INDEF Harap Persoalan Ketimpangan Direspon Capres

Oleh : Herry Barus | Kamis, 08 November 2018 - 07:08 WIB

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Institute for Development of Economics and Finance (Indef) berharap persoalan ketimpangan di era otonomi daerah dapat direspons dan dijadikan topik bahasan oleh dua pasangan calon presiden dan wakil presiden di tahun pemilu.

"Kalau dalam melakukan pembangunan tidak bisa menjawab persoalan ketimpangan, itu artinya kita menjadi negara yang gagal sekalipun mempunyai pertumbuhan ekonomi tinggi," kata Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati di Jakarta, Rabu (7/11/2018)

Menurut catatan Indef, ketimpangan distribusi pengeluaran (indeks gini) di Indonesia pada era otonomi daerah justru semakin meningkat.

Pada 2004, rasio gini Indonesia berada pada angka 0,32. Data terbaru per Maret 2018 menunjukkan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia berada di angka 0,389.

Enny menilai perlu ada upaya memperbaiki instrumen kunci dalam mengatasi persoalan ketimpangan melalui kebijakan afirmatif menyangkut dana transfer daerah, dana pendidikan, dan dana kesehatan.

Kajian Indef menyebutkan adanya korelasi positif antara dana transfer dan ketimpangan, atau dengan kata lain semakin tinggi dana transfer maka angka indeks gini makin meningkat.

"Besaran dana transfer daerah ditingkatkan, namun terjadi elite capture atau menumbuhkan raja-raja kecil di daerah," ujar Enny.

Sementara dari sisi dana pendidikan, Enny mengatakan impplementasinya belum fokus untuk meningkatkan kualitas SDM, melainkan lebih ke pembangunan infrastruktur sekolah.

"Peningkatan akses dan mutu pendidikan menjadi prioritas yang kesekian. Ini persoalannya memang di implementasi program," kata dia kepada awak media.

Di sisi lain, temuan Indef menyebutkan bahwa belanja kesehatan berkorelasi negatif terhadap ketimpangan. Belanja kesehatan dinilai lebih berkualitas dalam menyediakan pelayanan dasar.

Namun, lanjut Enny, persoalan impelementasi tetap menjadi masalah di sektor kebijakan kesehatan seperti misalnya kendala pemenuhan pelayanan kesehatan karena pembayaran BPJS terutang hingga satu tahun.

"Ini persoalan di sisi implementasi, yang harus dibangun adalah sistem dengan koordinasi antarkementerian dan lembaga terkait, mengingat kebijakan publik tidak pernah parsial," ucap dia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUMN))

Senin, 25 Maret 2019 - 20:24 WIB

The Next IndiHome Luncurkan Digital Movement

Jakarta - IndiHome sebagai layanan triple play milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berkiprah turut serta membangun masyarakat digital Indonesia. The Next IndiHome membawa…

Dok Foto (Samsung)

Senin, 25 Maret 2019 - 20:15 WIB

Samsung Menghadirkan Produk Terbaru yang Meningkatkan Pengalaman Hidup Terkoneksi

Samsung Electronics Co., Ltd hari ini memperlihatkan inovasi terbarunya serta menguraikan visi dan strategi perusahaan untuk pengalaman Internet of Things (IoT) yang cerdas di Samsung Forum…

Dok Vivo mobile Indonesia

Senin, 25 Maret 2019 - 18:00 WIB

Vivo Umumkan Kolaborasi dengan Tencent Games dan PUBG Corporation untuk PUBG MOBILE Club Open 2019

Vivo mengumumkan kemitraan dengan mobile game – Player Unknown's Battlegrounds Mobile (PUBG MOBILE) yang dikembangkan oleh Tencent Games dan PUBG Corporation, sebagai sponsor utama dari PUBG…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meninjau proses pengemasan nanas dalam kaleng di pabrik PT Great Giant Pinapple,Lampung (Foto: Kemenperin)

Senin, 25 Maret 2019 - 17:15 WIB

Menperin Siapkan Tiga Strategi Jitu Dongkrak Industri Mamin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah meyiapkan tiga strategi jitu guna memacu pertumbuhan industri makanan dan minuman berbasis industri 4.0.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Senin, 25 Maret 2019 - 16:15 WIB

Kemenperin Pacu Industri Mamin Kembangkan Kemitraan Dengan Petani

Kementerian Perindustrian aktif mendorong para pelaku industri makanan dan minuman (mamin) berbasis agro untuk bersama-sama mengembangkan rantai pasok melalui pola kemitraan dengan petani dan…