Produksi 1.000 KRL, PT INKA akan Perluas Pabrik

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 08 Desember 2018 - 12:20 WIB

Ilustrasi KRL Commuter Line
Ilustrasi KRL Commuter Line

INDUSTRY.co.id - Solo- PT Industri Kereta Api/Inka (Persero) memperluas pabrik untuk memenuhi kebutuhan armada kereta api di pasar lokal yang sebagian masih harus didatangkan dari luar negeri.

"Contohnya kereta rel listrik (KRL) dengan rute Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, red), kebutuhannya lebih dari 1.000 unit," kata Direktur Produksi PT Inka Bayu Waskito Sudadi di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (7/12/2018)

Padahal, dikatakannya, kapasitas produksi KRL yang mampu dipenuhi PT Inka dalam satu tahun hanya 200 unit.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya meningkatkan kapasitas produksi dengan mengembangkan pabrik baru di Banyuwangi.

Ia memperkirakan pabrik baru tersebut bisa mulai beroperasi pada semester dua 2020.

"Kami sudah beli tanah, sudah ada pemenang tender juga. Untuk kapasitas produksinya tiga kali lipat dibandingkan dengan pabrik yang ada di Madiun," katanya.

Ia mengatakan karena keterbatasan PT Inka dalam menyediakan KRL tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) harus mendatangkan armada kereta api dari luar negeri atau impor.

"Ada yang didatangkan bekas namun layak dipakai, biaya relatif murah, waktunya relatif bisa terkontrol. Ini dilakukan untuk menutup kekurangan KRL mereka (PT KAI, red)," katanya.

Mengenai target kinerja, dikatakannya, pada 2018 PT Inka ditargetkan memperoleh omzet sebesar Rp3,2 triliun dengan laba bersih Rp8,7 miliar. "Ini hampir akhir tahun dan sudah tercapai. Melihat hasil tersebut, Kementerian BUMN menargetkan hasil yang lebih besar lagi untuk tahun depan yaitu sebesar Rp3,7 triliun," katanya.

Realisasi perolehan omzet saat ini tumbuh sebesar 21 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya.

Sementara itu, terkait dengan BUMN Mengajar pihaknya mengenalkan BUMN secara umum kepada para siswa SMAN 1 Surakarta.

"Sekaligus kami mengenalkan profil PT INKA secara umum, yaitu sebagai satu-satunya industri manufaktur sarana kereta api di Asia Tenggara," katanya.

Ia mengatakan PT Inka memiliki peran dalam menumbuhkan kekuatan dan ketahanan bangsa khususnya dalam bidang perkeretaapian, penguasaan teknologi perkeretaapian beserta pengembangan produknya.

Selain itu, dikatakannya, perusahaan tersebut juga untuk mengurangi ketergantungan Indonesia dari luar negeri serta secara bisnis mampu bersaing di pasar internasional.

Pada kesempatan tersebut pihaknya juga memberikan bantuan kepada SMAN 1 Surakarta dalam bentuk 10 unit komputer dengan total nilai Rp50 juta.(Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

resi gudang srg kabupaten konawe

Selasa, 25 Februari 2020 - 23:11 WIB

Tertahan Sejak 2015, Akhirnya Kabupaten Konawe Keluarkan Resi Gudang SRG

Gudang sistem resi gudang (SRG) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, akhirnya mengeluarkan resi pertamanya pada 20 Februari 2020. Penerbitan resi pertama gudang SRG tersebut ialah untuk komoditas…

Keluarga Besar Tenda NTT Jakarta menggelar Family Gathering 2020 di Villa Standart, Puncak, Bogor

Selasa, 25 Februari 2020 - 22:37 WIB

Keluarga Besar Tenda NTT Jakarta Gelar Family Gathering dengan Penuh Kehangatan

Puncak Bogor-Keluarga Besar Tenda NTT Jakarta menggelar Family Gathering 2020 di Villa Standart, Puncak, Bogor.

Perdagangan Indonesia Amerika Serikat

Selasa, 25 Februari 2020 - 22:05 WIB

AS Keluarkan Indonesia dari Daftar Negara Berkembang, Ini Reaksi Mendag Agus

US Trade Representative (USTR) memperketat kriteria negara berkembang yang berhak mendapatkan pengecualian de minimis dan negligible import volumes untuk pengenaan tarif anti-subsidi atau countervailing…

PT Unilever Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 25 Februari 2020 - 21:22 WIB

PT Unilever Indonesia Tbk Raup Laba Bersih Rp 7,4 triliun di 2019

Perusahaan Consumer Goods terbesar di Indonesia ini mencatatkan penjualan bersih mencapai Rp 42,9 triliun, yang terdiri dari penjualan HPC dan F&R masing-masing sebesar Rp 29,8 triliun dan Rp…

Simulasi Pasien Corona di RSUP dr Kariadi Semarang

Selasa, 25 Februari 2020 - 21:02 WIB

Empat Hari Dirawat, Pasien Suspect Virus Corona Meninggal di RSUP dr. Kariadi Semarang

Seorang pasien di RSUP dr. Kariadi Kota Semarang meninggal dunia Minggu (23/2) lalu. Pasien tersebut sebelumnya dirawat di ruang isolasi karena suspect virus corona atau Covid-19