Asephi Desak Pemerintah Lakukan Trobosan Sektor Tekstil

Oleh : Herry Barus | Selasa, 21 Februari 2017 - 12:31 WIB

Produksi tekstil (vov5)
Produksi tekstil (vov5)

INDUSTRY.co.id - Pekalongan- Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengkhawatirkan pangsa pasar tekstil Indonesia akan bergeser atau direbut oleh negara lain seperti Vietnam, Kamboja, dan Bangladesh.

Ketua Asephi Kota Pekalongan Romi Oktabirawa di Pekalongan, Selasa (21/2/2017)  mengatakan bahwa saat ini tiga negara tersebut sedang mencari terobosan untuk merebut pangsa pasar tekstil Indonesia.

"Oleh karena itu, kami harus mampu berinovasi bagaimana cara pertekstilan Indonesia tetap bisa bersaing dengan negara lain. Tentunya hal ini juga perlu dukungan dari pemerintah," katanya seperti dilansir Antara.

Menurut dia, pemerintah perlu melakukan solusi dan terobosan untuk menghidupkan industri tekstil Indonseia dalam menghadapi persaingan bisnis tekstil yang semakin kompetitif.

Selain itu, kata dia, perkembangan usaha industri pertekstilan juga akan dipengaruhi kondisi politik suatu negara.

Ia mengaku selama ini 80 persen bahan tekstil Indonesia masih mengimpor sehingga industri pertekstilan masih bergantung pada pasokan negara lain.

Selama ini, kata dia, industri tekstil di Indonesia masih mengandalkan pasokan bahan tekstil dari China dan Amerika Serikat.

"Ketergantungan impor bahan tekstil ini tentunya dapat diantisipasi karena Indonesia memiliki banyak sumber daya alam (SDA) yang bisa dijadikan andalan," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Patuna Travel Fair Turut Meriahkan Pameran Garuda Indonesia Travel Fair 2017

Jumat, 22 September 2017 - 21:27 WIB

Patuna Travel Bertabur Diskon di Ajang Garuda Travel Fair 2017

Jelang akhir tahun saatnya bagi Anda untuk merencanakan liburan, yuk datangi pameran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017 yang berlangsung Jumat, 22 hingga 24 September ini. Ada banyak sekali…

Ketua DPR Setya Novanto (Foto ist)

Jumat, 22 September 2017 - 21:24 WIB

KPK: Tidak Benar Setya Novanto Telah Ditahan

Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setiadi menyatakan tidak benar pihaknya telah menahan Setya Novanto seperti yang disebutkan dalam dalil permohonan praperadilan Ketua DPR…

Kartu E-toll (ist)

Jumat, 22 September 2017 - 21:19 WIB

Masih Gratis Lima Kali Beli Isi Ulang Uang Elektronik Rp200 Ribu

Masyarakat dapat mengisi ulang uang elektronik tanpa dikenakan biaya maksimal Rp200 ribu, ini dapat berlaku pengisian lima kali dalam satu waktu. Ini merupakan cara menghindari pengenaan beban…

Bank Indonesia

Jumat, 22 September 2017 - 21:16 WIB

Jangka Panjang Bank Peroleh Pendapatan e Money

Bank Indonesia (BI) mensinyalir masa depan bank penerbit uang elektronik akan mendapatkan keuntungan berupa fee base income atau pendapatan non bunga.

Ilustrasi e-money. (Foto: Istimewa)

Jumat, 22 September 2017 - 21:14 WIB

BI Segera Terbitkan Aturan Lanjutan Biaya Top Up e Money

Bank Indonesia (BI) segera menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) lanjutan tentang uang elektronik, terutama terkait on us atau isi ulang dalam satu kanal bank penerbit.