Ke Banyuwangi, Top Agent Dan Media Malaysia Disuguhi Paket Komplit

Oleh : Ridwan | Minggu, 13 Januari 2019 - 10:50 WIB

Wisata Kawah Ijen (Blue Fire) di Banyuwangi (Foto: TripTrus)
Wisata Kawah Ijen (Blue Fire) di Banyuwangi (Foto: TripTrus)

INDUSTRY.co.id - Banyuwangi, Sejumlah media asal Malaysia akan melakukan Fam Trip ke Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Rencananya, perjalanan wisata ini berlangsung selama 6 hari 5 malam, tanggal 13-18 Januari 2019. Di The Sunrise of Java, para wisatawan itu akan mendapatkan paket wisata komplit.

Kemegahan Gunung Ijen yang memiliki blue fire, akan mengawali perjalanan para wisman Malaysia pada malam pertama. Seperti biasa peserta akan diajak berjalan tengah malam.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, mengatakan Banyuwangi adalah pilihan tepat untuk melakukan Fam Trip.

“Sebab, Banyuwangi memiliki banyak destinasi keren. Destinasi yang levelnya sudah mancanegara. Salah satunya Kawah Ijen. Kawah berwarna biru yang sangat indah memiliki blue fire. Siapapun akan dibuat takjub dengan keindahan Ijen,” paparnya (12/1/2019) kemarin. 

Setelah dari Ijen, siang esok harinya para Top Agent Malaysia ini akan diajak melakukan Business Matching dan Networking Lunch dengan industri Banyuwangi di Dialoog Hotel yang berbintang 5.

Sebagian rombongan yang terdiri dari media/blogger yang tidak melakukan business matching akan diajak tur ke sejumlah destinasi, antara lain menyambangi Pantai Boom, Taman Sritanjung, pasar tradisional Sritanjung, Masjid Baiturrrahman, dan Kampung Batik Singotrunan. Pada kesempatan itu, rombongan juga diajak mengenal situs sejarah bekas China Town. Termasuk tentang Desa Arab Banyuwangi dan Batik Banyuwangi.

Malam kedua, rombongan akan dibawa ke Pendopo untuk menghadiri jamuan makan malam bersama Bupati Banyuwangi dan jajaran. Makan malam ini sekaligus bentuk penyambutan atau ucapan selamat datang pada tamu, dilanjutkan dengan menghadiri soft launching festival Banyuwangi Culture Everyday di Alun-alun Banyuwangi, yang akan selalu meriah setiap hari sepanjang tahun dan merupakan satu dari 99 Event Banyuwangi tahun 2019.

Hari berikutnya, rombongan melanjutkan perjalanan ke arah barat daya menuju Pantai Bangsring. Selain menikmati keindahan pantai, rombongan juga berkesempatan melihat kehidupan bawah laut, di mana lokasi merupakan pusat konservasi ikan.

Perjalanan dilanjutkan ke Antaboga. Melewati beberapa kota kecil, rombongan dimanjakan dengan pemandangan sawah yang indah, suasana pedesaan yang asri, dan area perkebunan yang menghijau. Lokasi yang dituju kali ini adalah Rogojampi, Singojuruh, Genteng, dan Glenmore. Di Antaboga sendiri, rombongan bisa menyaksikan keberadaan pusat ibadah dari lima agama.

“Destinasi yang dimiliki Banyuwangi sangat lengkap. Saya jamin para wisatawan akan betah berada di Banyuwangi. Apalagi keindahan itu dibalut dengan keramahan penduduknya,” jelas wanita yang akrab disapa Kiki itu.

Tak sampai di situ, perjalanan lanjut menuju Kalibaru. Tujuannya Air Terjun Tirto Kemanten, Waduk Sumber Salak, dan Pabrik Kakao. Kemudaian rombongan bergerak menuju Jajag dan Pulau Merah. Di sini bisa menikmati matahari terbenam dengan langit berwarna oranye. Lebih asik karena semua itu bisa dilihat sambil menikmati kopi atau teh, serta makanan ringan.

Keesokan harinya, perjalanan menuju ke selatan. Tepatnya ke Sadengan untuk mengunjungi Pura Kawitan yang merupakan Kuil Hindu Kuno. Belum cukup dengan keindahan alamnya, rombongan masih diajak berkunjung ke Pantai Trianggulasri yang masih bersih dan terjaga. Semua akan berdecak kagum dengan pemandangan indah yang menampilkan Samudra Hindia dengan pantainya yang berpasir putih.

Sementara Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung, mengatakan Fam Trip akan memperlihatkan kesiapan Banyuwangi menyambut wisatawan.

“Setelah memiliki direct flight internasional ke Malaysia, kesiapan Banyuwangi dalam menyambut wisatawan akan diuji. Dan Fam Trip ini akan menegaskan kesiapan Banyuwangi,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, berkunjung ke Banyuwangi benar-benar penuh dengan kejutan. Rombongan bahkan bisa melihat binatang-bintang dari menara observasi. Melakukan tur trekking di Pancur untuk menjelajahi hutan, menikmati air terjun, dan menengok gua istana.

“Banyuwangi ini kaya. Wisatawan bisa menemukan paket lengkap di sini. Bukan hanya seni budaya, tapi ada juga wisata alam, wisata religi, dan sport. Semua itu tentunya juga didukung dengan sajian kuliner yang yang khas daerah Banyuwangi,” jelasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

UOB Memperbarui Perjanjian Strategis Bancassurance dengan Prudential (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 08:00 WIB

UOB Memperbarui Perjanjian Strategis Bancassurance dengan Prudential

United Overseas Bank Limited (UOB) hari ini mengumumkan telah diperbaruinya perjanjian strategis bancassurance regional dengan Prudential Group untuk 15 tahun. Biaya sebesar SGD1,15 miliar akan…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:46 WIB

IHSG Bergerak Menguat Terbatas

Jakarta - Secara teknikal IHSG break out resistance dan upper bollinger bands sehingga terus bergerak menguat menguji FR261.8% dikisaran 6424. Indikator Stochastic bergerak terkonsolidasi pada…

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:30 WIB

Rawan Penyelundupan, Penertiban Kawasan Batam Segera Dilakukan

Pemerintah meluncurkan Program Nasional Penertiban Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera, demi memastikan penegakan hukum di daerah yang rawan penyelundupan.

Dirut BTN Maryono (Fot Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:00 WIB

Himbara: Industri Perbankan Memerlukan Pengaturan Suku Bunga Deposito

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan suku bunga deposito agar tidak terjadi perlombaan kenaikan suku bunga yang "tidak kondusif"…

Ilustrasi Gula Rafinasi (ist)

Rabu, 16 Januari 2019 - 06:00 WIB

Kemenperin: Kebutuhan GKR untuk Industri Naik 6 Persen per Tahun

Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi naik sebesar 5-6 persen per tahun.