Harga CPO Malaysia Turun Pasca Kenaikan Tajam Awal Pekan ini

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 26 September 2018 - 07:15 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Malaysia turun menjadi RM2.157 per ton pada Selasa (25/09/2018) dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di level RM2.163 per ton ketika harga komoditas sawit tersebut naik 1%.

Kenaikan harga minyak mentah dan stabilnya harga minyak kedelai menjadi pendorong utama bagi kenaikan CPO pada Senin (24/09/2018), dimana kenaikan itu juga tercatat sebagai yang terbesar dalam dua pekan terakhir.

Harga minyak mentah Brent mencapai level tertinggi sejak November 2014 ke posisi US$81,48 per barel, begitu juga minyak WTI yang mendekati level US$73 per barel karena pasar memprediksi pasokan akan berkurang setelah AS mengenakan sanksi ekspor minyak mentah Iran mulai 4 November nanti.

Selain itu, OPEC yang belum akan meningkatkan produksi juga menjadi sentimen positif bagi harga minyak mentah gloal.
Kenaikan harga minyak mentah turut berdampak terhadap harga CPO karena minyak nabati ini juga diolah menjadi biodiesel. Harga minyak mentah dan CPO cenderung memiliki korelasi positif.


Sementara itu, stabilitas harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) setelah naik 1,8% juga menjadi sentimen positif bagi harga CPO. Kompetitor CPO ini menguat karena kemungkinan terganggunya panen di AS.

Melihat pergerakan tersebut, jika harga minyak mentah dan minyak kedelai hari ini melemah, maka harga CPO diprediksi terkoreksi di kisaran RM2.145-2.182 per ton. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Christine Lagarde Terkesan dengan Paviliun Indonesia (Foto Humas BUMN)

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:00 WIB

Kisah Sukses Pengrajin Songket Pandai Sikek

Annual Meeting IMF WB 2018 di Nusa Dua Bali, menjadi momen tepat untuk para pelaku UMKM memamerkan produk berkualitasnya yang banyak mengusung karya seni dan kerajinan tangan khas Indonesia.…

PT Sri Rejeki Isman Tbk

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:48 WIB

Depresiasi Rupiah Kerek Penjualan Ekspor Sri Rejeki Isman

Kondisi tersebut membuat manajemen SRIL berkeinginan untuk meningkatkan porsi ekspor berkisar 56% hingga 58% sampai akhir tahun 2018.

Produk Minuman PT Delta Djakarta (ist)

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:12 WIB

Dampak Depresiasi Rupiah, Delta Djakarta Berupaya Kendalikan Biaya Produksi

Produsen minuman beralkohol PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) berupaya untuk menjaga biaya produksi. Pasalnya, bahan baku pembuatan minuman ini masih mengandalkan impor, seperti malt. Sementara,…

Mentan Andi Amran Sulaiman (Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Mentan Amran Kerja Sama Pengembangan Rain Water Harvesting System

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjalin kerja sama dengan pemerintahan Taiwan untuk pengembangan sektor pertanian Indonesia.

PT GMF Aero Asia Tbk (GMFI) (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 17:48 WIB

Tingkatkan Branding, GMF AeroAsia Jalin Kemitraan Strategis Dengan Perusahaan MRO Asal Eropa

Kolaborasi ini dirancang untuk mengembangkan dan meningkatkan sistem kualitas serta kapabilitas GMF serta untuk memperkuat posisi AFI KLM E & M di Asia.