Eka Tjipta Foundation Galang Restorasi Bagi Korban Bencana Alam

Oleh : Herry Barus | Senin, 15 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Board Member of Sinar Mas Franky O. Widjaja (Foto Dok Industry.co.id)
Board Member of Sinar Mas Franky O. Widjaja (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Di usianya yang menginjak tahun ke-80, Sinar Mas berupaya untuk tak hanya tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan bersama masyarakat, tapi juga peduli serta berbagi dengan sekitar.

Itu sebabnya, perayaan tahun ini berisikan kemitraan bersama beberapa perusahaan lain, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, dan TNI dalam aksi kemanusiaan bagi korban bencana alam di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat

Menurut Board Member of Sinar Mas Franky O. Widjaja, keberlanjutan adalah harmoni antara pencapaian bisnis, kesejahteraan masyarakat, serta kelestarian lingkungan. “Kemitraan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang terdampak oleh bencana alam. Kami memahami bahwasanya pertumbuhan dan perkembangan Sinar Mas sekian lama adalah berkat keberadaan serta peran masyarakat,” ujar Franky setelah selaku Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, menandatangani nota kesepahaman bantuan kemanusiaan untuk restorasi pasca bencana bersama Panglima TNI, Marsekal TNI, Hadi Tjahjanto, dan dihadiri perwakilan perusahaan nasional lainnya.

Sebelumnya dalam perayaan hari jadi Sinar Mas yang berlangsung di Sinar Mas Land Plaza Jakarta, Rabu (10/10/2018), Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto (10/10) menyatakan, perayaan yang bernuansa sederhana dimaksudkan sebagai bentuk simpati atas bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah, dan sebelumnya di Nusa Tenggara Barat.

Sulistiyanto yang turut melakukan penandatangananan sebagai Wakil Ketua Umum Eka Tjipta Foundation mengatakan, sebagai langkah kepedulian, Sinar Mas melalui ETF, bersama Yayasan Buddha Tzu Chi serta TNI tengah merencanakan pembangunan rumah tinggal berikut infrastruktur layanan publik seperti klinik, rumah ibadah, dan sekolah bagi warga masyarakat yang menjadi korban bencana alam tadi. 

 Kemitraan akan berbentuk pengiriman logistik ke lokasi restorasi yang pengamanannya dilakukan pihak TNI, kemudian berlanjut ke pembangunan infrastruktur yang dimotori oleh unit zeni TNI. Sementara lokasi dan jumlah rumah, hingga kini masih dalam tahap koordinasi dengan semua pihak yang berwenang. Tak kurang dari 3.000 unit rumah akan dibangun melalui kesepakatan ini, dimana masingmasing pihak, yakni Yayasan Budhha Tzu Chi Indonesia, ETF dan juga Indofood, masing-masing berkontribusi sebanyak 1.000 unit rumah.

 Sebelumnya, ETF bersama Yayasan Buddha Tzu Chi telah memberikan dukungan serupa, baik pada fase tahap tanggap darurat, maupun rekonstruksi saat gempa terjadi di Sumatera Barat dan Jambi tahun 2010, Tasikmalaya, Jawa Barat tahun 2009, DI Yogyakarta-Magelang tahun 2006, dan Aceh–Nias pasca tsunami melanda tahun 2004. Rekonstruksi yang dilakukan di Aceh bersama sejumlah perusahaan lain, dengan dukungan masyarakat luas, diantaranya berwujud hampir 2.600 rumah layak huni yang tersebar di Banda Aceh, Aceh Besar serta Meulaboh, dikenal dengan nama Rumah Cinta Kasih.

Dari sisi pemahaman mitigasi bencana alam, ETF pada tahun 2006 menerbitkan buku berjudul Disaster Management di Negeri Rawan Bencana, beriskan rujukan penanganan bencana yang berkelanjutan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Minggu, 18 November 2018 - 12:18 WIB

Selaras Pemikiran Rizal Ramli, Pemerintah dan Bank Indonesia Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa

Rencana Bank Indonesia (BI) dalam menerbitkan aturan baru yang mewajibkan eksportir membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri pada 1 Januari 2019 selaras dengan ide dan gagasan ekonom…

Peneliti berprestasi ke Taiwan

Minggu, 18 November 2018 - 11:15 WIB

Kementerian Pertanian Berangkatkan Peneliti Berprestasi ke Taiwan

INDUSTRY.co.id -

Taiwan Kementerian Pertanian memberangkatkan Peneliti Berprestasi untuk mempelajari inovasi teknologi pertanian modern khususnya bidang Hortikultura…

Petani Padi (Ilustrasi)

Minggu, 18 November 2018 - 10:46 WIB

Agroekologi Bisa Jadi Solusi Pertanian Masa Depan

Agroekologi sesungguhnya memiliki kemampuan menghasilkan produksi pertanian lebih tinggi dibanding pola pertanian konvensional. Sayangnya, agroekologi masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:34 WIB

KTT APEC akan Bahas Konektivitas Untuk Pertumbuhan Inklusif

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2018 hari kedua, Minggu (18/11/2018) di Port Moresby, Papua Nugini, antara lain akan membahas konektivitas untuk pertumbuhan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:29 WIB

Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Dewan Bisnis APEC

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC) di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018).