BKPM Tawarkan Investasi Bandara Komodo Rp3 Triliun

Oleh : Herry Barus | Rabu, 26 September 2018 - 10:20 WIB

Ilustrasi Bandara
Ilustrasi Bandara

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan menawarkan investasi pengembangan Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, NTT, senilai Rp3 triliun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Melalui kegiatan "market sounding" yang digelar di Jakarta, Selasa (25/9/2018) , Pelaksana Tugas Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Wisnu Wijaya Soedibjo menyampaikan pengembangan Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, dengan skema KPBU bertujuan bukan semata-mata untuk membangun komplek bandar udara internasional secara fisik tetapi untuk menyediakan fasilitas bandar udara yang dapat memberikan pelayanan berkualitas bagi wisatawan mancanegara dan lokal.

"Pemilihan skema KPBU dalam penyediaan infrastruktur ini tidak hanya atas pertimbangan keterbatasan anggaran semata, namun hal yang lebih penting adalah pemanfaatan partisipasi swasta yang memiliki pengetahuan, keahlian dan pengalaman untuk mewujudkan infrastruktur bandar udara yang lebih berkualitas dengan anggaran yang lebih efisien," katanya.

Kementerian Perhubungan tengah mengkaji potensi pelaksanaan skema KPBU pada beberapa proyek bandar udara.

Pengembangan Bandar Udara Komodo dipilih menjadi proyek percontohan atau "pilot project" dengan pertimbangan peranannya untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Labuan Bajo, disamping pertimbangan potensi daerah sekitarnya yang menawarkan keindahan panorama alam dan kearifan lokal khas Nusa Tenggara Timur.

Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti menjelaskan cakupan pekerjaan pembangunan dan pengembangan fasilitas Bandar Udara Komodo dengan skema KPBU ini, diantaranya adalah pembangunan dan pengoperasian bangunan terminal penumpang internasional dan terminal kargo, perpanjangan landasan pacu, dan pemeliharaan fasilitas bandar udara.

Pengembangan Bandar Udara Komodo melalui skema KPBU dengan kebutuhan total investasi sebesar sekitar Rp3 triliun, yang terdiri dari Rp1,17 triliun biaya "capital expenditure (capex) dan Rp1,83 triliun biaya "operational expenditure" (opex).

Pengembalian investasi berasal dari tarif layanan pengguna jasa fasilitas bandar udara selama masa konsesi 25 tahun.

Proyek ini juga direncanakan akan mendapatkan penjaminan pemerintah (Government Guarantee) melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

Ada pun tahap prakualifikasi proyek akan dilakukan sekitar bulan Oktober 2018.

Turut hadir dalam kegiatan itu 150 peserta yang meliputi investor yang bergerak di bidang pengelolaan bandar udara, kontraktor, perbankan dan lembaga keuangan, konsultan serta asosiasi terkait dari dalam dan luar negeri.

Beberapa perusahaan dan BUMN yang hadir antara lain GVK Services Indonesia, GMR Airport, PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Dirgantara Petroindo Raya, PT Cardig Aero Services Group, Muhibbah Engineering BHD, PT Wijaya Karya Bangun Gedung dan PT Sojitz Indonesia.

Selanjutnya PT Pembangunan Perumahan, Astra Infrastructure, Mitsubishi Corporation, Hyundai Engineering Co., Ltd, China Construction Eighth Engineering Division Corp. Ltd, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, BNP Paribas, Mitsui, Marubeni Corporation, ITOCHU Corporation, Indika Logistic, dan beberapa kedutaan besar negara sahabat.(Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) (Foto Ist)

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:12 WIB

WSBP Raih Cash Flow Operasional Positif di 2018

Jakarta - Tahun ini PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) emiten beton precast terbesar tanah air akan menutup akhir tahun ini dengan membukukan cashflow operasional positif yang signifikan, setidaknya…

Bambang Brodjonegoro (Foto/Rizki Meirino)

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:00 WIB

Bappenas: Industri Mamin Dukung Kinerja Ekspor Nasional

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mendorong ekspor industri makanan dan minuman halal yang merupakan sektor potensial dan siap dikembangkan untuk…

BCA Syariah edukasi keuangan kepada kaum ibu

Selasa, 18 Desember 2018 - 16:48 WIB

BCA Syariah Dorong Ibu Rumah Tangga Pandai Kelola Keuangan

Jakarta Kaum perempuan terutama Ibu memiliki peranan penting dalam mengatur keuangan keluarga. Kemampuan seorang ibu mengelola keuangan dengan bijak dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan…

Deputi Gubernur BI, Erwin Rijanto, cetuskan UKM perlu naik kelas.

Selasa, 18 Desember 2018 - 16:28 WIB

UKM Didorong Tumbuh dan Naik Kelas

Jakarta - Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia membutuhkan ekosistem yang kondusif untuk dapat tumbuh secara berkualitas. Untuk itu, diperlukan berbagai unsur yang…

kelapa sawit

Selasa, 18 Desember 2018 - 15:51 WIB

Tingkatkan Kinerja Keuangan, Sawit Sumbermas Sarana Akan Genjot Ekspor CPO Pada Tahun 2019

Pada kuartal I tahun depan. perseroan akan mulai melakukan roadshow ke sejumlah negara untuk mencari pasar ekspor baru.