Para Pemimpin ASEAN Komitmen Teguh Tekan Disparitas Pembangunan

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:49 WIB

Para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN berfoto bersama sebelum dimulainya Asean Leaders gathering, di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). (Foto: Anggun/Humas)
Para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN berfoto bersama sebelum dimulainya Asean Leaders gathering, di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). (Foto: Anggun/Humas)

INDUSTRY.co.id,  Bali- Baru-baru ini Kepala Negara/Pemerintahan negara-negara ASEAN sepakat pentingnya mengurangi disparitas dan jurang pembangunan di masing-masing negara anggota dan antara negara-negara ASEAN.

“Langkah ini penting untuk memastikan no one left behind,” kata Presiden Jokowi yang didampingi Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong saat menyampaikan pernyataan kepada wartawan setelah ASEAN Leaders gathering (ALg), di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, kemarin.

Untuk itu, Presiden Jokowi merasa perlu menggaris bawahi pentingnya sinergi antara organisasi kawasan dan PBB, serta pentingnya pencapaian SDGs (Suistainable Development Goals) juga prioritas Indonesia selama menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan, di tengah berbagai tantangan ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi ASEAN masih di atas rata-rata pertumbuhan dunia. Capaian SDGs di ASEAN juga cukup maju. “Angka kemiskinan ekstrem di ASEAN telah turun sekitar 68% dalam 15 tahun,” ungkapnya.

Presiden Jokowi menekankan, pencapaian SDGs tidak dapat dipenuhi secara isolatif oleh satu negara tanpa bekerja sama dengan negara lain. “Pencapaian SDGs memerlukan global leadership dan shared responsibilities,” tegas Presiden.

Simpati Gempa Sulteng dan Lombok

Dalam pertemuan ASEAN Leaders gathering itu, menurut Presiden Jokowi, para pemimpin ASEAN kembali menyampaikan simpati dan duka cita kepada para korban dan keluarga korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) dan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Atas ucapan simpati dan duka cita para pemimpin negara-negara sahabat itu, menurut Presiden, Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi atas solidaritas yang ditunjukkan oleh dunia, oleh ASEAN kepada Indonesia.

“Kita akan terus bekerja keras dengan optimis untuk mengatasi situasi tanggap darurat dan dilanjutkan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Presiden Jokowi.

Selain Presiden Jokowi, ASEAN Leaders gathering itu dihadiri oleh PM Singapura Lee Hsien Loong, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, PM Malaysia Mahathir Mohammad, PM Kamboja Samdech Techo Hun Sen, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, PM Laos Thongloun Sisoulith, PM Thailand Prayit Chan-o-cha, PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc, Sekjen PBB Antonio Guterres, Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hui, Managing Director IMF Christine Lagarde, dan Presiden Bank Dunia (World Bank) Jim Yong Kim

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petani jagung

Senin, 18 Februari 2019 - 05:00 WIB

Tambahan Produksi Jagung 3,3 Juta Ton, Tak Perlu Impor

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada para petani jagung yang telah memproduksi tambahan pasokan komoditas pangan itu hingga 3,3 juta ton sehingga Indonesia…

Pelabuhan Peti Kemas (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Februari 2019 - 04:30 WIB

Dukung Industri Logistik, Pelindo 1 Selesaikan Pengembangan Pelabuhan Sibolga

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 telah merampungkan pengembangan Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara, yang menjadi salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kinerja pelayanan…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Februari 2019 - 04:00 WIB

Industri 4.0 Belum Bela Hak Petani Jamin Harga Pangan Terjangkau

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan bahwa saat ini pemerintah Indonesia masih belum bisa membela hak-hak petani dan menjamin harga pangan yang terjangkau.

Menperin airlangga bersama presiden jokowi di acara roadmap industri 4.0

Minggu, 17 Februari 2019 - 20:26 WIB

Dana Riset Dinilai Belum Khusus untuk Industri 4.0

Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Suhono Harso Supangkat mengatakan, dana riset dan pengembangan dari pemerintah belum khusus untuk revolusi industri ke-empat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Minggu, 17 Februari 2019 - 18:40 WIB

Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2020-2040, Ini Langkah Strategis Kemenperin

Pemerintah menyiapkan langkah strategis perekonomian 2020-2024 yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor manufaktur.