Modalku Raih Dua Penghargaan Internasional Sebagai Inovator Teknologi Finansial Terbaik di Dunia

Oleh : Herry Barus | Kamis, 08 November 2018 - 17:00 WIB

Modalku Raih Dua Penghargaan Internasional (Foto Dok Industry.co.id)
Modalku Raih Dua Penghargaan Internasional (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Modalku menjadi salah satu perusahaan yang terpilih dalam daftar The Fintech100 yang diumumkan KPMG dan H2 Ventures. Daftar ini menyoroti 100 perusahaan-perusahaan teknologi finansial (FinTech) yang paling inovatif di seluruh dunia, baik perusahaan yang sudah lama berdiri maupun perusahaan baru.

Modalku terpilih sebagai “Emerging 50”, yaitu perusahaanperusahaan baru yang terdepan dalam menggunakan praktek dan teknologi finansial inovatif. Modalku adalah satu-satunya perusahaan P2P lending di Asia Tenggara yang masuk daftar ini, dan terpilih karena misinya mendukung inklusi keuangan serta menjadikan pinjaman usaha lebih mudah diakses oleh UMKM yang layak kredit. 

Modalku juga terpilih kembali dalam Fintech 250, yaitu daftar perusahaanperusahaan terkemuka dunia yang menciptakan terobosan di dunia teknologi finansial, untuk tahun kedua berturut-turut oleh  CB Insights. CB Insights adalah perusahaan terkemuka dunia yang bergerak di riset dunia startup.

 Perusahaan-perusahaan yang dinamakan dalam The Fintech100 terpilih setelah KPMG dan H2 Ventures berkolaborasi melakukan riset global yang ekstensif dan berdasarkan data dari berbagai aspek, termasuk jumlah investasi modal ventura yang diterima oleh perusahaan FinTech, produk yang ditawarkan, inovasi model bisnis, dsb.

KPMG adalah jaringan global dengan perusahaan-perusahaan anggota di seluruh dunia yang menawarkan layanan penasihat, pajak, dan auditing. Saat ini, KPMG memiliki praktek KPMG Global Fintech untuk membantu perusahaan FinTech berkembang dan mengeksekusi strategi mereka. Sedangkan H2 Ventures adalah firma modal ventura yang melakukan investasi di perusahaan FinTech dan berbasis di Sydney, Australia.

 Untuk daftar Fintech 250, tim riset CB Insights mempertimbangkan berbagai faktor, di antaranya data yang diberikan perusahaan dan Mosaic Score perusahaan-perusahaan tersebut. Mosaic Score merupakan sistem algoritme CB Insights yang mengukur kesehatan dan potensi pertumbuhan dari suatu perusahaan. Melalui pendekatan objektif berbasis bukti dan statistik ini, Mosaic Score dapat memprediksi momentum perusahaan, kesehatan pasar, dan potensi kesuksesan finansial suatu perusahaan.

Reynold Wijaya, Co-Founder dan CEO Modalku, berkata, “Seiring Modalku tumbuh dan semakin berkembang di Indonesia dan Asia Tenggara, maka semakin berharga kepercayaan dan pengakuan eksternal yang ditujukan bagi kami. Kepercayaan adalah salah satu nilai perusahaan kami, baik kepercayaan dari pengguna platform, kepercayaan dari pemerintah, maupun kepercayaan dari badan internasional seperti KPMG, H2 Ventures, dan CB Insights. Semua ini memberikan motivasi tambahan bagi tim Modalku untuk terus maju dan menjadi yang terbaik. Kami bersyukur bahwa visi Modalku mendukung inklusi keuangan di Asia Tenggara diterima baik oleh banyak pihak.”

Modalku menyediakan layanan P2P lending, di mana peminjam (UMKM yang berpotensi) bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa agunan hingga Rp 2 miliar yang didanai oleh pemberi pinjaman platform (individu atau institusi yang mencari alternatif investasi) melalui pasar digital. Pinjaman usaha Modalku digunakan UMKM untuk pengembangan serta ekspansi bisnis. 

 Sejak berdiri, Modalku telah menyalurkan hampir Rp 3 triliun ke lebih dari 20.000 pinjaman UMKM di Asia Tenggara. Dari angka ini, lebih dari Rp 1,6 triliun telah disalurkan bagi UMKM Indonesia. Di Asia Tenggara, Modalku beroperasi di Indonesia, juga di Singapura dan Malaysia di bawah nama Funding Societies.

Di Indonesia sendiri, Modalku melayani wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. Modalku meraih Pendanaan Seri A dan Seri B terbesar bagi platform P2P lending di Asia Tenggara, masing-masing sebesar Rp 100 miliar dan Rp 350 miliar. Pendanaan Seri B Modalku, yang diumumkan April 2018, didukung oleh SoftBank Ventures Korea, Sequoia India, Alpha JWC Ventures Indonesia, serta Golden Gate Ventures. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Minggu, 18 November 2018 - 12:18 WIB

Selaras Pemikiran Rizal Ramli, Pemerintah dan Bank Indonesia Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa

Rencana Bank Indonesia (BI) dalam menerbitkan aturan baru yang mewajibkan eksportir membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri pada 1 Januari 2019 selaras dengan ide dan gagasan ekonom…

Peneliti berprestasi ke Taiwan

Minggu, 18 November 2018 - 11:15 WIB

Kementerian Pertanian Berangkatkan Peneliti Berprestasi ke Taiwan

INDUSTRY.co.id -

Taiwan Kementerian Pertanian memberangkatkan Peneliti Berprestasi untuk mempelajari inovasi teknologi pertanian modern khususnya bidang Hortikultura…

Petani Padi (Ilustrasi)

Minggu, 18 November 2018 - 10:46 WIB

Agroekologi Bisa Jadi Solusi Pertanian Masa Depan

Agroekologi sesungguhnya memiliki kemampuan menghasilkan produksi pertanian lebih tinggi dibanding pola pertanian konvensional. Sayangnya, agroekologi masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:34 WIB

KTT APEC akan Bahas Konektivitas Untuk Pertumbuhan Inklusif

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2018 hari kedua, Minggu (18/11/2018) di Port Moresby, Papua Nugini, antara lain akan membahas konektivitas untuk pertumbuhan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:29 WIB

Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Dewan Bisnis APEC

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC) di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018).