Penumpang Bandara Silangit Naik 51 Persen

Oleh : Ridwan | Selasa, 08 Januari 2019 - 18:10 WIB

Ilustrasi Penumpang Bandara Silangit (Ist)
Ilustrasi Penumpang Bandara Silangit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Silangit, Pariwisata Danau Toba semakin bergairah. Hal ini terlihat dengan meningkatnya jumlah penumpang di Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII. Jumlah penumpang ke bandara yang juga dikenal dengan nama Silangit itu, meningkat 51%.  

PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat jumlah pergerakan penumpang datang dari bandara yang menjadi pintu gerbang pariwisata Danau Toba ini mencapai 425.463 penumpang di tahun 2018. Sementara tahun 2017 lalu, tercatat hanya 281.354 penumpang.

"Peningkatan ini terjadi karena lokasi Bandara Silangit sangat strategis dan sudah mulai dikenal masyarakat. Selain itu adanya dukungan beberapa moda transportasi darat rutin dari Bandara ke beberapa tujuan di wilayah sekitarnya, seperti Parapat, Pangururan & Hutaginjang," ujar Executive General Manager Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII Mohamad Hendra Irawan (8/1/2019).

Berbanding lurus dengan hal tersebut, pergerakan pesawat pun terkoreksi positif. Pada tahun 2017 bandara ini membukukan 3787 pergerakan pesawat. Sementara di tahun 2018, naik menjadi 4878 pergerakan pesawat.

Bukan itu saja, berbagai maskapai penerbangan pun berlomba untuk masuk. Mulai dari Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, Sriwijaya Air, Wings Air, Air Asia Malaysia, Malindo Air, serta Susi Air. 

"Pertumbuhan pergerakan pesawat hingga 22% jelas efek dari peningkatan penumpang. Ini membuktikan kalau supply bisa create demand, bukan demand yang create supply. Jumlah maskapai juga semakin banyak. Bahkan ada tambahan Air Asia Malaysia yang mulai beroperasi mulai bulan Oktober 2018 dengan penerbangan Internasional rute Kuala Lumpur-Silangit-Kuala Lumpur,” ungkapnya.

Pertumbuhan penumpang di Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII memang tergolong fantastis. Pertumbuhannya sendiri melonjak hampir 1.672 persen dalam waktu 8 tahun. Dari 24.005 penumpang pada 2010 menjadi 425.463 penumpang sampai akhir tahun 2018 ini. Hal ini membuktikan keberhasilan bandara ini sejak dicanangkan Presiden Joko Widodo dari bandara perintis menjadi bandara komersial tahun 2016.

"Khusus periode Natal dan Tahun Baru kemarin, terjadi kondisi yang unik. Dimana pertumbuhan jumlah penerbangan berkurang sebesar 11,3 % sementara jumlah penumpang tetap meningkat sebesar 19,26 %. Hal ini disebabkan adanya perubahan trend penggunaan pesawat yang dilakukan airlines. Dari tipe B-737 seri 300/500 menjadi tipe A-320 yang memiliki kapasitas tempat duduk lebih banyak," terangnya. 

Branding bandara internasional yang melekat di bandara ini pun berdampak positif. Berbagai peningkatan infrasturktur membuat bandara ini pun tumbuh pesat. Kini Appron bandara ini memiliki 5 Parking Stand (PS) dari sebelumnya hanya 3 PS.

Selain itu ada juga peningkatan  Pavement Clasification Number (PCN) Runway dari 40 ke 56. Bahkan rencananya bandara ini akan memperpanjang runway menjadi 3000 meter sehingga kedepannya akan dapat didarati pesawat sekelas Boeing 737-900 ER. 

"Pertumbuhan perkembangan ini tidak akan terwujud tanpa dukungan dari seluruh stakeholder. Baik itu berbagi Kementerian, Pemkab Tapanuli Utara, BPODT, TNI, Polri, Airnav, Airlines, Ground Handling, BUMN lain serta masyarakat sekitar. Sekali lagi terima kasih atas kepercayaan penumpang menggunakan jasa di Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII," pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun ikutan happy dengan kemajuan yang capai Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII.

Kehadiran Bandara ini terbukti memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitarnya. Masyarakat yang bertempat tinggal di Tapanuli Utara dan wisatawan yang akan ke Danau Toba terbukti memanfaatkan keberadaan bandara yang berada di Silangit Siborong-borong ini.

"Kalau mau menjadi destinasi wisata kelas dunia, harus punya bandara internasional. Dengan Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII, Danau Toba terus tumbuh menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Karena arus wisatawan semakin mudah mengunjungi Danau Toba. Apalagi kalau Silangit telah menjadi hub penerbangan internasional. Makin keren lagi nantinya," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

UOB Memperbarui Perjanjian Strategis Bancassurance dengan Prudential (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 08:00 WIB

UOB Memperbarui Perjanjian Strategis Bancassurance dengan Prudential

United Overseas Bank Limited (UOB) hari ini mengumumkan telah diperbaruinya perjanjian strategis bancassurance regional dengan Prudential Group untuk 15 tahun. Biaya sebesar SGD1,15 miliar akan…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:46 WIB

IHSG Bergerak Menguat Terbatas

Jakarta - Secara teknikal IHSG break out resistance dan upper bollinger bands sehingga terus bergerak menguat menguji FR261.8% dikisaran 6424. Indikator Stochastic bergerak terkonsolidasi pada…

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:30 WIB

Rawan Penyelundupan, Penertiban Kawasan Batam Segera Dilakukan

Pemerintah meluncurkan Program Nasional Penertiban Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera, demi memastikan penegakan hukum di daerah yang rawan penyelundupan.

Dirut BTN Maryono (Fot Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:00 WIB

Himbara: Industri Perbankan Memerlukan Pengaturan Suku Bunga Deposito

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan suku bunga deposito agar tidak terjadi perlombaan kenaikan suku bunga yang "tidak kondusif"…

Ilustrasi Gula Rafinasi (ist)

Rabu, 16 Januari 2019 - 06:00 WIB

Kemenperin: Kebutuhan GKR untuk Industri Naik 6 Persen per Tahun

Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi naik sebesar 5-6 persen per tahun.