Asita: Butuh Komitmen Bersama Kembangkan Wisata Halal

Oleh : Herry Barus | Kamis, 15 November 2018 - 10:30 WIB

Rumah Gadang Minang Sumatera Barat (Foto Ist)
Rumah Gadang Minang Sumatera Barat (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Padang - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) menilai dibutuhkan komitmen bersama dari semua pemangku kepentingan untuk mengembangkan pariwisata halal di Tanah Air.

"Kendati Indonesia sudah dapat penghargaan dan pengakuan dalam wisata halal namun perlu komitmen semua pihak untuk membuktikan kepada masyarakat dunia dengan memberikan pelayanan terbaik," kata Ketua Asita Pusat Asnawi Bahar di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (14/11/2018) usai pengukuhan pengurus Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia Sumbar.

Menurutnya salah satu yang harus dijaga agar ikon wisata halal tetap memiliki reputasi baik adalah infrastruktur yang memang mencirikan nuansa keislaman yang kental.

"Kami di Asita akan menjual pariwisata halal, namun harus didukung oleh sarana pendukung yang baik agar wisatawan tidak kecewa," kata dia.

Ia mengingatkan jangan sampai pariwisata halal hanya sebatas pembicaraan semata, namun harus teraplikasi nyata dan bisa dijumpai wisatawan.

"Ini dimulai dari tersedianya hotel syariah, tempat ibadah bersih, pelayanan bagus," kata dia.

Oleh sebab itu dibutuhkan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pariwisata halal tidak hanya dalam bentuk ucapan namun juga konkret dalam bentuk alokasi anggaran.

 Ia juga berharap dengan pengukuhan Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Sumbar bisa menjadi momen pengembangan pariwisata halal di daerah itu.

Sementara (PPHI) Sumbar berharap Perda tentang wisata halal segera diterbitkan oleh pemerintah setempat sebagai payung hukum dalam pengembanganya di Ranah Minang.

"Potensi wisata halal di Sumbar terbilang besar, apalagi sejak 2016 Kementerian Pariwisata menetapkan provinsi ini sebagai salah satu daerah tujuan wisata halal, agar pengelolaanya lebih optimal perlu ada payung hukum dalam bentuk peraturan daerah," kata Ketua PPHI Sumbar Havid Dt Rang Kayo Basa. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petani jagung

Senin, 18 Februari 2019 - 05:00 WIB

Tambahan Produksi Jagung 3,3 Juta Ton, Tak Perlu Impor

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada para petani jagung yang telah memproduksi tambahan pasokan komoditas pangan itu hingga 3,3 juta ton sehingga Indonesia…

Pelabuhan Peti Kemas (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Februari 2019 - 04:30 WIB

Dukung Industri Logistik, Pelindo 1 Selesaikan Pengembangan Pelabuhan Sibolga

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 telah merampungkan pengembangan Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara, yang menjadi salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kinerja pelayanan…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Februari 2019 - 04:00 WIB

Industri 4.0 Belum Bela Hak Petani Jamin Harga Pangan Terjangkau

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan bahwa saat ini pemerintah Indonesia masih belum bisa membela hak-hak petani dan menjamin harga pangan yang terjangkau.

Menperin airlangga bersama presiden jokowi di acara roadmap industri 4.0

Minggu, 17 Februari 2019 - 20:26 WIB

Dana Riset Dinilai Belum Khusus untuk Industri 4.0

Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Suhono Harso Supangkat mengatakan, dana riset dan pengembangan dari pemerintah belum khusus untuk revolusi industri ke-empat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Minggu, 17 Februari 2019 - 18:40 WIB

Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2020-2040, Ini Langkah Strategis Kemenperin

Pemerintah menyiapkan langkah strategis perekonomian 2020-2024 yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor manufaktur.