Citibank Raih Laba Rp1,4 Triliun, Turun 21 Persen

Oleh : Herry Barus | Kamis, 08 November 2018 - 18:04 WIB

Chief Executive Officer Citibank N.A Indonesia Batara Sianturi dua dari kiri.
Chief Executive Officer Citibank N.A Indonesia Batara Sianturi dua dari kiri.

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Citibank N.A Indonesia memperoleh laba bersih hingga Rp1,4 triliun per  kuartal III 2018, turun 21 persen dibandingkan periode sama 2017 yang sebesar Rp1,9 triliun.

Chief Executive Officer Citibank N.A. Indonesia, Batara Sianturi, di Jakarta, Kamis (8/11/2018)  mengatakan  penurunan laba lebih karena aksi hati-hati korporasi dengan melakukan pencadangan kerugian tahun ini. Sementara pada 2017, bank yang berkantor pusat di New York, AS itu menikmati menebalnya laba karena cadangan kerugian dikembalikan ke pendapatan.

"Yang dicadangkan enggak jadi dipakai, dibalikkan sehingga membuat profit tahun lalu besar, dan karena dilakukan di kuartal pertama jadi pengaruhnya di kuartal II, III bahkan sampai nanti kuartal IV," kata Batara.

Menurut Batara, meski terjadi penurunan laba, kinerja Citibank masih relatif baik dan sejalan dengan Rencana Bisnis Bank. Terlebih Citibank juga harus mengantisipasi tekanan dari  volatilitas pasar keuangan.

Pertumbuhan kredit Citibank hingga akhir kuartal III 2018 sebesar 22 persen (tahun ke tahun) menjadi Rp48,5 triliun yang didorong oleh pertumbuhan pada lini bisnis perbankan institusional (Institutional Banking), yang didominasi pinjaman dari sektor keuangan, pertambangan, dan manufaktur.

Pertumbuhan kredit itu juga sejalan dengan Dana Pihak Ketiga yang tumbuh 10 persen, sehingga rasio kredit ke pendanaan sebesar 76,5 persen.

Adapun rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 23,95 persen, sedangkan kualitas aset tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang sebesar 2,37 persen (gross) dan 0,70 persen (netto).

Menurut Batara, untuk semakin meningkatkan kinerja perusahaan, pihaknya akan fokus untuk mengembangkan layanan digital pada 2019 untuk menyasar perilaku konsumen perbankan yang sudah berubah.

"Tujuan akhir dari pengembangan digital banking adalah mewujudkan 100 persen transaksi bisa dilakukan melalui 'mobile banking'," kata dia.(Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Minggu, 18 November 2018 - 12:18 WIB

Selaras Pemikiran Rizal Ramli, Pemerintah dan Bank Indonesia Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa

Rencana Bank Indonesia (BI) dalam menerbitkan aturan baru yang mewajibkan eksportir membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri pada 1 Januari 2019 selaras dengan ide dan gagasan ekonom…

Peneliti berprestasi ke Taiwan

Minggu, 18 November 2018 - 11:15 WIB

Kementerian Pertanian Berangkatkan Peneliti Berprestasi ke Taiwan

INDUSTRY.co.id -

Taiwan Kementerian Pertanian memberangkatkan Peneliti Berprestasi untuk mempelajari inovasi teknologi pertanian modern khususnya bidang Hortikultura…

Petani Padi (Ilustrasi)

Minggu, 18 November 2018 - 10:46 WIB

Agroekologi Bisa Jadi Solusi Pertanian Masa Depan

Agroekologi sesungguhnya memiliki kemampuan menghasilkan produksi pertanian lebih tinggi dibanding pola pertanian konvensional. Sayangnya, agroekologi masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:34 WIB

KTT APEC akan Bahas Konektivitas Untuk Pertumbuhan Inklusif

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2018 hari kedua, Minggu (18/11/2018) di Port Moresby, Papua Nugini, antara lain akan membahas konektivitas untuk pertumbuhan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:29 WIB

Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Dewan Bisnis APEC

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC) di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018).