang dilakukan tetap aman meski ada aturan pembatasan kendaraan saat libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru). Seperti diketahui,…

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Presiden Jokowi

Senin, 17 Desember 2018 - 09:23 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Beberapa Fasos dan Fasum di Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) sejumlah fasilitas umum dan fasilitas sosial yang mengalami kerusakan pascabencana…

Ilustrasi borobudur-IST

Senin, 17 Desember 2018 - 09:05 WIB

Badan Otorita Borobudur Kembangkan Pariwisata Joglosemar

Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), pengembangan kawasan Borobudur terus dilakukan Kementerian Pariwisata. Pengembangan juga dilakukan di daerah penunjang, Jogja-Solo-Semarang…