Dorong Implementasi Industri 4.0, Kemenperin Jalin Kerja Sama Dengan Enterprise Singapore

Oleh : Ridwan | Kamis, 11 Oktober 2018 - 16:03 WIB

Kepala BPPI Kemenperin RI Ngakan Timur Antara bersama CEO Enterprise Singapore, Png Cheong Boon seusai menandatangani MoU Implementasi Industri 4.0 (Foto: Kemenperin)
Kepala BPPI Kemenperin RI Ngakan Timur Antara bersama CEO Enterprise Singapore, Png Cheong Boon seusai menandatangani MoU Implementasi Industri 4.0 (Foto: Kemenperin)

INDUSTRY.co.id - Nusa Dua, Kementerian Perindustrian RI menjalin kerja sama strategis dengan Enterprise Singapore dalam upaya mendorong implementasi industri 4.0 di Indonesia.

Kesepakatan kedua belah pihak ini merupakan hasil dari rangkaian kegiatan Pertemuan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WBG) 2018.

"Revolusi industri 4.0 ini menjadi sangat penting untuk segera diadopsi, karena akan menjadi lompatan besar di sektor industri manufaktur nasional," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin RI Ngakan Timur Antara di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

Komitmen bilateral tersebut tertuang dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala BPPI Kemenperin RI Ngakan Timur Antara dengan CEO Enterprise Singapore, Png Cheong Boon.

Momen ini disaksikan langsung oleh Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama beberapa Menteri Kabinet Kerja.

Ruang lingkup pelaksanaan MoU yang akan dikolaborasikan bersama, antara lain menghubungkan industri Indonesia dengan penyedia teknologi Singapura, mengeksplorasi inisiatif untuk mendorong adopsi solusi inovasi manufaktur antar industri, dan pengembangan kurikulum pelatihan terkait Industri 4.0 untuk industri Indonesia.

"Kerja sama itu termasuk di dalamnya fasilitasi pertukaran antarlembaga mengenai rancangan atau implementasi fasilitas inovasi manufaktur kepada industri Indonesia dan pengembangan platform inovasi yang akan menjadi jembatan digital bagi produsen Indonesia dalam mengakses solusi industri 4.0," papar Ngakan.

MoU tersebut juga mendukung penerapan Making Indonesia 4.0 guna memacu lima sektor manufaktur, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektonika.

Perjanjian kerja sama ini mulai berlaku sejak tanggal ditandangani sampai dua tahun dan dapat diperpanjang kembali dalam periode waktu yang sama.

Ngakan optimistis, Making Indonesia 4.0 yang telah dijadikan agenda nasional akan mampu mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil sebesar 1-2 persen per tahun, sehingga pertumbuhan PDB per tahun akan naik dari baseline sebesar 5 persen menjadi 6-7 persen selama tahun 2018-2030. Selain itu, rasio ekspor netto akan meningkat kembali sebesar 10 persen terhadap PDB.

Kemudian, terjadi peningkatan produktivitas dengan adopsi teknologi dan inovasi, serta mewujudkan pembukaan  lapangan kerja baru sebanyak 10 juta orang pada tahun 2030. Aspirasi besar yang ditetapkan, yakni  menjadikan Indonesia masuk pada jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

"Maka itu, kuncinya adalah menyiapkan kompetensi SDM dan infrastruktur digital," imbuhnya.

Menperin Airlangga pun menegaskan, di era digital saat ini, industri manufaktur perlu memanfaatkan teknologi otomatisasi yang tinggi dengan ditopang infrastruktur berbasis internet.

Proses ini tidak hanya berlaku di dalam kegiatan produksi saja, melainkan juga di seluruh rantai nilainya sehingga terjadi alur yang terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi, optimalisasi, dan mutu produk.

Sementara, Png Cheong Boon menyampaikan, pihaknya berkomitmen ikut berkontribusi membangun kemampuan inovasi sektor industri di Indonesia.

"Kami adalah lembaga pemerintah yang mendukung pengembangan usaha. Kami juga mendukung pertumbuhan Singapura sebagai pusat perdagangan global dan startup," tuturnya. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelabuhan Peti Kemas (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Februari 2019 - 04:30 WIB

Dukung Industri Logistik, Pelindo 1 Selesaikan Pengembangan Pelabuhan Sibolga

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 telah merampungkan pengembangan Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara, yang menjadi salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kinerja pelayanan…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Februari 2019 - 04:00 WIB

Industri 4.0 Belum Bela Hak Petani Jamin Harga Pangan Terjangkau

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan bahwa saat ini pemerintah Indonesia masih belum bisa membela hak-hak petani dan menjamin harga pangan yang terjangkau.

Menperin airlangga bersama presiden jokowi di acara roadmap industri 4.0

Minggu, 17 Februari 2019 - 20:26 WIB

Dana Riset Dinilai Belum Khusus untuk Industri 4.0

Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Suhono Harso Supangkat mengatakan, dana riset dan pengembangan dari pemerintah belum khusus untuk revolusi industri ke-empat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Minggu, 17 Februari 2019 - 18:40 WIB

Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2020-2040, Ini Langkah Strategis Kemenperin

Pemerintah menyiapkan langkah strategis perekonomian 2020-2024 yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor manufaktur.

Event Dine & Design di HighPoint Center Pondok Indah

Minggu, 17 Februari 2019 - 17:20 WIB

HighPoint Luncurkan Seri Terbaru dari furniture CASE

Membawa tema Furnish Your Dreams, HighPoint memperkenalkan banyak koleksi terbaru dari seri furniture CASE diantaranya yaitu seri American Classic melalui event Dine & Design di HighPoint Center…