Water Credit Jadi Solusi Pembiayaan Pembangunan Air Bersih

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 23 November 2018 - 05:36 WIB

Peringati Hari Air Sedunia, SGU Sediakan Air Bersih di Desa Marga Mulya, Tangerang
Peringati Hari Air Sedunia, SGU Sediakan Air Bersih di Desa Marga Mulya, Tangerang

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Ketersediaan air bersih masih menjadi masalah di berbagai wilayah di Indonesia. Padahal akses terhadap air dipercaya sebagai cara memutus mata rantai kemiskinan serta menjaga rantai kehidupan. Meski dalam 20 tahun terakhir tingkat pendapatan dan ekonomi di Indonesia meningkat, namun dari 225 juta penduduk, lebih dari 33,4 juta penduduk kekurangan air bersih dan 99,7 juta kekurangan akses untuk fasilitas sanitasi yang baik.

Pedesaan merupakan wilayah yang banyak mengalami kesulitan akses terhadap air bersih. Selain itu, ketersediaan dana juga menjadi tantangan dalam mewujudkan 100 persen akses air bersih.

Salah satu upaya efektif mengatasi persoalan dana tersebut adalah dengan mengoptimalkan potensi perusahaan air baik di desa maupun kota. Upaya inilah yang diangkat oleh Water.org untuk mengembangkan program Water Credit.

Country Manager Water.org Rachmad Hidayad mengatakan, Water Credit merupakan solusi sekaligus peluang bagi lembaga keuangan mikro untuk mengembangkan dan meluncurkan produk keuangan untuk air dan sanitasi.

"Dengan Water Credit, program akses air bersih dan sanitasi dapat menjangkau dan memberdayakan lebih banyak orang," ujar Rachmad dalam acara Kopi Sore di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis,(22/11/2018).

Rachmad melanjutkan, skema kredit mikro dapat lebih menjamin keberlanjutan program air bersih dan sanitasi dibandingkan bantuan langsung yang dapat terputus apabila donasi dihentikan.

Untuk mempercepat tercapainya program 100 persen air bersih pada 2019, Water.org juga membuka kesempatan pada berbagai pihak termasuk turut mengadopsi program Water Credit. Salah satunya adalah Danone-Aqua.

Water.org dan Danone-Aqua menargetkan dampak yang lebih besar melalui solusi keuangan yang berkelanjutan dengan memberdayakan kelompok Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) Pedesaan.

Salah satu yang mendapat pembiayaan Water Credit dari Warer.org dan Danone-Aqua adalah Kelompok Pengelola SPAMS Jolotundo, Desa Juwangi, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali. Sebumnya masyarakat desa ini mendapatkan air bersih dengan mengambil di mata air Jolotundo menggunakan ember.

Tahun 2012, Desa Juwangi mendapatkan dana dari pemerintah melalui porgram PAMSIMAS untuk membentuk KPSPAMS Jolotundo dan mengelola sistem penyediaan air minum untuk Desa Juwangi. Pada Desember 2017, melalui program Water Credit, KPSPAMS Jolotundo mendapatkan pembiayaan dari Bank Boyolali sebesar Rp50 juta.

Dana tersebut digunakan untuk membuat jaringan pipa distribusi kepada Sambungan Rumah baru. Jangka waktu pinjaman adalah 36 bulan dengan angsuran Rp1,86 juta per bulan

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:50 WIB

Lewat Program Santripreneur, Kemenperin Telah Bina Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha

Kementerian Perindustrian hingga saat ini telah membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri.

Direktur Utama PT Jababeka Morotai Basuri Tjahja

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:48 WIB

Dirut PT Jababeka Morotai Cari Investor untuk Kembangkan Bandara Internasional KEK Morotai

Perhelatan Metal & Energy International Summit 2019 kembali digelar selama dua hari yang berlangsung 19 -20 Maret 2019, di Hotel JS Luwansa. Acara ini menghadirkan sekitar 100 delegasi negara…