KPK Inspeksi PLTP Patuha Geo Dipa

Oleh : Irvan AF | Jumat, 24 Februari 2017 - 21:32 WIB

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 255 Megawatt (MW) di tahun depan. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 255 Megawatt (MW) di tahun depan. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Sejumlah pejabat dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Perusahaan Listrik Negara mengunjungi Lapangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Patuha, milik BUMN PT Geo Dipa Energi (Persero) di Jawa Barat untuk melihat secara langsung proses produksi energi panas bumi.

"Kami bersyukur Geo Dipa mendapat perhatian dari berbagai instansi yang 'concern' terhadap energi panas bumi, yang merupakan aset negara ini," kata Corporate Secretary Geo Dipa, Endang Iswandini dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (24/2/2017).

Endang menjelaskan para pejabat yang mengunjungi Lapangan Panas Bumi Patuha pada Kamis (23/2) adalah Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Direktur Panas Bumi (EBTKE) Yunus, dan Senior Manager Pengelolaan Pembangkit PLN, Divisi Operasi Regional Jawa Bagian Tengah Komang Parmita.

Pada saat kunjungan tersebut, Saut Situmorang menyampaikan penegasannya bahwa pihak KPK akan melakukan perlindungan maksimal terhadap aset-aset negara dari berbagai potensi kerugian.

"KPK menjunjung tinggi keadilan dan kejujuran, namun yang sangat utama adalah melindungi aset-aset negara dari berbagai berpotensi menyebabkan kerugian keuangan terhadap negara," kata Saut.

Menurut Saut pihaknya melihat Geo Dipa bukan hanya sekedar dari kacamata sektor energi, tapi juga menyaksikan bahwa Geo Dipa ikut menggerakkan perekonomian sebagai pengasil energi listrik.

"Kami akan menjaga Geo Dipa sebagai salah satu aset negara yang bisa menyelamatkan bangsa Indonesia dari krisis listrik di masa depan," kata Saut.

Sementara itu Komisaris Geo Dipa Djajang Sukarna, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas kunjungan para pejabat tersebut. Dari pihak manajemen Geo Dipa hadir juga Direktur Utama Riki Ibrahim, dan semua direktur BUMN tersebut.

Djajang Sukarna mengatakan pihaknya merasa didukung penuh oleh pemerintah dan instansi terkait terutama perhatian dari segi produksi dan pengembangan ke depan.

"Permasalahan memang ada, namun demikian dengan kunjungan ini, kami menjadi sangat optimistis untuk menyelesaikan masalah itu," katanya.

Djajang juga menjelaskan bahwa dengan dukungan dari negara, tentunya segenap jajaran Geo Dipa �akan lebih maksimal lagi dalam berkontribusi untuk penyediaan listrik negara dari energi bersih.� Sebelumnya, kunjungan pejabat KPK, Kementerian ESDM, PLN ke lapangan panas bumi Geo Dipa ini bukan yang pertama kali dilakukan, karena pada Rabu (15/2) juga mengunjungi lapangan panas bumi di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 11 Desember 2018 - 08:00 WIB

KEIN: Fundamental Ekonomi Makin Kuat

Wakil Ketua Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengungkapkan bahwa kinerja pemerintah dalam mengelola anggaran semakin baik, sehingga membuat kondisi perekonomian Indonesia…

Mentan Amran Sulaiman di Kebon Kopi

Selasa, 11 Desember 2018 - 07:57 WIB

2018, Ekspor Perkebunan Naik Menjadi Rp432 Triliun

Ditjen perkebunan mencatat adanya peningkatan yang sangat pesat hingga 26,5 persen atau setara dengan 340 triliun untuk hasil ekspor pada tahun 2017. Sedangkan pada tahun 2018, nilai ekpor kebun…

Mata uang Rupiah (Foto Ist)

Selasa, 11 Desember 2018 - 07:47 WIB

Kemungkinan Rupiah Melemah Tanpa Sentimen Positif

Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14561-14442. Pergerakan Rupiah yang menyentuh batas middle bollinger band dikhawatirkan dapat kembali melampaui batas tersebut. Dengan…

Industri Fintech (images: illusionqueststudios.com)

Selasa, 11 Desember 2018 - 07:40 WIB

Perlindungan Konsumen, Prioritas Pengusaha Fintech

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengklaim, telah banyak melakukan kegiatan proaktif dan preventif dalam rangka memberikan perlindungan kepada konsumen, bersama Otoritas Jasa…

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Selasa, 11 Desember 2018 - 07:20 WIB

Saham PT Urban Jakarta Propertindo Tbk-PT Satria Mega Kencana TbkMulai Diperdagangkan

Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham dua perusahaan, yakni PT Urban Jakarta Propertindo Tbk dan PT Satria Mega Kencana Tbk.