Diperkirakan Obligasi Dalam Negeri Menghijau

Oleh : Wiyanto | Kamis, 08 November 2018 - 07:30 WIB

Obligasi Negara Ritel (ORI) (Foto Ist)
Obligasi Negara Ritel (ORI) (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang kembali mengalami pelemahan seiring dengan hasil pemilu sementara AS diharapkan masih dapat memberikan sentimen positif pada kembali menguatnya pasar obligasi dalam negeri sehingga pergerakan imba hasilnya dapat lebih menurun.

"Termasuk juga Rupiah yang diperkirakan masih berpotensi menguat juga diharapkan dapat berimbas positif pada pasar obligasi dalam negeri. Meski demikian, tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Pergerakan Rupiah yang menguat mendukung kenaikan pada pasar obligasi dalam negeri. Bahkan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, memberikan pernyataan positif dimana mengatakan penguatan Rupiah menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia meningkat. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 5,78 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 6,02 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 5,91 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak naik. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 91,75% memiliki imbal hasil 7,83% atau turun 0,14 bps dari sebelumnya di harga 91,25% memiliki imbal hasil 7,97%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 89,97% memiliki imbal hasil 8,57% atau turun 0,13 bps dari sehari sebelumnya di harga 88,82% memiliki imbal hasil 8,70%.

Pada Rabu (7/11), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,57 bps di level 107,53 dari sebelumnya di level 106,92. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,21 bps di level 104,54 dari sebelumnya di level 104,33. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,15% dari sebelumnya di level 8,25% dan US Govnt bond 10Yr di level 3,20% dari sebelumnya di level 3,23% sehingga spread di level kisaran 495 bps lebih rendah dari sebelumnya 502,8.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya kembali turun. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 9,87%-9,88%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,54%-10,55%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,96%-11,97%, dan pada rating BBB di kisaran 14,54%-14,60%.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Minggu, 18 November 2018 - 12:18 WIB

Selaras Pemikiran Rizal Ramli, Pemerintah dan Bank Indonesia Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa

Rencana Bank Indonesia (BI) dalam menerbitkan aturan baru yang mewajibkan eksportir membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri pada 1 Januari 2019 selaras dengan ide dan gagasan ekonom…

Peneliti berprestasi ke Taiwan

Minggu, 18 November 2018 - 11:15 WIB

Kementerian Pertanian Berangkatkan Peneliti Berprestasi ke Taiwan

INDUSTRY.co.id -

Taiwan Kementerian Pertanian memberangkatkan Peneliti Berprestasi untuk mempelajari inovasi teknologi pertanian modern khususnya bidang Hortikultura…

Petani Padi (Ilustrasi)

Minggu, 18 November 2018 - 10:46 WIB

Agroekologi Bisa Jadi Solusi Pertanian Masa Depan

Agroekologi sesungguhnya memiliki kemampuan menghasilkan produksi pertanian lebih tinggi dibanding pola pertanian konvensional. Sayangnya, agroekologi masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:34 WIB

KTT APEC akan Bahas Konektivitas Untuk Pertumbuhan Inklusif

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2018 hari kedua, Minggu (18/11/2018) di Port Moresby, Papua Nugini, antara lain akan membahas konektivitas untuk pertumbuhan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:29 WIB

Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Dewan Bisnis APEC

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC) di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018).