Produksi Jagung Dalam Negeri Mencukupi

Oleh : Wiyanto | Kamis, 29 November 2018 - 09:13 WIB

Beras (Foto/Rizki Meirino)
Beras (Foto/Rizki Meirino)

INDUSTRY.co.id

Jakarta – Kebijakan pemerintahan Joko Widodo, khususnya di sektor pangan belakangan ini silih berganti menjadi bahan perbincangan berbagai pihak. Beberapa media massa nasional terus memuat narasi-narasi yang mempertanyakan langkah-langkah pemerintah. Namun hal tersebut masihdimaklumi sebagai bagian dari upaya membangun kedaulatan pangan dengan mengawasi dan menjaga keberlanjutan ketersediaan dan produksi pangan dalam negeri.

Yang terhangat dan terjaga intensitasnya beberapa hari belakangan di beberapa media adalah soal produksi, stok, dan impor jagung pakan. Jawaban dan penjelasan terus menerus dari Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai pihak yang diamanahi tanggungjawab masalah produksi komoditas pertanian, tidak menghentikan pertanyaan demi pertanyan melalui media yang secara bergantian dimunculkan.

Pertanyaan terbesar tentu soal keputusan pemerintah yang berencana mengimpor jagung sebanyak 100 ribu ton, di tengah perhitungan produksi jagung tahun 2018 yang diperkirakan surplus hingga 12,98 juta ton.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kementerian Pertanian (Kementan), Syukur Iwantoro pernah menyampaikan, dalam konteks penyediaan bahan kebutuhan pokok (dalam hal ini pangan), ekspor – impor adalah hal biasa. Terlebih Indonesia tergabung dalam Wolrd Trade Organization (WTO) atau organisasi perdagangan dunia.

“Indonesia sebagai bagian dari warga global, akan terus konsisten mengikuti aturan yang berlaku di tingkat global, seperti WTO. Namun usaha dan upaya kita untuk kemandirian dan kedaulatan pangan, tidak boleh berhenti”, pungkas Syukur kemarin di Jakarta.

Untuk alasan kemandirian pangan itu, Pemerintah melalui Kementan melakukan pengendalian impor bahan pangan. Memompa semangat petani untuk mendorong peningkatan produksi pertanian dalam negeri. Dengan harapan akan meningkatkan kesejahteraan petani lokal khususnya. Namun begitu Syukur menambahan, dalam kondisi tertentu impor boleh jadi dilakukan.

“Sebagai upaya melindungi masyarakat konsumen dengan menjaga harga pasokan bahan pangan dan stabilitas harga di pasar. Sehingga angka inflasi terjaga sebagaimana yang ditargetkan Pemerintah”, ujarnya.

Dekan Fakultas Pertanian Institut Ilmu Pertanian Bogor (IPB), Suwardi, menguatkan pendapat ini, bahwa untuk tujuan tertentu terkadang impor diperlukan.

“Dari segi jumlah produksi untuk memenuhi kebutuhan jagung dalam negeri, produksi kita mungkin saja sudah mencukupi. Tetapi jumlah saja tidak cukup karena masih ada faktor lain”, ujar Suwardi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUMN))

Jumat, 22 Maret 2019 - 18:00 WIB

Tingkat Layanan Jalan Tol, Menteri Rini Ikut Simulasi RFID Jasa Marga

PT Jasa Marga Tbk menggelar simulasi transaksi nir sentuh berbasis Radio-Frequency Identification (RFID) atau Single Lane Free Flow (SLFF) untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan bagi para…

Sampoerna Kayoe Dobrak Batasan Industri Kayu di Indonesia dan Mancanegara

Jumat, 22 Maret 2019 - 17:40 WIB

Sampoerna Kayoe Dobrak Batasan Industri Kayu di Indonesia dan Mancanegara

Sampoerna Kayoe turut meramaikan Expo Indobuildtech 2019 yang diadakan pada tanggal 20-24 Maret 2019 di ICE, BSD-Tangerang.

Peluncuran All New Ertiga Suzuki Sport (Foto: Ridwan)

Jumat, 22 Maret 2019 - 17:35 WIB

Resmi Meluncur, All New Ertiga Suzuki Sport Bawa 11 Fitur Baru

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) lagi-lagi memberikan penyegaran untuk Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) andalannya, dengan menghadirkan All New Ertiga Suzuki Sport.

Grand opening New Marketing Office dan MOU Signing Ceremony dengan Sekolah Mutiara Bangsa dan Muslim Cendekia Islamic School

Jumat, 22 Maret 2019 - 16:15 WIB

Ciputra Teken MoU Dengan Sekolah Mutiara Bangsa dan Muslim Cendekia Islamic School di Citra Maja Raya

Proyek Citra Maja Raya seluas 2.600 hektare (Ha) terus mengebut pembangunannya. Hasilnya, kini proyek garapan Joint Operation PT. Ciputra Residence, PT. Hanson International tbk, PT Bhuwanatala…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berfoto bersama dengan Karyawan Mitra Produksi Sigaret (MPS) dan Paguyuban Sampoerna Retail Community (SRC)

Jumat, 22 Maret 2019 - 16:10 WIB

Menperin Sebut Mitra Produksi Sigaret Sebagai Pahlawan Industri Nasional

Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada paguyuban Mitra Produksi Sigaret (MPS), sebagai wadah yang menaungi 38 produsen Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan bermitra dengan PT HM Sampoerna.