OJK akan Pantau Kesepakatan Jiwasraya dan Pemegang Polis

Oleh : Herry Barus | Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:45 WIB

PT Asuransi Jiwasraya (Foto Industry.co.id)
PT Asuransi Jiwasraya (Foto Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memantau kesepakatan yang telah dicapai antara PT. Jiwasraya (Persero) dengan pemegang polis terkait penundaan pembayaran polis jatuh tempo Jiwasraya kepada sejumlah bank.

 "OJK akan memonitor kesepakatan yang telah dicapai antara PT. Jiwasraya (Persero) dengan pemegang polis, sehingga masing-masing pihak memiliki kejelasan mengenai kewajiban yang jatuh tempo, dengan berbagai opsi yang dipahami dan disetujui oleh kedua belah pihak," Kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Senin (15/10/2018)

OJK menyambut baik upaya yang telah dilakukan oleh direksi dan pemegang saham PT. Jiwasraya (Persero) berkaitan dengan ketidaksesuaian (missmatch), sebagaimana dapat terjadi dalam pengelolaan investasi.

 OJK juga mengingatkan kepada direksi PT. Jiwasraya (Persero) untuk lebih memperhatikan implementasi tatakelola yang baik, pengelolaan manajemen risiko yang lebih baik, dan melakukan kehati-hatian investasi yang didukung dengan pemanfaatan teknologi.

Selain itu PT Jiwasraya (Persero) harus senantiasa berkoordinasi dan melaporkan kepada regulator serta pemegang saham.

Sebelumnya, sempat viral di media sosial terkait bocornya surat internal pemberitahuan keterlambatan pembayaran polis jatuh tempo Jiwasraya kepada sejumlah bank yang ikut memasarkan produk JS Proteksi Plan. Bank-bank tersebut antara lain BRI, BTN, Standard Chartered, Bank EKB Hana Indonesia, Bank Victoria, Bank ANZ, dan Bank QNB Indonesia.

Dikutip dari laman Jiwasraya, JS Protesi Plan adalah produk asuransi jiwa yang memberikan kepastian nilai investasi disamping jaminan proteksi. Selain memberikan manfaat proteksi meninggal dunia atau cacat tetap total karena kecelakaan, produk tersebut juga memberikan manfaat kepastian investasi sebesar pengembalian pokok dan hasil investasi yang dijamin.

Direktur Utama Jiwasraya Asmawi Syam membenarkan hal tersebut, di mana pembayaran polis asuransi sebesar Rp802 miliar yang jatuh tempo pada Oktober 2018 ditunda pembayarannya karena Jiwasraya tengah mengalami tekanan likuiditas.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

1.500 Peserta Antusias Ikuti BCA Super League Triathlon 2019 (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 21:00 WIB

1.500 Peserta Antusias Ikuti BCA Super League Triathlon 2019

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mendukung penuh gelaran Super League Triathlon 2019, ajang unjuk kebugaran melalui olahraga multicabang yang digelar di Pulau Dewata, Bali, pada 23 – 24 Maret…

Presiden Jokowi disaksikan sejumlah pembalap mencoba salah satu motor balap, di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Senin (11/3) sore. (Foto: Agung/Humas)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 20:00 WIB

Jelang GP 2021, Presiden Jokowi Tingkatkan Pembangunan Jalan-Runway Bandara

Balapan MotoGP akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2021. Jelang ajang kejuaraan dunia balap motor itu, Presiden Joko Widodo mengatakan ada tiga…

kiri-Kanan) Ketua Forwarker–PWKI Edi Hardum, Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia(Padma) Indonesia Gabriel Goa dan Pengamat Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial, Timboel Siregar.

Sabtu, 23 Maret 2019 - 18:32 WIB

Kartu Prakerja, Jurus Jokowi Selamatkan Pengangguran

Ciloto- Program calon Presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mengenai kartu prakerja yang akan diluncurkan jika terpilih kembali menjadi Presiden di pemilihan Presiden 17 April 2019, patut didukung…

IKIMURA GROUP (Industry/foto: Herlambang)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 18:20 WIB

Gemilang di Tahun Lalu, PT Ikimura Group Bidik Pertumbuhan Bisnis Hingga 30 Persen di Tahun 2019

Imbas meningkatnya permintaan akan produk komponen otomotif juga dirasakan oleh salah satu perusahaan anak bangsa, PT Ikimura Group yang saat ini mendistribusikan dan memproduksi mettal cutting…

(Kiri-Kanan) Ketua Forwarker–PWKI Edi Hardum, Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia(Padma) Indonesia Gabriel Goa dan Pengamat Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial, Timboel Siregar.

Sabtu, 23 Maret 2019 - 18:00 WIB

Penempatan PRT dengan Sistem One Channel Sebaiknya Berlaku untuk Semua Negara Timur Tengah

Ciloto-Pemerintah diminta untuk tidak malu-malu membuka penempatan pekerja rumah tangga (PRT) atau pekerja migran Indonesia (PMI) ke negara-negara Timur Tengah (Timteng).