Wapres dan Ketum Perpadi Sebut Stok Beras Cukup, RI Tidak Butuh Lagi Impor

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 03 November 2018 - 20:29 WIB

Foto Doc Kementan
Foto Doc Kementan

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso menegaskan stok beras dalam negeri saat ini sampai dengan 2019 bisa dipenuhi dari produksi sendiri, sehingga tidak diperlukan lagi impor. Stok beras tersebut diperoleh dari surplus beras Indonesia sebanyak 2,85 juta ton di tahun 2018 yang dirilis BPS dan produksi beras hasil panen di awal 2019.

Surplus beras Indonesia sebanyak itu bisa menjaga stabilitas pasokan hingga akhir tahun. Kuncinya ada pada penyerapan beras petani oleh Bulog di bulan Oktober-Desember. Kalau surplus bisa terserap separuhnya, stok bisa ditahan hingga Maret ketika musim panen, dan tak perlu impor," demikian tegas Sutarto yang dilansir pada laman resmi BUMN.

Hal senada dikatakan Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar, yakni stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 2,7 juta ton. Stok ini tentunya di atas ambang aman, katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menyatakan dengan stok yang ada pemerintah tidak akan menambah impor. Pasalnya, stok beras di Bulog sebagai indikator ketahanan beras nasional berada di atas 1 juta ton dan harga beras masih stabil atau tidak mengalami kenaikan yang drastis.

Dasar impor itu kalau stok Bulog di bawah 1 juta ton dan harga naik sampai dengan 10%," kata JK di kantornya, Selasa (23/10/2018).

Ketua Umum Asosiasi Pedagang dan Tani Tanaman Pangan dan Hortikultura Indonesia (APT2PHI) Rahman Sabon Nama mengingatkan pemerintah untuk ekstra hati-hati dalam penyajian data maupun mengambil keputusan kebijakan pangan. Ini penting untuk terhindar dari kesan bahwa data produksi padi yang rendah menjadi alasan mengeluarkan izin impor beras yang akan merugikan petani dan masyarakat konsumen.

"Jangan sampai keliru dalam membuat kebijakan terkait anggaran dan impor beras. Dengan alasan produksi yang rendah dan lahan sawah semakin berkurang, sehingga pemerintah perlu menambah anggaran untuk tambahan impor beras," ungkap Rahman.

Direktur Serealia, Kementan, Bambang Sugiharto menegaskan data BPS yang menyatakan surplus beras mencapai 2,85 juta ton hingga Desember 2018, memastikan kebutuhan beras domestik dapat dipenuhi oleh produksi pangan dalam negeri. Apalagi saat ini sudah terjadi panen di beberapa daerah dan pada bulan September kemarin tercatat ada pertanaman padi sekitar 1,5 juta hektare.

Ini akan panen di Januari, hasil berasnya 900 ribu ton dan ditambah stok Bulog yang belum keluar masih ada 2,7 juta ton. Panen pun akan berlangsung Maret dan seterusnya. Jadi terjadi panen sepanjang waktu. Dengan begitu, stok beras cukup aman hingga Agustus 2019, tidak perlu impor, sebutnya.

Selain itu, imbuh Bambang, ketersediaan beras juga terlihat dari cadangan beras di masyarakat dan pedagang juga masih cukup besar.

Buktinya, aliran beras masuk Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) masih dua kali dari hari normal. Selain itu, stok harian PIBC masih mencapai 50 ribu ton sehingga 2 kali dari stok normal," sebut Bambang.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gelombang tinggi (Foto Sindonews)

Jumat, 22 Maret 2019 - 04:44 WIB

BMKG: Gelombang Laut Laut Sawu NTT Diprediksi Capai 3,5 Meter

Badan Meteorologi, Klimatologi dan dan Geofisika (BMKG) menyatakan gelombang tinggi yang terjadi pada beberapa wilayah perairan laut di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini, akibat siklon tropis…

Kondisi Jalan Pasca Banjir Bandang Sentani Jayapura

Jumat, 22 Maret 2019 - 04:37 WIB

11.156 Orang Pengungsi Banjir Jayapura Papua

Jumlah pengungsi yang terdampak banjir bandang di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, hingga Kamis (21/3/2019) mencapai 11.156 orang.

Mbak Tutut (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 22 Maret 2019 - 04:29 WIB

Mbak Tutut : Perbedaan Memperkaya Indonesia Kita

Siti Hardijanti Rukmana, putri sulung Presiden Soeharto yang akrab disapa Mbak Tutut mengatakan, perbedaan dan keanekaragam di berbagai aspek di nusantara tercinta, justru akan memperkaya Indonesia.

Prabowo Subianto (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 21 Maret 2019 - 21:00 WIB

Capres Prabowo dan AHY Dijadwalkan Kampanye Akbar di Makassar

Calon Presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, dijadwalkan melaksanakan kampanye akbar pada Minggu, 24 Maret 2019 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Eksplorasi Budaya Betawi Dalam Desain Kontemporer di Superdesign Show Milan 2019

Kamis, 21 Maret 2019 - 20:52 WIB

Delapan Ikon Betawi Pamer Budaya di Milan Design Week 2019

Setelah melewati proses kurasi, Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) oleh Artura kembali menampilkan karya desain kontemporer kreatif dalam ajang Super Design Show, yang merupakan bagian…