Perkuat Kerja Sama, BNI Sediakan SBLC untuk Garuda Indonesia

Oleh : Herry Barus | Kamis, 11 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Perkuat Kerja Sama, BNI Sediakan SBLC untuk Garuda Indonesia (Rizki Meirino)
Perkuat Kerja Sama, BNI Sediakan SBLC untuk Garuda Indonesia (Rizki Meirino)

INDUSTRY.co.id - Denpasar--- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atau Garuda Indonesia meningkatkan kerjasama penggunaan fasilitas perbankan dengan menandatangani perjanjian fasilitas Stand By Letter of Credit (SBLC). Fasilitas BNI ini dimanfaatkan oleh Garuda untuk Pengelolaan Dana Perawatan Pesawat.    

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilaksanakan di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018) oleh Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama  Wahju Setyawan dengan Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Garuda Fuad Rizal. Acara yang digelar bertepatan dengan  IMF - World Bank Annual Meeting 2018 ini disaksikan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra.

Pada kesempatan ini, Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan menjelaskan bahwa kerjasama fasilitas ini merupakan bentuk kepercayaan BNI kepada Garuda Indonesia yang terus meningkatkan performa perusahaan ditengah daya saing industri penerbangan yang sangat tinggi. Selain itu, BNI juga menjadi mitra strategis Garuda Indonesia yang menyediakan fasilitas transaksi perbankan lainnya, yaitu seperti cash management, pembayaran gaji karyawan, e-tax, hingga kredit konsumer kepada pegawai.

Dengan dilaksanakannya perjanjian kerja sama tersebut, BNI telah memberikan fasilitas Non Cash Loan kepada Garuda Indonesia sebesar USD 200 Juta yang merupakan persetujuan awal dari rencana sampai dengan USD 400 juta.

BNI terus berupaya menjadi mitra strategis perbankan yang terbaik untuk Garuda Indonesia serta bisa mewujudkan “Sinergi BUMN” yang mampu memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

Dalam acara yang sama, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra Direktur Utama Garuda Indonesia  menjelaskan bahwa fasilitas SBLC ini sangat membantu Garuda Indonesia dalam mengelola dana perawatan pesawat untuk menunjang cash flow. Fasilitas tersebut berfungsi sebagai jaminan untuk menggantikan dana perawatan pesawat yang mengendap pada lessor sehingga dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional perusahaan tanpa adanya peningkatan beban hutang.    

Dengan demikian cash flow perseroan akan semakin baik didukung dengan konsep kerjasama dan upaya untuk menarik kembali Dollar AS yang ada di luar negeri ke Indonesia, sehingga diharapkan dapat membantu perbaikan dan penguatan nilai tukar rupiah melalui peningkatan pemasukan devisa.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Christine Lagarde Terkesan dengan Paviliun Indonesia (Foto Humas BUMN)

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:00 WIB

Kisah Sukses Pengrajin Songket Pandai Sikek

Annual Meeting IMF WB 2018 di Nusa Dua Bali, menjadi momen tepat untuk para pelaku UMKM memamerkan produk berkualitasnya yang banyak mengusung karya seni dan kerajinan tangan khas Indonesia.…

PT Sri Rejeki Isman Tbk

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:48 WIB

Depresiasi Rupiah Kerek Penjualan Ekspor Sri Rejeki Isman

Kondisi tersebut membuat manajemen SRIL berkeinginan untuk meningkatkan porsi ekspor berkisar 56% hingga 58% sampai akhir tahun 2018.

Produk Minuman PT Delta Djakarta (ist)

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:12 WIB

Dampak Depresiasi Rupiah, Delta Djakarta Berupaya Kendalikan Biaya Produksi

Produsen minuman beralkohol PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) berupaya untuk menjaga biaya produksi. Pasalnya, bahan baku pembuatan minuman ini masih mengandalkan impor, seperti malt. Sementara,…

Mentan Andi Amran Sulaiman (Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Mentan Amran Kerja Sama Pengembangan Rain Water Harvesting System

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjalin kerja sama dengan pemerintahan Taiwan untuk pengembangan sektor pertanian Indonesia.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 17:45 WIB

Rupiah Senin Sore Ditransaksikan Antarbank di Jakarta Rp15.237

Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore (15/10/2018) bergerak melemah sebesar 42 poin menjadi Rp15.237 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.195…