Bantu Pendidikan Penyandang Disabilitas, NusantaRun Chapter 6 Targetkan Donasi 2,5 Milyar

Oleh : Kormen Barus | Sabtu, 01 Desember 2018 - 05:30 WIB

Yayasan Lari Nusantara (NusantaRun) kembali menggelar event tahunan yang mengusung konsep ultra marathon for charity
Yayasan Lari Nusantara (NusantaRun) kembali menggelar event tahunan yang mengusung konsep ultra marathon for charity

INDUSTRY.co.id -Jakarta -Yayasan Lari Nusantara (NusantaRun) kembali menggelar event tahunan yang mengusung konsep ultra marathon for charity. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat, (7/12/2018) hingga Minggu, (9/12/2018) di Wonosobo, Jawa Tengah dan Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tahun ini menjadi tahun keenam penyelenggaraan event NusantaRun. Sebanyak 201 pelari yang terdiri dari 116 kategori half course (86 kilometer) dan 85 kategori full course (169 kilometer) akan berjuang mencapai garis finish di Pantai Sepanjang, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kendati menuju garis finish yang sama, namun kedua kategori tersebut mulai berlari dari garis start yang berbeda. Pelari kategori full course akan mulai berlari di garis start yang berada di Kledung Pass Hotel, Wonosobo, Jawa Tengah dan pelari kategori half course akan mulai berlari di garis start yang berada di Kantor Kepala Desa Karangwuni, Wates, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sama halnya dengan tahun-tahun sebelumnya, para pelari tidak hanya berlari puluhan hingga ratusan kilometer jauhnya. Mereka juga memiliki tanggung jawab untuk menggalang donasi yang dimulai sejak tanggal 24 Agustus 2018 dan berakhir pada tanggal 11 Januari 2019. Tahun ini, NusantaRun menargetkan donasi yang terkumpul sebesar 2,5 milyar yang nantinya akan digunakan untuk program Pengembangan Pendidikan Murid Penyandang Disabilitas di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang bekerja sama dengan Kampus Guru Cikal.

Bagi Sandy Suryapranata, tahun ini menjadi tahun keenam sebagai pelari NusantaRun. Betapa tidak, Sandy tidak pernah absen menjadi pelari sekaligus fundraiser NusantaRun sejak chapter 1 pada tahun 2013. Ia bercerita bahwa motivasinya menjadi pelari NusantaRun karena ingin mengusahakan yang terbaik untuk pendidikan di Indonesia. Selain itu, ia juga senang dengan efek dari kegigihan mengumpulkan donasi yang dapat membuat orang-orang yang tidak disangka bersedia menjadi donatur justru malah menjadi donatur terbesar, bahkan di antara mereka ada yang secara sukarela turut mengajak orang lain untuk berdonasi.

Keputusan Sandy menjadi pelari NusantaRun juga didukung penuh oleh keluarga. "Awalnya sempat kaget karena harus lari puluhan hingga ratusan kilometer. Bahkan sempat takut kaki saya bisa copot setelah lari NusantaRun. Namun bersyukur keluarga mendukung penuh karena kegiatan ini tujuannya jelas yaitu untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, terutama membantu pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas,” kata Sandy.

Sementara itu, Founder NusantaRun Jurian Andika mengatakan bahwa isu pendidikan bagi penyandang disabilitas sangatlah penting. Apalagi mengetahui fakta bahwa masih banyak penyandang disabilitas di Indonesia yang kurang mendapatkan akses pendidikan dan akses pekerjaan. “Melalui kampanye ‘Pendidikan untuk Semua’, kami ingin menyuarakan bahwa anak-anak penyandang disabilitas juga memiliki hak yang sama dalam akses terhadap pendidikan dan pekerjaan,” pungkas Jurian.

