Kunjungi Kadin, Musiad Jajaki Kerja Sama Bisnis

Oleh : Ridwan | Jumat, 18 Januari 2019 - 13:55 WIB

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani saat menemui Presiden Komite Organisasi Luar Negeri Musiad Ibrahim Uyar (Foto: Kadin)
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani saat menemui Presiden Komite Organisasi Luar Negeri Musiad Ibrahim Uyar (Foto: Kadin)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) siap menjalin kerja sama bisnis dan perdagangan dengan Mustakil Sanayici ve Isadamlari Dernegi (Musiad) atau Asosiasi Pebisnis dan Industri Independen asal Turki.

Dilansir oleh Anadolu Agency, saat menerima kunjungan delegasi Musiad, Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani mengatakan kesiapannya untuk membantu memfasilitasi para pengusaha Turki yang ingin berinvestasi ataupun mencari mitra bisnis di Indonesia.

“Kita siap untuk berbagi informasi tentang banyak hal seputar situasi bisnis dan investasi di Indonesia,” ujar Rosan di Menara Kadin Indonesia, Jakarta (17/01/2019).

Rosan mengatakan Kadin juga sangat siap membantu Musiad untuk membuka kantor perwakilan di Indonesia. Dengan adanya kantor perwakilan tersebut, dia berharap akan ada diskusi rutin seputar pengembangan kerja sama kedua negara.

“Saat ini Indonesia dan Turki juga sedang membahas IT CEPA yang diharapkan bisa mendorong investasi dan perdagangan kedua negara,” lanjut dia.

Rosan juga berharap dalam beberapa waktu ke depan akan banyak perusahaan Turki yang berinvestasi di sektor manufaktur dan infrastruktur karena Turki menurut dia, sangat kuat di sektor konstruksi.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Komite Organisasi Luar Negeri Musiad Ibrahim Uyar mengatakan ingin memiliki memorandum kesepahaman (MoU) dengan Kadin sehingga kemitraan kedua asosiasi pengusaha tersebut bisa semakin kuat.

“Saya sudah mempelajari banyak hal tentang Kadin dan kita bisa memberikan informasi tentang Musiad sehingga bisa sama-sama meningkatkan volume perdagangan,” jelas Ibrahim.

Volume perdagangan kedua negara yang masih kurang dari  2 miliar dolar menurut Ibrahim, masih sangat kecil. Dia menilai Indonesia dan Turki memiliki potensi sangat besar untuk bisa meningkatkan kerja sama perdagangan dan ekonomi.

“Kita siap mengajak banyak perusahaan besar Turki untuk masuk berinvestasi ke Indonesia serta bekerja sama dengan mitra lokal,” tambah dia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menurut dia, secara sangat spesifik meminta para pelaku bisnis Turki untuk meningkatkan kerja sama bisnis dan ekonomi dengan Indonesia.

Ibrahim juga meminta Kadin agar dapat mendorong pemerintah Indonesia mempercepat pembahasan IT CEPA karena pemerintah Turki sangat siap dan ingin segera memiliki kerja sama perdagangan dengan Indonesia.

“Kita sudah memiliki kerja sama FTA dengan Singapura dan Malaysia, tetapi belum dengan Indonesia. Semoga dapat diwujudkan dalam waktu dekat,” harap Ibrahim.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Lenovo 'The Rise of Region' (Foto: Dok. Lenovo)

Sabtu, 23 Februari 2019 - 18:15 WIB

Lenovo Kembali Gelar Turnamen "Rise of Legion" di Berbagai Kota

Lenovo, salah satu merk teknologi terdepan di dunia, kembali mengadakan turnamen eSports tingkat nasional yang bertajuk "Rise of Legion".

Puluhan wartawan dan pelaku usaha mikro dapat pelatihan Vokasional SDM Kewirausahaan

Sabtu, 23 Februari 2019 - 18:00 WIB

Pacu Wirausaha Baru, Kemenkop dan UKM Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Kementerian Koperasi dan UKM menggelar pelatihan pembuatan bakery dan roti bagi calon-calon wirausaha pemula termasuk wartawan.

Ilustrasi Kapas

Sabtu, 23 Februari 2019 - 17:25 WIB

Wow! 99 Persen Kapas Bahan Baku Tekstil Masih Impor

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mencatat bahan baku industri tekstil tidak semuanya bisa terpenuhi dari dalam negeri, terutama kapas.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Sabtu, 23 Februari 2019 - 17:05 WIB

Industri 4.0 Mampu Lahirkan Unicorn Baru di Indonesia

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, perkembangan industri digital yang sangat pesat diTanahAir telah melahirkan empatunicornatau perusahaanstartupdengan valuasi lebih dari…

Uji coba aplikasi mobile money TCASH menjadi LinkAja resmi dimulai pada tanggal 22 Februari 2019.

Sabtu, 23 Februari 2019 - 17:00 WIB

Resmi Beroperasi, LinkAja Percepat Inklusi Keuangan Masyarakat

Uji coba aplikasi mobile money TCASH menjadi LinkAja resmi dimulai pada tanggal 22 Februari 2019.