GPBG 2019 Akan Sajikan Banyak Pertunjukan Budaya Menarik

Oleh : Ridwan | Selasa, 08 Januari 2019 - 17:05 WIB

Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG)
Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG)

INDUSTRY.co.id - Garut, Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) aKan kembali hadir 20-21 April 2019. Acara ini diadakan oleh Pemerintah daerah bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Tujuannya adalah untuk memperingati hari jadi Garut yang ke-206. Akan ada banyak pertunjukan budaya yang sangat menarik.

GPBG 2019 akan dimeriahkan penampil dari 20 komunitas seni dan budaya, 9 masyarakat adat, perwakilan dari kecamatan dan desa seluruh Kabupaten Garut. Akan ada Rampak Silat Bambu Runcing yang menampilkan 700 pendekar dari 29 padepokan silat.

"Tujuannya adalah untuk melestarikan seni dan budaya. Selain itu mendukung pariwisata daerah dan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumilar, akhir pekan kemarin. 

Budi Gan Gan mengatakan, GPBG 2019 memiliki acara pameran, bazar, budaya batik Garutan, pengrajin kulit (tas, jaket, tas, sepatu), parade seni, dan pesta rakyat.

"Nanti juga akan ada prosesi budaya yang menampilkan perwakilan dari 7 provinsi dan 10 kabupaten kota se-Indonesia," tambah Budi Gan Gan.

Selain ada gelaran budaya, akan ada 150 stan UMKM termasuk perwakilan dari 4 negara yang ikut promosi. Bahkan, enam duta besar dari negara-negara sahabat menghadiri acara ini.

"Target yang paling penting dari GPBG adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Indonesia. Karena dengan aneka ragam seni, budaya dan atraksi yang disuguhkan pada event ini, menjadi daya tarik yang kuat untuk mendatangkan wisman dan wisnus ke Garut," kata Budi Gan Gan.

Budi Gan Gan menambahkan, target dari acara ini adalah mendatangkan 150 ribu wisatawan, baik dari dalam dan luar negeri. Di kesempatan ini, pihaknya akan memaksimalkan promosi destinasi Wisata yang ada di Garut.

"Ini bisa jadi brand-nya Garut sebagai Kabupaten wisata, jadi wisatawan misal dari Jakarta tidak perlu jauh ke Bali, tinggal ke Garut saja. Lewat event ini juga diharapkan wisatawan ikut mengunjungi lokasi wisata lain di Garut," ujarnya.

Garut sudah sejak lama dikenal sebagai Swiss-nya Jawa atau "Swiss Van Java" yang memiliki potensi alam yang spektakuler untuk dijadikan objek wisata.

Beberapa objek wisata di Garut antara lain kawah gunung berapi Talaga Bodas, kolam renang di tengah perbukitan di Bukit Kacapi, Kebun Mawar Situhapa, Pantai karang dengan air terjun mini di Pantai Rancabuaya, Pantai Cijeruk, Pantai Taman Manalusu, Curug Nyogong, Curug Mala, Curug Ciarjuna, dan Curug Cibadak.

Bagi yang suka mendaki gunung, bisa mencoba menaklukan Gunung Guntur. Dari puncaknya pada ketinggian 2.249 meter di atas permukaan laut, Anda bisa melihat deretan gunung yang ada di Jawa Barat, mulai dari Ciremai hingga Cikuray.

Objek wisata lain adalah Hutan Mati Gunung Papandayan, hutan pinus Leuweung Oko atau The Great Oko, Puncak Guha, Pemandian Air Panas Sukasono serta Gunung Piramida Sadahurip yang konon menyimpan harta karun dan piramida pada bagian bawah gunung.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Pemasaran I Rizki Handayani Mustafa mengatakan, acara ini sangat menarik hingga masuk dalam Calendar of Event (CoE) 100 Wonderful Event Nasional 2019. CoE Wonderful Indonesia 2019 menjadi salah satu magnet untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

"CoE 2019 terdiri atas 60 event budaya, 30 alam dan buatan, 10 destinasi prioritas yang penyelenggaraanya mamadukan nilai budaya dan komersial atau cultural values dan commercial Values," ujar Rizki, didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Sedangkan Kabid Pemasaran Area I Kemenpar Wawan Gunawan mengatakan, kegiatan ini akan menjadi pengungkit dalam pergerakan ekonomi. Karena mempunyai potensi yang sangat kuat untuk mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara untuk datang ke Garut.

“Digelarnya acara ini akan menggerakkan perekonomian masyarakat. Wisata Kabupaten Garut juga ikut terpromosikan kepada wisnus dan wisman,” kata Wawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi gelaran GPBG ini. Dikatakannya, selama ini, ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya wisman, 60 persen dipengaruhi oleh faktor budaya.

“Jadi ketika ada pertunjukan budaya yang menyentuh hati nurani masyarakat, akan menjadi daya tarik positif yang sangat tinggi. Sehingga berpengaruh dalam peningkatan kunjungan wisman dan wisnus,” kata Menpar Arief Yahya.

Melihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat Garut, Menpar pun menilai bahwa masyarakat sudah sangat siap menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. Terlebih Garut sejak sebelum zaman kemerdekaan sudah dikenal dengan kekayaan budaya, alam dan kulinernya.

“Sekarang ini tinggal meningkatkan promosi Garut agar supaya bangkit lagi pariwisatanya. Menyatukan stakeholder pariwisata, atau yang kita sebut unsur pentahelix,” pungkas Menpar Arief Yahya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Maskapai Garuda Indonesia

Sabtu, 23 Maret 2019 - 09:00 WIB

Bandara Kualanamu Jadi Hub Penerbangan Domestik Barat

Maskapai nasional Garuda Indonesia terus memperkuat komitmen pengembangan Bandara Internasional Kualanamu Medan sebagai hub penerbangan domestik wilayah Barat dan wilayah Asia Tenggara.

Siloam Hospitals Manado Sellengarakan Talkshow Pencegahan dan Penanganan Stroke

Sabtu, 23 Maret 2019 - 08:33 WIB

Siloam Hospitals Manado Sellengarakan Talkshow Pencegahan dan Penanganan Stroke

Penyakit dapat muncul dan terjadi pada siapa saja dan tidak mengenal usia dan kelamin sehingga akan mengganggu kualitas hidup seseorang termasuk stroke.

Ilustrasi Tes SBMPTN

Sabtu, 23 Maret 2019 - 08:11 WIB

Sambut Pelaksanaan Ujian SBMPTN, Pintaria Hadirkan Try Out SBMPTN Online Gratis

Menyambut pelaksanaan ujian SBMPTN, Pintaria sebagai portal edukasi yang berfokus pada , menyelenggarakan Try Out SBMPTN online secara gratis yakni sebanyak 3 (tiga) paket soal yang bisa diakses…

Foto Ilustrasi Pabrik Rokok

Sabtu, 23 Maret 2019 - 08:00 WIB

5,98 Juta Tenaga Kerja Bergabung di Industri Hasil Tembakau

Industri Hasil Tembakau (IHT) menyerap 5,98 juta tenaga kerja, yang terdiri atas 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi, serta sisanya 1,7 juta pekerja di sektor perkebunan.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 07:00 WIB

Market Cap Tembus Rp.500 Triliun , BBRI Cetak Rekor Baru Pekan ini

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) untuk kedua kalinya selama sepekan menorehkan prestasi terbaiknya di perdagangan bursa saham.