Menteri Basuki Dampingi Menkeu Sri Mulyani Resmikan Jembatan Leta Oar Ralan di Tanimbar

Oleh : Hariyanto | Jumat, 11 Januari 2019 - 10:21 WIB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dampingi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meresmikan Jembatan Leta Oar Ralan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dampingi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meresmikan Jembatan Leta Oar Ralan

INDUSTRY.co.id - Yamdena — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meresmikan Jembatan Leta Oar Ralan yang menghubungkan Pulau Yamdena dan Pulau Larat, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku pada Kamis, (10/1/19). 

Pembangunan Jembatan Leta Oar Ralan yang sebelumnya dikenal dengan nama Jembatan Wear Arafura dibangun oleh Kementerian PUPR Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVI merupakan bagian dari Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan peresmian jembatan ini sudah lama dinantikan seluruh masyarakat di kedua pulau ini khususnya dalam memperlancar konektivitas di kawasan perbatasan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

“Selain membangun jembatan, Kementerian PUPR juga melakukan perbaikan jalan di kedua pulau ini yang memiliki panjang 158 Km," kata Menteri Basuki.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa dirinya sangat senang diikutsertakan oleh Menteri Basuki untuk meresmikan Jembatan Leta Oar Ralan. Pembangunan infrastruktur ini sebagai sarana untuk menghubungkan masyarakat dan mempermudah akses mendapatkan pelayanan dasar terbaik dari pemerintah.

"Kita berharap, dengan terbangunnya jembatan dengan pendanaan dengan instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kegiatan ekonomi maupun interaksi sosial antar pulau yang lebih baik. Masyarakat merasa dekat dan miliki solidaritas untuk maju bersama," kata Sri Mulyani.

Pembangunan Jembatan Leta Oar Ralan dibangun menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp. 123,07 miliar. Waktu pelaksanaan sejak Desember 2016 dan selesai pada November 2018 dengan kontraktor PT. Nindya Karya dan konsultan pengawas PT. Karuniya Data Konsultan - PT. Nusvey KSO. 

Jembatan Leta Oar Ralan memiliki panjang 322,80 meter dan lebar 10 meter.  Jenis konstruksi pondasi menggunakan tiang pancang baja 600 mm, sementara bangunan atas menggunakan konstruksi beton pracetak prategang. 

Bupati MTB Petrus Fatlolon mengatakan Jembatan Leta Oar Ralan merupakan jembatan kehidupan menuju kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Tanimbar. 

Nikander Kavroli, salah seorang penduduk di Pulau Larat menceritakan sebelum adanya jembatan, akses masyarakat dari Pulau Larat untuk menuju Ibukota Provinsi yang berada di Kecamatan Saumlaki, Pulau Yamdena untuk mendapatkan fasilitas pendidikan, kesehatan maupun administrasi hanya bisa menggunakan kapal penyeberangan dengan waktu 20 menit. 

"Kami masyarakat pulau Larat sangat berterimakasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR yang telah membangun jembatan penghubung kedua pulau ini. Masyarakat bangga, karena mendukung peningkatan ekonomi. Transportasi hasil pertanian dan hasil nelayan lebih mudah, lebih murah dan lebih cepat," kata Nikander.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

UOB Memperbarui Perjanjian Strategis Bancassurance dengan Prudential (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 08:00 WIB

UOB Memperbarui Perjanjian Strategis Bancassurance dengan Prudential

United Overseas Bank Limited (UOB) hari ini mengumumkan telah diperbaruinya perjanjian strategis bancassurance regional dengan Prudential Group untuk 15 tahun. Biaya sebesar SGD1,15 miliar akan…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:46 WIB

IHSG Bergerak Menguat Terbatas

Jakarta - Secara teknikal IHSG break out resistance dan upper bollinger bands sehingga terus bergerak menguat menguji FR261.8% dikisaran 6424. Indikator Stochastic bergerak terkonsolidasi pada…

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:30 WIB

Rawan Penyelundupan, Penertiban Kawasan Batam Segera Dilakukan

Pemerintah meluncurkan Program Nasional Penertiban Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera, demi memastikan penegakan hukum di daerah yang rawan penyelundupan.

Dirut BTN Maryono (Fot Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:00 WIB

Himbara: Industri Perbankan Memerlukan Pengaturan Suku Bunga Deposito

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan suku bunga deposito agar tidak terjadi perlombaan kenaikan suku bunga yang "tidak kondusif"…

Ilustrasi Gula Rafinasi (ist)

Rabu, 16 Januari 2019 - 06:00 WIB

Kemenperin: Kebutuhan GKR untuk Industri Naik 6 Persen per Tahun

Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi naik sebesar 5-6 persen per tahun.