Menperin Airlangga: Industri Manufaktur Topang Perekonomian Kepulauan Riau

Oleh : Ridwan | Senin, 19 November 2018 - 09:20 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani (Foto: Kemenperin)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani (Foto: Kemenperin)

INDUSTRY.co.id - Batam, Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor industri manufaktur. Untuk itu, pemerintah terus mendorong wilayah tersebut menjadi tujuan investasi dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Industri pengolahan memberikan kontribusi paling besar hingga 36 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri pada triwulan III tahun 2018," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika menjadi narasumber seminar nasional bertema "Kebangkitan Ekonomi Batam - Provinsi Kepri untuk Industri Indonesia" di Kota Batam, akhir pekan kemarin.

Menperin juga mencatat, perekonomian Provinsi Kepri pada triwulan III-2018 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp65,19 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp43,68 triliun. Hal ini tidak terlepas dari peran Batam sebagai salah satu pusat kawasan industri.

"Maka itu, kami mengajak kepada para pelaku industri dan investor di Batam untuk tetap optimistis menjalankan usahanya. Pemerintah telah memiliki solusi dan kebijakan strategis untuk menjadikan kawasan Batam semakin kompetitif," paparnya. 

Apalagi, Batam berpeluang menjadi pusat pertumbuhan startup dengan adanya pengembangan Nongsa Digital Park. Upaya ini untuk merealisasikan Batam sebagai innovation hub serta mendukung implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

"Saat leadership retreat di Bali pada Oktober lalu, Pemerintah Indonesia dan Singapura menandatangani Bilateral Investment Treaty. Selain potensi investasi Singapura ke Batam akan semakin besar, juga membidik Batam sebagai digital bridge Singapura ke Indonesia," imbuhnya.

Airlangga menambahkan, Indonesia ke depan diyakini bisa menjadi pusat pengembagan ekonomi digital. Kondisi tersebut akan mendukung visi Indonesia menjadi bagian dari 10 negara besar yang memiliki ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.

"Kami sedang menghitung, di tahun 2030, kita butuh 17 juta tenaga kerja yang punya literasi terhadap ekonomi digital," jelasnya.

Saat ini, industri manufaktur masih menjadi penopang utama perekonomian di Batam, dengan didukung pula sektor perdagangan dan jasa, serta konstruksi. Perlahan namun pasti, industri lain juga mulai berkembang pesat di Batam. Di antaranya industri digital, pariwisata, dan MRO atau industri perawatan pesawat.

"Tentunya kami juga fokus pada pengembangan sektor lain, seperti industri galangan kapal (shipyard), offshore, termasuk migas," tuturnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengaku telah melihat perkembangan positif dari Batam. Pertumbuhan ekonomi yang saat ini sudah di angka 4,25 persen, jauh lebih tinggi dibanding 2017 lalu yang berada di bawah dua persen.

"Dengan tren yang bagus itu, kami berharap agar kebijakan yang ada harus disempurnakan. Begitu juga dengan koordinasi di tingkat daerah dan pusat yang harus berjalan harmonis. Dengan begitu, kawasan strategis seperti Batam dan kawasan industri lain bisa kembali dilirik investor," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Skandinavia

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:02 WIB

Lakukan Serah Terima Kunci, Apartemen Skandinavia Sudah Siap Dihuni

Puluhan unit apartemen Skandinavia telah mulai diserah terimakan sejak 11 December 2018. Setiap harinya mulai tanggal tersebut, PT Pancakarya Griyatama selaku pengembang Skandinavia apartemen,…

Taman Krueng Daroy

Sabtu, 15 Desember 2018 - 20:42 WIB

Krueng Daroy Contoh Baik Program Kolaborasi Penataan Kawasan di Banda Aceh

Keberhasilan penataan kawasan yang dilaksanakan secara paralel dengan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertujuan untuk…

BRIsyariah berpartisipasi di ISEF

Sabtu, 15 Desember 2018 - 20:25 WIB

Festival Ekonomi Syariah Sepakati Bisnis Senilai Rp 6,75 Triliun

Bank Indonesia menyebutkan selama penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah Indonesia (Indonesia Sharia Economic Festival/ISEF) pada 11-15 Desember 2018 terjadi kesepakatan bisnis para pelaku…

i Synergy Group Limited platform pemasaran afiliasi asal Malaysia mengucurkan investasi senilai 42 juta dolar Australia untuk mengembangkan afiliasi pemasaran dan business training centrenya di Indonesia

Sabtu, 15 Desember 2018 - 19:32 WIB

Jaring Pelaku E-commerce, i Synergy Luncurkan Bisnis Pemasaran Afiliasi

Semarak dunia digital dan ramainya lini e-commerce pun tersaji di negeri ini. Sebuah era baru yang begitu dinamis sekaligus menantang. Karenanya, i Synergy Group Limited platform pemasaran afiliasi…

Generasi Wonderful Indonesia (GenWI) Tiongkok promosikan 10 Bali Baru (Foto: Kemenpar)

Sabtu, 15 Desember 2018 - 18:05 WIB

Lewat Pagelaran Budaya, GenWI Tiongkok Promosikan 10 Bali Baru

Sebuah terobosan dilakukan Generasi Wonderful Indonesia (GenWI) Tiongkok. Bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) cabang Chongqing dan ranting Chengdu, GenWI Tiongkok…