Hal senada juga disampaikan Co-Founder NusantaRun Christopher Tobing. Ia menilai sebetulnya banyak dari penyandang disabilitas yang memiliki bakat dan potensi. Sayangnya kurang mendapatkan perhatian. Padahal, kata Christopher, jika penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama dengan orang-orang pada umumnya tentu mereka bisa berkarya dan memiliki masa depan yang jauh lebih gemilang.

Berkaitan dengan profil penyandang disabilitas di Indonesia, Founder Kampus Guru Cikal Najeela Shihab mengatakan penyandang disabilitas di Indonesia hampir 30 juta atau sekitar 12,5% dari populasi. Untuk akses terhadap pendidikan, penyandang disabilitas yang mengenyam bangku Sekolah Dasar ke atas hanya 54,26% dibandingkan dengan non disabilitas yang mencapai angka 87,31%.

Adapun sekitar 45,74% penyandang disabilitas tidak pernah mengenyam pendidikan SD. Untuk akses terhadap pekerjaan, hanya 51,2% penyandang disabilitas berpartisipasi dalam pasar kerja dibandingkan dengan non disabilitas yang mencapai angka 70,40%. (Sumber: FEB UI, 2016).

Sementara untuk potret pendidikan inklusi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Najeela Shihab mengatakan bahwa potret pendidikan inklusi di dua provinsi tersebut secara umum dapat dikatakan sudah ada arah untuk mengembangkan pendidikan inklusi yang terlihat dari kebijakan dan peraturan yang dikeluarkan pemerintah daerah. Namun di lapangan, implementasi kebijakan tersebut masih jauh dari harapan.

“Sebuah riset yang dilakukan Universitas Negeri Semarang menyimpulkan bahwa pengelolaan pendidikan inklusi di Jawa Tengah masih kurang memadai, mulai dari aspek identifikasi kebutuhan murid, penyesuaian kurikulum, kualitas guru, sarana prasarana, pembiayaan hingga aspek sosialisasi ke masyarakat,” ungkap Najeela.

Sebagai terobosan, Kampus Guru Cikal akan meluncurkan program Pengembangan Murid Penyandang Disabilitas di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang lebih menekankan pada penyiapan keluaran atau lulusan pendidikan inklusi agar berhasil di pendidikan lanjutan.

“Melalui program tersebut, kami berharap ada contoh nyata keberhasilan pendidikan inklusi yang dapat meyakinkan orang tua, guru, dan masyarakat luas tentang potensi murid penyandang disabilitas,” imbuh Najeela.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa ada tiga pilar utama untuk program yang akan dijalankan, yaitu menyiapkan guru pembimbing karir yang bisa mengarahkan dan memberi dukungan bagi anak penyandang disabilitas, pengembangan komunitas guru belajar bimbingan karir sebagai sistem dukungan bagi murid penyandang disabilitas, serta pengembangan diri dan penyediaan beasiswa pendidikan tinggi bagi murid penyandang disabilitas.

Misi pendidikan untuk semua dapat terwujud lantaran dukungan berbagai pihak, termasuk dari korporat. Telkomsel menjadi sponsor utama NusantaRun yang telah mendukung acara ini selama empat tahun berturut-turut. Koneksi antardaerah yang terhubung melalui gerakan lari NusantaRun diperkuat dengan dukungan jaringan dari Telkomsel, sehingga baik pelari maupun para sukarelawan, tetap dapat berkomunikasi dengan nyaman ketika berjuang demi pendidikan di Indonesia.

GM External Corporate Communication Telkomsel Denny Abidin mengungkapkan, “Setiap tahun, Telkomsel selalu menyambut NusantaRun dengan antusias karena acara ini bukan sekadar ajang kemeriahan pembuktian kekuatan, namun juga sangat relevan dengan kebutuhan bangsa dan memberikan dampak yang nyata bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. Selain itu, dukungan kami untuk NusantaRun didasarkan pada semangat yang sama, yaitu menyebarkan semangat #BikinKerenIndonesia kepada masyarakat luas, dengan turut serta memberikan kontribusi apapun yang dimiliki untuk memberikan dampak positif bagi kehidupan orang lain.”

