BNI Janji Tak Segera Naikkan Bunga Kredit Rumah

Oleh : Herry Barus | Kamis, 22 November 2018 - 05:59 WIB

Ilustrasi Perumahan
Ilustrasi Perumahan

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk berjanji dalam waktu dekat tidak akan menaikkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) meskipun suku bunga acuan Bank Indonesia telah naik agresif dalam kurun enam bulan hingga 175 basis poin.

Ditahannya kenaikan suku bunga KPR itu karena permintaan nasabah untuk kredit properti masih lesu, kata Sekretaris Perusahaan BNI Kiryanto di Jakarta, Rabu (21/11/2018)

Perseroan belum melihat kenaikan permintaan riil untuk KPR, sehingga memilih untuk tidak agresif mengeruk keuntungan dari pendapatan bunga dan memilih lebih hati-hati.

"Sekarang ini permintaan riil properti masih rendah, apalagi kalau kita naikkan (suku bunga), mana ada yang mau," kata Kiryanto.

Suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sejak Mei hingga akhir November 2018 ini sudah naik 175 basis poin atau 1,75 persen menjadi enam persen.

Kiryanto mengatakan BNI baru akan menaikkan suku bunga KPR ketika permintaan KPR sudah membaik dan tren kenaikan suku bunga masih terjadi. "Dengan suku bunga rendah, permintaan tipis, (Ada Kenaikan) jika permintaan riil naik dan suku bunga BI juga naik," ucapnya.

Menurut Kiryanto, tidak hanya untuk bunga KPR, namun untuk suku bunga kredit lain, terutama sektor konsumsi, BNI juga masih menahan kenaikan suku bunga.

Oleh karena melambatnya kenaikan suku bunga kredit, ujar Kiryanto, perseroan juga sedang memutar otak untuk memperoleh keuntungan dari pendapatan berbasis komisi (fee based income), bukan selalu dominan dari pendapatan bunga bersih (net interest income).

"jika kita mengacu kepada negara yang sudah maju, sumber pendpatannya bukan lagi hanya mengandalkan bunga, tapi juga komisi. Ke depan, kita juga ingin perbanyak yang komisi," ujar dia.

Upaya untuk menggenjot pendapatan komisi juga karena saat ini pertumbuhan industri keuangan non bank (IKNB) begitu menggeliat. Alhasil banyak produk keuangan yang membutuhkan kerja sama dengan bank, seperti, asuransi, pengelolaan dana nasabah kaya, instrumen pasra uang atau instrumen pasar modal.

Dalam konteks itu, BNI ingin memanfaatkan masifnya pertumbuhan produk keuangan dengan kerja sama yang bermuara pada pendapatan komisi bagi perseroan.

"Memang tidak selalu dari Marjin Bunga Bersih (NIM), tapi kan ada jalur-jalur lain seperti transaksional banking yang bisa memberi komisi," ujar Kiryanto.

Menurut data di laman resmi BNI, suku bunga dasar kredit (SBDK) perseroan per 30 September 2018 adalah  KPR sebesar 10,5 persen, untuk non KPR sebesar 12,5 persen. Kemudian SBDK untuk ritel 9,95 persen, dan korporasi 9,95 persen.

Namun, SBDK tersebut belum ditambah komponen premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masing nasabah.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kerbau di persawahan

Rabu, 20 Maret 2019 - 07:38 WIB

Kementan tingkatkan pengawasan terhadap pemasukan daging kerbau asal India

Jakarta, Adanya pemberitaan di beberapa media online terkait kejadian kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di beberapa negara bagian di India, telah meningkatkan sikap kehati-hatian dan kewaspadaan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:50 WIB

Lewat Program Santripreneur, Kemenperin Telah Bina Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha

Kementerian Perindustrian hingga saat ini telah membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri.