Cegah Lonjakan Serangan Hama WBC, Kementan Ajak Petani Kembangkan Budidaya Tanaman Sehat

Oleh : Wiyanto | Jumat, 05 Oktober 2018 - 10:12 WIB

PT Astra Agro Lestari Tbk
PT Astra Agro Lestari Tbk

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Lonjakan populasi hama wereng batang cokelat (WBC) dikhawatirkan terjadi pada periode tanam Oktober 2018 hingga Maret 2019, dan akan memengaruhi capaian luas panen serta produktivitas padi nasional. Sebagai upaya memitigasi resiko serangan hama tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) sejak awal mendorong pengembangan budidaya tanaman sehat.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan Yanuardi menyebutkan penerapan budidaya tanaman sehat dilakukan melalui perbaikan fisik dan kimia tanah, penggunaan bahan organik hayati dan ramah lingkungan, serta peningkatan kapasitas petani. Untuk itu, kami memperbaiki kesuburan lahan, penggunaan varitas unggul tahan WBC, serta menanam refugia, ungkap Yanuadi dalam keterangan pers yang diterima hari Kamis (27/9).

Agar pelaksanaan budidaya tanaman sehat dapat berjalan sesuai tujuannya, Kementan memberi bantuan sarana produksi berupa benih, dolomit dan pestisida hayati. Tak hanya itu, Kementan juga memberikan bantuan pendukung seperti agens pengendali hayati dan tanaman refugia. Keberadaan agens pengendali hayati dan tanaman refugia diharapkan dapat melindungi tanaman padi dari serangan hama WBC.

Kementan mendorong pengembangan budidaya tanaman sehat dengan pertimbangan bahwa peningkatan populasi hama WBC justru disebabkan tingginya ketergantungan terhadap pestisida kimia. Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan ditenggarai dapat menimbulkan resistensi dan resurgensi hama.

Hasil dari pengembangan budidaya tanaman sehat yang dilakukan pada tahun 2017, menunjukkan bahwa petani yang awalnya gagal panen menjadi dapat berproduksi rata-rata sebesar 11 ton per hektare, jauh lebih tinggi dibandingkan budidaya normal yang rata-rata produksinya sebesar 8 ton per hektare. Pada tahun ini, program budidaya tanaman sehat dikembangkan seluas 24.000 hektare di daerah endemis serangan WBC.

Selain itu, Ditjen Tanaman Pangan Kementan pada tahun ini juga memberikan bantuan sarana transportasi kepada semua petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) sejumlah 1.037 unit roda dua dan 85 unit kendaraan roda empat. Langkah ini diambil untuk memperkuat sistem surveilence dan deteksi dini serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), tandas Yanuardi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gelombang tinggi (Foto Sindonews)

Jumat, 22 Maret 2019 - 04:44 WIB

BMKG: Gelombang Laut Laut Sawu NTT Diprediksi Capai 3,5 Meter

Badan Meteorologi, Klimatologi dan dan Geofisika (BMKG) menyatakan gelombang tinggi yang terjadi pada beberapa wilayah perairan laut di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini, akibat siklon tropis…

Kondisi Jalan Pasca Banjir Bandang Sentani Jayapura

Jumat, 22 Maret 2019 - 04:37 WIB

11.156 Orang Pengungsi Banjir Jayapura Papua

Jumlah pengungsi yang terdampak banjir bandang di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, hingga Kamis (21/3/2019) mencapai 11.156 orang.

Mbak Tutut (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 22 Maret 2019 - 04:29 WIB

Mbak Tutut : Perbedaan Memperkaya Indonesia Kita

Siti Hardijanti Rukmana, putri sulung Presiden Soeharto yang akrab disapa Mbak Tutut mengatakan, perbedaan dan keanekaragam di berbagai aspek di nusantara tercinta, justru akan memperkaya Indonesia.

Prabowo Subianto (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 21 Maret 2019 - 21:00 WIB

Capres Prabowo dan AHY Dijadwalkan Kampanye Akbar di Makassar

Calon Presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, dijadwalkan melaksanakan kampanye akbar pada Minggu, 24 Maret 2019 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Eksplorasi Budaya Betawi Dalam Desain Kontemporer di Superdesign Show Milan 2019

Kamis, 21 Maret 2019 - 20:52 WIB

Delapan Ikon Betawi Pamer Budaya di Milan Design Week 2019

Setelah melewati proses kurasi, Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) oleh Artura kembali menampilkan karya desain kontemporer kreatif dalam ajang Super Design Show, yang merupakan bagian…