Vale Efeisienkan Bahan Bakar dengan Batu Bara

Oleh : Irvan AF | Jumat, 24 Februari 2017 - 21:26 WIB

Produsen Batubara
Produsen Batubara

INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Vale Indonesia perusahaan tambang nikel berhasil mencapai efisiensi bahan bakar pada tahun 2016 dengan konversi minyak dengan pemakaian batu bara.

"Kinerja beban pokok pendapatan Perseroan terus membaik di tahun 2016, dan berhasil menurunkan 18 persen beban pokok pendapatan pada tahun 2015. Hal ini memberikan topangan dalam menghadapi harga nikel yang rendah yang turun 22 persen dari tingkat harga di tahun 2015, salah satunya faktor bahan bakar," berdasarkan data, Jumat (24/2/2017).

"Dengan kinerja biaya yang membaik membantu kami mencatat laba dan EBITDA (pendapatan sebelum bunga dan pajak) positif meskipun banyak tantangan yang kita hadapi sepanjang tahun ini termasuk kondisi pasar nikel yang sangat menantang," kata CEO dan Presiden Direktur Perseroan Nico Kanter.

Penurunan beban pokok pendapatan di tahun 2016 didorong terutama oleh penurunan biaya bahan bakar (konversi ke batu bara), bahan pembantu dan jasa yang sedikit banyak terkompensasi oleh kenaikan biaya-biaya karyawan, depresiasi, amortisasi dan deplesi.

Efisiensi bahan bakar pada tahun 2016, sebagaimana diukur dengan konsumsi bahan bakar (baik HSFO atau diesel) per metrik ton nikel dalam matte yang dihasilkan, tercatat hasilnya meningkat jika dibandingkan dengan efisiensi di tahun 2015.

PT Vale mengonsumsi sebanyak 20,06 barel HSFO guna menghasilkan satu ton metrik nikel dalam matte pada tahun 2016, sedangkan dibandingkan dengan 2015, konsumsi minyak Vale Indonesia sebanyak 21,34 barel. Efisiensi tersebut karena digabungkan dengan batu bara pada proses pembakarannya.

Khusus untuk biaya bahan bakar, mampu mengalami penurunan sebesar 38 persen, hingga memberikan kontribusi lebih dari 47 persen dari penurunan beban pokok pendapatan. Selanjutnya, Perseroan berhasil mencapai tingkatan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien di tahun 2016, baik pada konsumsi Minyak Berkadar Sulfur Tinggi (HSFO) dan diesel per metrik ton nikel dalam matte yang diproduksi.

Pada saat yang bersamaan biaya juga turun sebesar 24 persen untuk diesel dan 34 persen untuk HSFO.

Setelah proses tes komersial dalam menggunakan batu bara, Perseroan melihat bahwa penggunaan batu bara per metrik ton produksi mampu meningkat produksi secara bertahap dari 4,87 metrik ton di triwulan pertama 2016, menjadi 5,36 metrik ton di triwulan empat 2016.

Selain mendapat keuntungan dari harga minyak dunia yang rendah, Vale juga memperbaiki praktik pengadaan, terutama untuk pembelian bahan strategis seperti diesel dan HSFO. Secara triwulanan, volume penjualan Perseroan di triwulan keempat tahun 2016 (4T16) meningkat 5 persen lebih tinggi dari volume penjualan di triwulan tiga, meskipun produksi menurun 10 persen di periode tersebut.

Menurut Nico, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya Perseroan tetap fokus pada optimalisasi kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya. Ia percaya bahwa harga nikel di tahun 2017 masih akan berada pada tingkat yang rendah terutama karena masih tingginya persediaan baik di London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Future Exchange (SHFE).

Selain itu adanya ketidakpastian di pasar nikel global mengenai apakah kuota ekspor bijih dari Indonesia akan menambah volume atau sekadar menggantikan pasokan bijih dari Filipina ke China yang semakin berkurang.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirut BTN Maryono (Fot Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:00 WIB

Himbara: Industri Perbankan Memerlukan Pengaturan Suku Bunga Deposito

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan suku bunga deposito agar tidak terjadi perlombaan kenaikan suku bunga yang "tidak kondusif"…

Ilustrasi Gula Rafinasi (ist)

Rabu, 16 Januari 2019 - 06:00 WIB

Kemenperin: Kebutuhan GKR untuk Industri Naik 6 Persen per Tahun

Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi naik sebesar 5-6 persen per tahun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (Foto Ist)

Rabu, 16 Januari 2019 - 05:30 WIB

BCA Pastikan Akuisisi Bank Kecil Selesai Tahun Ini

PT Bank Central Asia Tbk memastikan proses akuisisi bank umum kegiatan usaha I (BUKU I) atau bank bermodal di bawah Rp1 triliun akan selesai pada tahun ini, setelah rencana tersebut tak kunjung…

Garuda Indonesia Vintage Flight Experience (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 05:00 WIB

Garuda Sudah Turunkan Tarif di Sejumlah Rute

PT Garuda Indonesia sudah menurunkan tarif penerbangan di sejumlah rute menyusul hasil konsolidasi Kementerian Perhubungan dan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Inaca) soal lonjakan…

The Parc Apartement tawarkan konsep coliving bagi kaum milenial, Foto : INDUSTRY.co.id

Selasa, 15 Januari 2019 - 21:59 WIB

Ini Strategi Bisnis Pengembang South City di Tahun Politik

Mengawali tahun 2019 dan dalam momentum tahun politik PT Setiawan Dwi Tunggal terus optimis dalam mengembangkan bisnis korporasinya, yaitu melalui proyek apartemen di South City Cinere. Lantas…