Jadi Wisata Unggulan, Kemenpar Percepat Pengembangan Wisata Tanjung Lesung Lewat KUR Pariwisata

Oleh : Ridwan | Kamis, 08 November 2018 - 10:02 WIB

FGD Ukm Tanjung Lesung (dok Industry.co.id)
FGD Ukm Tanjung Lesung (dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus menggenjot pengembangan destinasi wisata 10 Bali Baru, salah satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung.

Dalam hal ini, Kemenpar menyelenggarakan kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) "Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pariwisata Kampung Cikadu Tanjung Lesung". Cikadu dipilih karena merupakan kawasan penyangga destinasi pariwisata KEK Tanjung Lesung, Banten.

Kegiatan ini merupakan dukungan dari Kementerian Pariwisata untuk sosialisasi KUR sektor pariwisata. Agenda ini diutamakan bagi 10 destinasi prioritas dan 88 destinasi kawasan strategis pariwisata nasional guna mendorong pengembangan pariwisata.

Eneng Nurcahyati, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten mengatakan, zona penyangga KEK Tanjung Lesung dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Ujung Kulon dan sekitarnya, serta Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) Carita ada 5 (lima) Kecamatan.

"Pada prinsipnya kesempatan terbuka luas untuk semua desa yang memiliki usaha atau yang mau mengembangkan usaha di bidang pariwisata," kata Eneng saat dihubungi Industry.co id di Jakarta, Kamis (8/11).

Ditambahkan Eneng, setelah program sosialisasi, pihaknya akan mengindentifikasi bagaimana minat pelaku usaha pariwisata untuk memanfaatkan KUR pariwisata. Pihaknya juga menegaskan akan mengawal proses indentifikasi dan pendampingan bagi para UMKM.

"Kami akan inventarisasi potensi UMKM dan IKM pelaku usaha pendukung pariwisata di Kecamatan Cigeulis da Kecamatan Panimbang sebagai zona penyangga KEK Tanjung Lesung," terangnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, pada intinya Kapung Wisata Cikadu yang tahun ini selesai proses pembangunannya harus sudah mulai dipikirkan untuk pengembangan kedepannya sebagai daya tarik wisata Tanjung Lesung.

Dijelaskan Eneng, pada tahun 2019 mendatang, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan membangun IKM Center di desa Cikadu.

"Untuk itu, yang perlu dipersiapkan adalah pelaku ekonomi krearif (ekraf) untuk dapat langsung mengisi sarana yang akan dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kemenperin," imbuh Eneng.

Rencananya, IKM Center akan dibangun di atas lahan seluas 5000 meter persegi hasil dari hibah PT Banten West Java. Eneng mengatakan, pihaknya juga mengusulkan dibangun destinasi wisata buatan yang bersifat edukasi dan rekreatif berdekatan dengan IKM Center.

"Kami sudah sampaikan usulan ini, bahkan sudah diusulkan pula untuk masuk dalam penyusunan Integrated Tourism Master Plan yang difasilitasi oleh Kemenpar untuk percepatan pembangunan di Banten Selatan yang difasilitasi oleh Kemenpar," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, sebelum membangun KEK Pariwisata, utamakan membangun masyarakatnya dulu. Pembangunan dimulai di Cikadu, Tanjung Lesung.

"Masyarakatnya dulu yang harus dibangun, tingkatkan kesadaran mereka bahwa sektor pariwisata ini berpotensi bisa mensejahterakan. Baru kemudian fisik pembangunan dimulai bisa dari Cikadu hingga Tanjung Lesung," ujar mantan Dirut PT Telkom ini.

Soal pembangunan amenitas, Menpar menyarankan homestay. Untuk biayanya agar menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pariwisata.

"Hal ini sudah kita lakukan di Danau Toba. Saya melihat di sini ada lahan yang bisa dijadikan homestay. KUR Pariwisata itu platdivnya Rp 25 juta hingga Rp 500 juta dengan bunga hanya 7% saja," terang Menpar Arief Yahya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, pembangunan infrastruktur untuk mendukung KEK Tanjung Lesung menjadi prioritas. Karena akan memudahkan wisatawan berkunjung ke destinasi unggulan ini.

Bukan tanpa sebab, dari data Pemprov Banten, potensi pariwisata Banten sangat besar. Saat ini, Banten memiliki 1.166 daya tarik wisata (DTW) terdiri 344 DTW alam, 591 DTW sejarah dan budaya, dan 231 DTW minat khusus/buatan.

"Sektor pariwisata menjadi andalan Provinsi Banten. Laju pertumbuhan PDRB pariwisata Banten selama periode 2011-2017 rata-rata tumbuh 7,35 %," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Surat permohonan maaf INDUSTRY.co.id kepda PT Grab Taxi Indonesia

Jumat, 16 November 2018 - 20:56 WIB

Industry.co.id Sampaikan Permohonan Maaf ke Grab Indonesia

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Portal berita Industry.co.id merupakan portal online terdepan yang memberitakan berbagai isu - isu terkini di dunia industri. Semua pemberitaan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Jumat, 16 November 2018 - 19:31 WIB

Presiden Jokowi: Masyarakat Merauke Tetap Jaga Kerukunan

Presiden Joko Widodo seusai sholat Jumat di Masjid Raya Al-Aqsha, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, berpesan kepada masyarakat agar tetap menjaga kerukunan.

Agus Santoso , Komisaris Utama Garuda Indonesia (Foto Dok Industry.co,id)

Jumat, 16 November 2018 - 19:17 WIB

Agus Santoso Pensiun Dari Dirjen Perhubungan Udara Jauh Sebelum Tragedi Lion Air JT 610

PT Garuda Indonesia Tbk. angkat bicara terkait adanya misinformation terkait dengan pelantikan Polana Banguningsih Pramesti sebagai pejabat tetap Dirjen Hubungan Udara, pada Senin (12/11/2018)…

 Lembaga riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) (FotoIst)

Jumat, 16 November 2018 - 19:11 WIB

Sejumlah Catatan Terhadap Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abra Talattov mengkritisi Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang baru saja diterbitkan pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan…

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 16 November 2018 - 19:05 WIB

Rupiah Jumat Sore Menguat Menjadi Rp14.537

Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore, menguat sebesar 128 poin menjadi Rp14.537 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.665 per dolar AS.