Standar Baru RSPO untuk Siap Diterapkan

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 17 November 2018 - 06:00 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Standar Prinsip dan Kriteria baru Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) 2018 terkait penerapan industri sawit berkelanjutan telah disahkan dan siap diterapkan oleh para anggota RSPO di berbagai dunia.

Ratifikasi Prinsip dan Kriteria (P&C) 2018 ditandai dengan kesepakatan seluruh anggota RSPO usai Konferensi Tahunan ke-16 RSPO (RT16) dan 15th Annual General Assembly (GA15) pada Kamis (15/11).

Pengesahan P&C RSPO 2018 ini telah disepakati oleh seluruh anggota dan resmi menggantikan standar sebelumnya yang disahkan pada 2013.

Chief Executive Officer RSPO Datuk Darrel Webber menyambut baik standar P&C 2018 terbaru yang diadopsi dengan sistem konsensus yang mencakup sejumlah elemen baru, seperti zero deforestasi melalui penerapan Pendekatan Stok Karbon Tinggi.

"Kami mendukung transparansi dan inklusivitas dalam sistem RSPO, meningkatkan penerapan standar RSPO, meningkatkan serapan pasar minyak sawit berkelanjutan melalui tanggung jawab bersama, dan menciptakan lingkungan yang memungkinkan visi bersama dalam transformasi pasar," kata Darrel melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (16/11/2018)

RSPO dengan lebih dari 4.000 anggota global menghasilkan kesimpulan pada Konferensi RT16 dengan memfokuskan pada elemen-elemen utama dari Prinsip dan Kriteria RSPO (P&C) yang baru, yaitu menghentikan deforestasi, melindungi lahan gambut, memperkuat hak asasi manusia dan tenaga kerja.

Proses peninjauan kolaboratif yang melibatkan banyak "stakeholder" telah dimulai pada Maret 2017 hingga Oktober 2018 dan mendapatkan hampir 11.500 tanggapan dari para pemangku kepentingan untuk dibahas, diratifikasi, dan dilakukan pemungutan suara, pada General Assembly RSPO, Kamis (15/11) lalu.

Menurut Darrel, P&C yang baru ini menjadi hasil dari peninjauan dan konsultasi publik selama 60 hari, termasuk 18 acara tatap muka di 13 negara, enam pertemuan Satuan Tugas, dan partisipasi masyarakat sipil yang belum pernah terjadi sebelumnya sehingga standar ini menjadi tinjauan paling inklusif bagi RSPO.

Proses peninjauan juga menghasilkan pengembangan selanjutnya dari standar tambahan dan terpisah khususnya untuk petani swadaya sebagai bahasan dalam ratifikasi pada November 2019.

Poin-poin penting dalam perubahan P&C RSPO 2018 adalah upaya menghentikan deforestasi, melindungi lahan gambut, memperkuat hak asasi manusia dan tenaga kerja, serta pengembangan selanjutnya Standar Khusus untuk sertifikasi petani swadaya mandiri.

P&C 2018 ini segera berlaku dan siap diterapkan oleh para pemilik perkebunan anggota RSPO dengan waktu transisi satu tahun untuk melaksanakan perubahan.

Ada pun P&C RSPO adalah standar terkait lingkungan dan sosial yang harus dipatuhi oleh para anggota RSPO, untuk memenuhi standar sertifikasi RSPO.

Skema ini ditinjau setiap lima tahun dan mengacu pada International Social and Environmental Accreditation and Labelling Alliance (ISEAL), sebuah asosiasi keanggotaan global untuk standar keberlanjutan yang kredibel.

Topik lainnya yang menarik dalam pembahasan Konferensi RT16 antara lain "Pembiayaan yang Berkelanjutan" dan "Konsumsi dan Produksi Berperan di Pasar Berkembang" serta rilis Laporan Dampak terbaru RSPO.

Konferensi RT16 diadakan di The Magellan Sutera Resort, Kota Kinabalu, Malaysia pada 12-15 November 2018, dengan lebih dari 850 perwakilan dari industri minyak sawit global yang hadir, termasuk para pemimpin perusahaan, lembaga keuangan, pembuat kebijakan, akademisi, dan LSM lingkungan hidup dan sosial dari seluruh dunia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dian Pelangi perancang busana (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:00 WIB

Perancang Dian Pelangi Tampil di New York Fashion Week 2019

Panggung New York Fashion Week (NYFW) - The Shows, di Industria Studio, Manhattan kembali menampilkan koleksi busana fesyen dari Indonesia, akhir minggu lalu. Empat perancang mode yaitu Dian…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Peletakan Batu Pertama Sekolah Vokasi di PT Gunung Raja Paksi (GRP), Cikarang Barat, Bekasi (Foto: Kemenperin)

Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:15 WIB

Bangun Sekolah Vokasi, Menperin Apresiasi PT Gunung Raja Paksi Ciptakan SDM Kompeten di Industri Logam

Menperin memberikan apresiasi kepada PT GRP yang membangun sekolah vokasi sebagai wujud nyata dari komitmen menumbuhkan tenaga kerja terampil di sektor industri baja.

Operator Amerika Serikat (AS) Apple siap merilis iPhone 5G

Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:00 WIB

Apple Segera Produksi Chip Modem Sendiri

Apple Inc telah memindahkan usaha rekayasa chip modemnya di bawah kelompok teknologi perangkat kerasnya sendiri dari unit rantai pasokannya, ujar dua orang yang mengetahui tentang langkah tersebut…

Suasana Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah.(Dok. PT IMIP)

Sabtu, 16 Februari 2019 - 10:30 WIB

TNI Tugaskan Batalyon 716 Jaga Kawasan Industri Morowali

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Rabu siang mengunjungi Kawasan Industri pertambangan PT. Indonesia Morowali…

Richard Wilianto, Head of Busines Consultant Jet Commerce.(Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 16 Februari 2019 - 10:00 WIB

Jet Commerce Dorong Pelaku Usaha Tembus Pasar Ekspor Lewat Platform Digital

Jet Commerce, authorized channel partner Alibaba.com di Indonesia kembali menggelar lokakarya bagi para pelaku usaha dalam mengembangkan pangsa pasar ekspor melalui platform digital. Setelah…