BANI dan IArbl Selenggarakan Seminar Internasional Arbitrase

Oleh : Amazon Dalimunthe | Kamis, 06 Desember 2018 - 11:11 WIB

M. Husseyn Umar, Chairman BANI dan Colin Ong, Advisor BANI pada saat penandatanganan MOU tentang Arbritse dan Tentang Penyelenggaraan Seminar dan Workshop Seminar International di Shangri-La Hotel Jakarta Beberapa Waktu Lalu
M. Husseyn Umar, Chairman BANI dan Colin Ong, Advisor BANI pada saat penandatanganan MOU tentang Arbritse dan Tentang Penyelenggaraan Seminar dan Workshop Seminar International di Shangri-La Hotel Jakarta Beberapa Waktu Lalu

INDUSTRY.co.id - JAKARTA--Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) bekerjasama dengan Institut Arbiter Indonesia (IArbI) beberapa waktu yang lalu menggelar Seminar Internasional dengan Tema “Meningkatkan Kerjasama Arbitrase Regional : Isu Kini dan Mendatang”. Seminar ini dilaksanakan dalam rangkaian HUT 41 BANI di hotel Shangri - La Jakarta beberapa hari lalu.

Ketua BANI Husseyn Umar mengatakan tema utama peringatan ulang tahun BANI ke-41 ini adalah “Kebangkitan Arbitrase Indonesia”.   Hal ini mengingat terminologi arbitrase sebetulnya sudah ada sejak jaman Belanda (walaupun pada waktu itu digunakan istilah perwasitan), tetapi barulah setelah BANI didirikan oleh KADIN Indonesia pada tahun 1977, arbitrase mulai tampil berperan nyata sebagai forum penyelesaian sengketa, bagi dunia bisnis yang membutuhkan penyelesaian secara cepat di luar pengadilan dan putusannya mengikat bagi para pihak.  Kebangkitan arbitrase semakin diperkokoh dengan terbitnya Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.   Suatu realita kalau saat ini penyelesaian sengketa Arbitrase makin diminati para pengusaha.  

“Hal yang membuat kalangan bisnis makin tertarik ke BANI adalah penyelesaian sengketa di BANI dijamin kerahasiaannya, karena diselenggarakan secara tertutup, teratur adminstrasinya dan dapat diselesaikan dalam waktu cepat, paling lama 180 hari,” ucap Husseyn.

“Seminar Internasional ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian HUT ke- 41 BANI yang puncak acara peringatannya adalah tanggal 30 November 2018.  Peserta Seminar internasional tersebut diikuti oleh para pelaku konstruksi, pengacara dan advokat, akademisi dan mahasiswa, serta pengusaha dari dalam dan luar negeri dan tentu saja Dewan Pengurus BANI Jakarta beserta seluruh perwakilan BANI Surabaya, Bandung, Bali dan lainnya,” ujar Ir. H. Agus Kartasasmita, salah satu pimpinan panitia yang juga Ketua IArbl di sela–sela seminar tersebut.

Dalam rangka seminar Internasional tersebut, juga telah dilangsungkan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MoU) antara Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dengan Arbitration Association of Brunei Darussalam (AABD) dalam bidang abitrase melalui kegiatan kerjasama penyelenggaraan seminar Internasional dan workshop serta media publikasi dan pertukaran informasi dalam meningkatkan kualitas arbitrase Menurut Husseyn, penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut merupakan bagian dari belasan perjanjian kerjasama BANI dengan lembaga–lembaga arbitrase di negara-negara lain di seluruh dunia.

Menurut Agus perkembangan arbitrase international merupakan hal yang menarik mengingat sengketa komersial internasional terus meningkat setiap tahun, khususnya di wilayah yang memiliki cakupan ekonomi yang luas seperti wilayah Asia Pasifik di mana di negara-negara tersebut juga terdapat lembaga-lembaga arbitrase.“Tidak hanya dalam pandangan budaya namun dalam perspektif hukum, terdapat perbedaan kebijakan dan peraturan. Untuk itu, bahwa kerjasama antar lembaga arbitrase memang diperlukan” tegasnya.

Seminar telah membahas berbagai masalah penting yang berkaitan dengan arbitrase dalam berbagai aspek, seperti yang saat ini sedang menjadi topik hangat yaitu mengenai sengketa konstruksi, sengketa kemaritiman, pentingnya kode etik dan masalah konflik kepentingan dalam Arbitrase / ADR, dan mengenai pelaksanaan putusan arbitrase asing/internasional.

“Dengan beberapa pembicara terkemuka dari Indonesia dan luar negeri antara lain: Victor Leginsky dari Qatar; Robert Palmer dari Singapura; Peter Chow dari Hongkong; Prof. Rouven Bodenheimer dari Jerman;  Sahat Siahaan; Dr. Mohamad Idwan Gani dan Prof. Chaidir Anwar Makarim dari Indonesia, dan beberapa pembicara lain, seminar tersebut telah menghasilkan berbagai ide, informasi, pengetahuan dan perkembangan terkini yang bermanfaat mengenai Arbitrase,” imbuh Agus. (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Garuda Indonesia Vintage Flight Experience (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 10 Desember 2018 - 19:00 WIB

Garuda Indonesia Mulai Operasikan Layanan Vintage Flight Experience

Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi melayani penerbangan "Vintage" bertajuk "Garuda Indonesia Vintage Flight Experience" yang ditandai dengan pengoperasian penerbangan pertama vintage flight…

Industri daur ulang sampah plastik (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 10 Desember 2018 - 18:25 WIB

Dinilai Mampu Sumbang Devisa, Danone Ajak Media Industri Kenali Sisi Positif dari Sampah Plastik

PT Danone Indonesia bekerjasama dengan Forum Wartawan Industri (Forwin) mengadakan Workshop Media dengan tema "Inovasi dan Kontribusi Industri Menerapkan Model Pengelolaan Sampah Plastik yang…

Menteri BUMN Rini Soemarno (Dok Humas BUMN)

Senin, 10 Desember 2018 - 18:00 WIB

Bangun TOD, Wujud Nyata Sinergi BUMN Bagi Penyediaan Hunian Layak Terjangkau

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno terus memberikan dukungan bagi penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat kecil dan menengah. Dukungan diberikan dengan…

Peluncuran Realme U1 (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Senin, 10 Desember 2018 - 17:53 WIB

Disiapkan Untuk Jadi Smartphone Selfie, Realme Hadirkan Realme U1 Dengan Kamera SelfiePro 25MP

Smartphone Realme secara resmi telah memperluas rangkaian produk mereka ke Asia Tenggara dengan meluncurkan jajaran smartphone baru yang mengintegrasikan kinerja yang cepat, kamera selfie yang…

Tanaman kopi (foto Industry.co.id)

Senin, 10 Desember 2018 - 17:26 WIB

Kabar Gembira, Indonesia Peringkat ke-4 Produsen Kopi Dunia

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan Indonesia saat ini berada di peringkat ke-4 produsen kopi dunia dengan jumlah produksi sebesar 600.000 ton atau sekitar 6,6 persen…