PT Inalum Terus Tingkatkan Kualitas Produksi Alumunium

Oleh : Herry Barus | Minggu, 11 November 2018 - 13:09 WIB

PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum)
PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum)

INDUSTRY.co.id - Medan- PT Inalum (Persero) berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi aluminium setiap tahunnya sehingga berbagai terobosan perlu dilakukan demi memberi kepuasan pelanggan.

Plt Direktur Pelaksana PT Inalum (Persero) Oggy Achmad Kosasih di Medan, Sabtu (10/11/2018) mengatakan, berangkat dari pasar yang masih terbuka, pihaknya terus melakukan pembaharuan teknologi.

"Inalum masih menggunakan teknologi 80-an sekarang 2000-an dengan sumber energi yang ada selama ini bagaimana menghasilkan produk aluminiumnya dengan lebih banyak. Dari kapasitas 250 ribu menjadi 300 ribu ton per tahun," katanya.

Apalagi ke depannya kebutuhan aluminium akan digerakkan oleh sektor otomotif yang mengarah ke mobil rangka ringan/mobil listrik, yang digunakan untuk rangka, velg dan breaker, transmission, blok mesin, cylinder head.

"Pengembangan mobil listrik ini sangat gencar dilakukan di China, Eropa dan Amerika. Kendaraan lebih banyak aluminium karena lebih ringan bahan bakarnya pasti lebih irit. Ban jadi lebih panjang masa gunanya," katanya.

Diakui Oggy, peningkatkan bahan baku utama yang masih diimpor dari negara lain turut mempengaruhi harga produksi, apalagi terjadi lonjakan harga yang signifikan yang turut dipengaruhi faktor eksternal.

Tahun 2018 merupakan tahun yang sangat menantang bagi Inalum karena berbagai faktor diantaranya kondisi pasar yaitu meningkatnya harga bahan baku utama CPC, CTP, Aluminium Floride dan yang tertinggi Alumina.

Alumina bergerak dari harga rata-rata 288 dolar AS per ton menjadi 614 dolar AS per ton, bahkan pernah mencapai 800 dolar AS per ton, naik 2,13 kali atau 213 persen.

"Padahal untuk memproduksi satu ton aluminium dibutuhkan dua ton alumina, bila Inalum produksi 100.000 ton Aluminium maka Alumina sebesar 200.000 ton. Inalum harus menambah biaya sekitar 30 juta dolar atau meningkatkan sekitar 6-7 persen," katanya.

Sebenarnya, lanjut dia, Inalum punya potensi untuk mengolah alumina sendiri dari bauksit.  "Itu yang akan kita lakukan tahun 2019 samai 2020 nanti. Sehingga nanti kita punya bahan baku sendiri. Juga karbon karena itu sampai 1000 ton. Untuk mengamankan pasokan alumina, Inalum bekerjasama dengan antam dan mitra strategis akan mendirikan SGA refinery dan dengan Pertamina membangun pabrik CPC, ini diperlukan agar produk Inalum tetap dapat bersaing," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya membutuhkan masukan dan saran dari para pelanggan jika ada yang diluar spesifikasi untuk segera menginformasikan untuk segera dianalisis dan pihaknya siap mengganti.

Inalum juga akan selalu mendukung kebutuhan pelanggan  dan mendorong juga supaya dapat melakukan ekspor, apalagi saat ini Indonesia melakukan 30 ribu ton ekspor.

"Besar harapan kami, para pelanggan tetap seiring sejalan dalam mengembangkan usah bersama menumbuhkan industri berbasis aluminium yang mandiri," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Unilever Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 25 Februari 2020 - 21:22 WIB

PT Unilever Indonesia Tbk Raup Laba Bersih Rp 7,4 triliun di 2019

Perusahaan Consumer Goods terbesar di Indonesia ini mencatatkan penjualan bersih mencapai Rp 42,9 triliun, yang terdiri dari penjualan HPC dan F&R masing-masing sebesar Rp 29,8 triliun dan Rp…

Simulasi Pasien Corona di RSUP dr Kariadi Semarang

Selasa, 25 Februari 2020 - 21:02 WIB

Empat Hari Dirawat, Pasien Suspect Virus Corona Meninggal di RSUP dr. Kariadi Semarang

Seorang pasien di RSUP dr. Kariadi Kota Semarang meninggal dunia Minggu (23/2) lalu. Pasien tersebut sebelumnya dirawat di ruang isolasi karena suspect virus corona atau Covid-19

Diskusi Pertanian di Kampus Binus Alam Sutera Tanggerang Selatan

Selasa, 25 Februari 2020 - 19:37 WIB

Bisnis Agro Peluang Besar Lewat E Commerce

Generasi milenial dari kalangan mahasiswa didorong berbisnis agro, tidak hanya sebagai petani, tetapi bisa dijadikan agro wisata atau memasarkan hasil pertanian.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Farmasi (IKFT) Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam

Selasa, 25 Februari 2020 - 19:30 WIB

Banyak Serap Tenega Kerja, Kemenperin Pacu Pertumbuhan Industri Konverting Ampelas

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri unggulan di Tanah Air, salah satunya industri konverting ampelas.

Pelabuhan , ilustrasi bongkar muat barang

Selasa, 25 Februari 2020 - 19:05 WIB

Dubai Port Tertarik Kembangkan Pelabuhan Baru Ambon

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Farid Padang mengatakan Dubai Port tertarik melakukan kerja sama dengan pihaknya untuk mengembangkan Ambon New Port yang didesain dengan konsep…