Kementerian ESDM Tetapkan Biodiesel Rp7.277/Liter

Oleh : Herry Barus | Jumat, 09 November 2018 - 09:00 WIB

Ilustrasi Biodiesel 20 Persen (B20)
Ilustrasi Biodiesel 20 Persen (B20)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) menetapkan harga Biodiesel pada November sebesar Rp7.277 per liter.

 Harga ini berlaku juga untuk pelaksanaan program mandatori B-20 atau campuran Biodiesel ke Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 20 persen.

 Berdasarkan Surat Direktur Jenderal EBTKE Nomor 5307/12/DJE/2018 tanggal 26 Oktober 2018 yang dihimpun Antara di Kementerian ESDM Jakarta, Rabu (7/11/2018)  pemerintah menetapkan Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati (HIP BBN) untuk dua jenis komoditas bahan bakar, yaitu Biodesel dan Bioetanol.

Kedua komoditas tersebut mengalami perubahan yang berbeda. HIP untuk Biodiesel mengalami penurunan, sementara HIP Bioetanol mengalami kenaikan.

Untuk harga Biodiesel sebesar Rp7.277 per liter belum termasuk ongkos angkut yang telah ditetapkan sebelumnya dalam Keputusan Menteri ESDM No. 1770 K/12/MEM/2018. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, harga Biodiesel mengalami penurunan Rp64 per liter dari HIP di bulan Oktober 2018 yang mencapai Rp7.341 per liter.

Turunnya harga biodiesel didorong oleh turunnya harga minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) di pasaran global lantaran masih melimpahnya stok minyak sawit. Untuk itu, kebijakan B-20 diharapkan mampu mengerek kembali harga dan penyerapan CPO.

Berdasarkan catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), rata-rata harga sawit dunia sepanjang Agustus 2018 hanya 577,5 dolar AS per metrik ton dan bergerak di kisaran 542,5 dolar AS hingga 577,5 dolar AS per metrik ton.

Sementara itu, kenaikan harga terjadi pada HIP bioetanol. Harga pasar bioetanol diplot sebesar Rp10.457 per liter oleh Pemerintah, terjadi kenaikan sebesar Rp80 dari Oktober 2018 yaitu sebesar Rp10.377 per liter.

Faktor kenaikan ini ditentukan oleh rata-rata tetes tebu Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) selama 25 Juni 2017 - 24 Desember 2018 tercatat sebesar Rp1.619 per kg ditambah besaran dolar AS, yaitu 0,25 dolar AS per liter dikali 4,125 kg per liter.

Untuk diketahui, HIP BBN ditetapkan setiap bulan dan dilakukan evaluasi paling sedikit 6 bulan sekali oleh Direktur Jenderal EBTKE.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi (Dok Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 08:00 WIB

Presiden Jokowi akan Hadri Seminar Revolusi Industri 4.0 di Surabaya

Presiden Jokowi jadi pembicara kunci seminar berjudul "Revolusi Industri 4.0 Meningkatkan Daya Saing, Menjadi Bangsa Pemenang" bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beserta Gubernur Jawa…

Petani sedang membajak lahan persawahan

Selasa, 19 Maret 2019 - 08:00 WIB

Pendekatan E Commerce, Penjualan Pertanian Lebih Cepat

Sentul - Riyanto, Ekonom Universitas Indonesia, menuturkan implementasi teknologi 4.0 di sektor pertanian sangat bermanfaat bagi konsumen dan petani untuk mendekatkan distribusi.

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Selasa, 19 Maret 2019 - 07:54 WIB

Stop Impor Pangan Harga Beli Petani Tidak Jatuh

Sentul - Impor pangan memang seharusnya terus dikurangi terutama masa panen. Jika tanpa impor saat itu, petani bisa menikmati untung hasil jerih payahnya.

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 07:44 WIB

Kementerian Pertanian Dorong Generasi Milenial Masuk Industri Pertanian 4.0

Sentul - Kementerian Pertanian (Kementan) RI siap memasuki revolusi industri 4.0 dalam rangka mendorong modernisasi pertanian dan generasi milenial di sektor pertanian. Berbagai kebijakan yang…

Jalan Tol (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 07:00 WIB

Di Tengah Masa Ekspansi, Jasa Marga Berhasil Pertahankan Laba Bersih

Pada tahun 2018 Jasa Marga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 2,20 Triliun, tetap stabil di tengah ekspansi bisnis jalan tol. Hal ini juga didukung oleh keberhasilan Perseroan dalam…