Akhir Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat

Oleh : Wiyanto | Jumat, 12 Oktober 2018 - 07:59 WIB

PT.Bumi Serpong Damai Tbk. (PTBSD)
PT.Bumi Serpong Damai Tbk. (PTBSD)

INDUSTRY.co.id - Jakarta -  Diperkirakan IHSG mempunya peluang menguat terbatas di akhir pekan dengan mencoba kembali menguji MA5 dikisaran level 5762 dengan support resistance 5670-5762. Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya AKRA,BSDE, JPFA, KLBF, MNCN, ADRO, MEDC.

"Pergerakan IHSG secara teknikal bergerak gap down melemah menyentuh level support dan ditutup berhasil mengcounter pelemahannya hingga menguji level resistance MA5. Indikator stochastic masih memberikan indikasi penguatan yang cukup lambat dengan momentum dari Indikator RSI melambat hingga terkoreksi setelah tidak mampu break out MA14 dari momentumnya diarea middle oscillator," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Jumat (12/10/2018). 

IHSG (-2.03%) ditutup melemah 117.85 poin kelevel 5702.82 dengan saham-saham sektor aneka industry (-2.92%) dan Keuangan (-2.68%) memimpin pelemahan setelah menjadi pemimpin penguatan pada perdagangan sebelumnya. Terhempasnya IHSG hingga 2% diakibatkan sentimen global yang beramai-ramai menjual ekuitasnya meskipun demikian IHSG cenderung tertahan jika dibandingkan dengan Mayoritas indeks saham di Asia hal tersebut disebabkan masih optimisnya investor dalam negeri di Indonesia melihat upaya pemerintah meningkatkan inflasi dengan rencana menaikan harga BBM sehingga dapat menjadi stimulus penguatan permintaan rupiah kedepan. Investor asing tercatat net sell cukup besar di level 1.19 Triliun rupiah seiring depresiasi Rupiah sebesar 0.23% dilevel 15235 per USD.

 Bursa Eropa mengawali sesi perdagangan dengan pelemahan lebih dari 1% menyusul pelemahan yang cukup mengkhawatirkan di Asia. Indeks Eurostoxx (-1.47%), FTSE (-1.86%), DAX (-1.39%) dan CAC (-1.56%) melemah dengan pergerakan gap down. Tarjamnya kenaikan imbal hasil 10 tahunan di AS menyebabkan investor melakukan aksi jual. Pemangkasan neraca dan menaikan suku bunga memprovokasi kemarahan Trump dan membantu memaksa repricing aset berisiko menjadi dasar faktor pelemahan ekuitas global. Investor akan menanti data inflasi dan stok persediaan minyak di AS yang diperkirakan cukup membuat rebound jangka pendek mayoritas ekutias disana. Pada akhir pekan Investor akan disuguhkan data Aktifitas perdagangan di China dengan Data import pada ekspektasi turun menjadi 15.0% dan export menjadi 8.9%.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Foto Doc Kementan

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 20:44 WIB

Hasilkan 20 Triliun dalam 3,5 Tahun, Ekspor Obat Hewan Indonesia Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Dalam kurun waktu 3,5 tahun, ekspor obat hewan telah signifikan mendatangkan devisa negara yang cukup besar. Berdasarkan data Direktorat…

Bambang Tribaroto Corporate Secretary Bank BRI (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 20:00 WIB

BRI-Pemprov Perkuat Sistem Informasi Pertanian di Jawa Tengah.

Bank BRI bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan acara puncak perayaan Hari Tani 2018 yang dilaksanakan di Alun-alun Bung Karno, Kabupaten Ungaran, Jawa Tengah Sabtu (20/10/2018).…

Garuda-Polri Sepakat Kemitraan Strategis Layanan Jasa Penerbangan (Foto Dok Garuda Indonesia)

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Garuda-Polri Sepakat Kemitraan Strategis Layanan Jasa Penerbangan

Maskapai nasional Garuda Indonesia bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Jumat (19/10/2018) melakukan penandatanganan nota kesepahaman perpanjangan komitmen kemitraan strategis…

Taufik Hidayat, Direktur Utama PT. PP Properti Tbk (Dok. Industry)

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 17:00 WIB

PT PP Bukukan Kontrak Baru Rp32,45 Triliun

PT PP (Persero) Tbk, perusahaan konstruksi dan investasi di Indonesia berhasil membukukan kontrak baru Rp32,45 triliun sampai akhir September 2018, naik 1,5 persen dibanding periode yang sama…

Ilustrasi Pertamina EP

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 16:30 WIB

Pertamina EP Capai Produksi 102 Persen

PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) mencatat pencapaian produksi minyak PT Pertamina EP Asset 3 sebesar 12.408 BOPD atau 102 persen dari target 2018 sebesar 12.138 BOPD.