Tahun 2018, Pemerintah Tekan Angka Pemotongan Sapi Betina Produktif Hingga 47,10%

Oleh : Wiyanto | Kamis, 24 Januari 2019 - 12:59 WIB

Diskusi sapi produktif di Bogor
Diskusi sapi produktif di Bogor

INDUSTRY.co.id -

BOGOR, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri mampu menekan angka pemotongan betina produktif hingga mencapai 12.209 ekor pada tahun 2018 secara nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Syamsul Maarif Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH pada pertemuan Koordinasi dan Advokasi Pengendalian Pemotongan Betina Produktif yang dilaksanakan Rabu-Jumat tanggal 23-25 Januari 2019 di Hotel Sahira Bogor.

Menurut Syamsul Maarif, jumlah penurunan pemotongan betina produktif tersebut turun 47,10% jika dibandingkan dengan pemotongan tahun 2017. Ia ungkapkan, jika capaian ini cukup menggembirakan karena angka penurunannya telah jauh melampaui target yaitu penurunan sebesar 20% dari pemotongan betina produktif tahun 2017.

Potensi ekonomi yang berhasil diselamatkan dari kegiatan pencegahan pemotongan betina produktif ini tidak kurang dari Rp. 160 milyar, urainya.

Syamsul Maarif menyampaikan, tren penurunan angka pemotongan betina produktif ini mulai terlihat pada semester II pada tahun 2017, setelah dilakukan sosialisasi, pengawasaan dan pembinaan yang dilakukan oleh Tim terpadu. Tim Terpadu ini terdiri dari personil dari pusat (Ditjen PKH Kementan), Dinas yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan di daerah (provinsi dan kabupaten/kota) kerjasama dengan Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Kepolisian RI, ungkapnya.

Syamsul menyebutkan bahwa kerjasama dengan Baharkam Polri tersebut diilakukan karena pengendalian pemotongan betina produktif sangat kental dengan aspek penegakan hukum. Kegiatan sosialisasi, pembinaan dan pengawasan yang dilakukan dengan pihak Kepolisian cukup efektif dalam menekan laju pemotongan sapi/kerbau betina produktif, terangnya.

Kementan Perluas Wilayah Pengendalian Pemotongan Betina Produktif

Tahun 2017 kegiatan pengendalian betina produktif difokuskan pada 17 provinsi di 40 kabupaten/kota yang angka pemotongan betina produktifnya cukup tinggi. Tahun 2018 kegiatan ini dilaksanakan di 17 provinsi yang sama pada 41 kabupaten/kota target ditambah dengan sosialisasi di 17 Propinsi lainnya. Melihat progress penurunan pemotongan sapi/kerbau betina produktif yang cukup signifikan, maka pada tahun 2019 ini kita akan lebih intensifkan lagi kegiatan dengan menambah lokasi target pengendalian, kata Syamsul Maarif.

Ia sebutkan jika kegiatan pengendalian pemotongan betina produktif pada tahun 2019 akan dilaksanakan pada 32 provinsi di 80 kabupaten/kota target. Kita berharap dengan intensifnya kegiatan sosialisasi, pembinaan dan pengawasan akan dapat menekan laju pemotongan, sehingga dapat menyelamatkan ternak betina produktif sebagai target aseptor IB dan menyelamatkan pedet dari ternak betina bunting. Hal ini menurut Syamsul akan membantu target pemerintah dalam melakukan percepatan peningkatan populasi sapi/kerbau nasional.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah saat ini terus melakukan upaya dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani melalui program percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau nasional melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).

Syamsul Maarif mengungkapkan bahwa kegiatan pengendalian pemotongan betina produktif merupakan salah satu kegiatan untuk mendukung Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting). Hal ini karena pemotongan betina produktif masih cukup tinggi. Ia sebutkan bahwa berdasarkan data dari ISIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional) dalam empat tahun terakhir pemotongan betina produktif rata-rata diatas 22 ribu ekor tiap tahunnya.

Menurutnya, tingginya pemotongan betina produktif sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program Upsus SIWAB, dimana dapat mengurangi akseptor dan betina bunting. Sapi betina produktif ini adalah mesin-mesin produksi untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di Indonesia, sehingga harus kita cegah pemotongannya, tutup Syamsul.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dok Redaksi Industry

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:33 WIB

Bambang Trihatmodjo: Pupuk Bregadium Bukti Kiprah Berkarya untuk Pertanian 

Kader utama Partai Berkarya Bambang Trihatmodjo menilai sector pertanian Indonesia berjalan di tempat, di tengah maju dan berkembangnya sector pertanian negara-negara tetangga, terutama Thailand.  

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:10 WIB

Kemenperin Siapkan Dua Model Program Pacu Penumbuhan Wirausaha Baru di Pondok Pesantren

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyiapkan beberapa program atau model untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren dan menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan…

Krakatau Steel (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:05 WIB

Kementerian BUMN Hormati Proses Hukum yang Sedang Berjalan di PT KS

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengungkapkan, Kementerian BUMN menghormati proses hukum yang sedang berjalan di PT Krakatau Steel.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Sabtu, 23 Maret 2019 - 12:37 WIB

Tingkatkan Akses Air, Kementerian PUPR Terus Tambah Tampungan Air dan Dukung Revitalisasi Sungai

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan akses air bagi seluruh rakyat Indonesia melalui berbagai upaya diantaranya program air minum, pembangunan Sistem Penyediaan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 12:10 WIB

Kemenperin Bawa Santri Lulusan Pondok Pesantren Jadi Wirausaha Andal

Kementerian Perindustrian terus berupaya menumbuhkan wirausaha baru di Tanah Air, salah satunya melalui program ‘Santripreneur’. Program yang bertujuan untuk penumbuhan wirausaha baru di…