Denny juga menambahkan bahwa Telkomsel menyakini semangat #PowerOfContribution yang diusung NusantaRun. Telkomsel mengajak karyawannya yang tergabung dalam Telkomsel Runners untuk aktif menjadi bagian dari NusantaRun, baik dengan menjadi fundraiser sebagai pelari ataupun tim sukarelawan. “Pada akhirnya melalui dukungan yang holistik dari Telkomsel, kami berharap bersama-sama dengan NusantaRun dapat mempererat koneksi antar satu daerah dengan daerah lainnya, demi memajukan pendidikan sekaligus #BikinKerenIndonesia,” pungkas Denny.

Sementara itu, Pocari Sweat berkomitmen untuk terus mengedukasi akan pentingnya pemahaman dan penerapan #SAFERUNNING kepada runners di Indonesia. Salah satu yang terpenting dalam ultra marathon fun rising event yaitu penyediaan hydratION point karena penyebab terjadinya cedera ringan (heat stress, fatigue dan keram) ataupun cedera fatal (heat stroke) lantaran kekurangan ion tubuh atau yang sering kita kenal dengan istilah dehidrasi.

Pocari Sweat memberikan pre-race hydration sebelum berlari, saat berlari akan tersebar 12 hydratION point di sepanjang rute serta setelah berlari di 1 titik refreshment.

Kolaborasi dari berbagai pihak dalam mendorong kemajuan pendidikan bagi penyandang disabilitas menjadi semangat yang ingin disebarkan NusantaRun tahun ini. “Kami meyakini bahwa siapapun dapat berkontribusi memajukan pendidikan Indonesia. Dengan semangat power of contribution serta fokus terhadap isu pendidikan bagi penyandang disabilitas, kami berharap dapat membuka mata banyak orang bahwa sejatinya pendidikan harus dapat diakses oleh siapapun tanpa terkecuali,” kata Christopher.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Garuda Indonesia Vintage Flight Experience (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 10 Desember 2018 - 19:00 WIB

Garuda Indonesia Mulai Operasikan Layanan Vintage Flight Experience

Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi melayani penerbangan "Vintage" bertajuk "Garuda Indonesia Vintage Flight Experience" yang ditandai dengan pengoperasian penerbangan pertama vintage flight…

Industri daur ulang sampah plastik (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 10 Desember 2018 - 18:25 WIB

Dinilai Mampu Sumbang Devisa, Danone Ajak Media Industri Kenali Sisi Positif dari Sampah Plastik

PT Danone Indonesia bekerjasama dengan Forum Wartawan Industri (Forwin) mengadakan Workshop Media dengan tema "Inovasi dan Kontribusi Industri Menerapkan Model Pengelolaan Sampah Plastik yang…

Menteri BUMN Rini Soemarno (Dok Humas BUMN)

Senin, 10 Desember 2018 - 18:00 WIB

Bangun TOD, Wujud Nyata Sinergi BUMN Bagi Penyediaan Hunian Layak Terjangkau

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno terus memberikan dukungan bagi penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat kecil dan menengah. Dukungan diberikan dengan…

Peluncuran Realme U1 (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Senin, 10 Desember 2018 - 17:53 WIB

Disiapkan Untuk Jadi Smartphone Selfie, Realme Hadirkan Realme U1 Dengan Kamera SelfiePro 25MP

Smartphone Realme secara resmi telah memperluas rangkaian produk mereka ke Asia Tenggara dengan meluncurkan jajaran smartphone baru yang mengintegrasikan kinerja yang cepat, kamera selfie yang…

Tanaman kopi (foto Industry.co.id)

Senin, 10 Desember 2018 - 17:26 WIB

Kabar Gembira, Indonesia Peringkat ke-4 Produsen Kopi Dunia

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan Indonesia saat ini berada di peringkat ke-4 produsen kopi dunia dengan jumlah produksi sebesar 600.000 ton atau sekitar 6,6 persen…