Temui Presiden Jokowi, GE Nyatakan Siap Dukung Implementasi Making Indonesia 4.0

Oleh : Ridwan | Jumat, 21 September 2018 - 10:02 WIB

Presiden Joko Widodo didampingi Menperin Airlangga Hartarto dan Menteri ESDM Ignatius Jonan seusai melakukan pertemuan dengan Chairman & CEO General Electric John Flannery beserta rombongannya di Istana Merdeka (Foto: Dok Kemenperin)
Presiden Joko Widodo didampingi Menperin Airlangga Hartarto dan Menteri ESDM Ignatius Jonan seusai melakukan pertemuan dengan Chairman & CEO General Electric John Flannery beserta rombongannya di Istana Merdeka (Foto: Dok Kemenperin)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Perusahaan raksasa Amerika Serikat, General Electirc (GE) berkomitmen mendukung pelaksanaan pendidikan vokasi dan mendorong terciptanya inovasi teknologi sesuai kebutuhan sektor industri sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Chairman & CEO General Electric John Flannery beserta rombongannya di Istana Merdeka, Jakarta (20/9/2018).

Seperti diketahui, pemerintah saat ini tengah fokus dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar mampu menghadapi revolusi industri 4.0

Menperin menjelaskan, SDM terampil merupakan kunci utama dalam menyukseskan penerapan industri 4.0. Oleh karena itu, diperlukan pelaksanaan program guna peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (reskilling) para tenaga kerja berdasarkan kebutuhan dunia industri saat ini.

"Kami telah meluncurkan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang link and match dengan industri, menjalin kerja sama dengan Swiss untuk pengembangan Politeknik, menjalankan program silver expert dalam upaya melibatkan tenaga ahli dari sektor industri sebagai instruktur, serta menggandeng lembaga riset Jerman, Fraunhofer IPK untuk lebih mengaktifkan kegiatan litbang di Indonesia," paparnya.

Di samping itu, menurut Airlangga, pembangunan ekosistem inovasi dan infrastruktur digital menjadi program prioritas yang juga perlu dilaksanakan guna mengakselerasi target dari Making Indonesia 4.0. Aspirasi besarnya adalah mewujudkan Indonesia berada pada jajaran negara 10 ekonomi terbesar di dunia tahun 2030. 

"Inovasi dapat dihasilkan dari kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi. Dengan inovasi, daya saing industri nasional akan lebih kompetitif di kancah global," jelasnya.

Terkait hal ini, Kemenperin terus mendorong pembangunan pusat inovasi industri di dalam negeri, pengoptimalan regulasi dan fasilitas insentif fiskal, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. 

CEO GE Indonesia Handry Satriago menyampaikan, pihaknya siap untuk membantu pelaksanaan program pendidikan vokasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, seperti Kemenperin.

"Kami akan menyediakan tenaga ahli untuk mengajar, alat peraga dan sebagainya yang dibutuhkan industri di Indonesia. Program ini secepatnya akan dilaksanakan," ujarnya.

Handry menyebutkan, ada empat sektor yang difokuskan GE dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia, yakni untuk industri penerbangan, infrastruktur energi, kesehatan, dan digital. Menurutnya, pertumbuhan empat sektor tersebut terus melaju kencang sehingga peluang penyerapan ahli yang dihasilkan oleh sekolah vokasi akan sangat besar.

"Di Indonesia, penumpang pesawat tumbuh terus, kebutuhan listrik juga tinggi, bahkan digitalisasi akan jadi pendorong ekonomi masa depan. Kami ingin pendidikan vokasi di bidang itu harus segera dimulai," tuturnya.

Bahkan, tambah Handry, GE akan transfer teknologi untuk pengembangan inovasi baterai, energi terbarukan, dan listrik pedesaan.

Dalam mendukung industri 4.0 di Indonesia, GE pun akan memulai bisnis teknologi 3D printing untuk logam pada triwulan III tahun 2018. Setiap mesin diperkirakan membutuhkan investasi sebesar lebih dari USD1 juta per printer.

“Kalau anda suplier perusahaan otomotif, kami akan siapkan peralatan, teknologi, dan risetnya. Jadi, pengembangannya bisa dibuat di sini. GE telah menggunakan teknologi 3D printing untuk memproduksi komponen pesawat pada mesin-mesin buatan kami," kata Handry.

Di samping itu, GE mendukung program pemerintah dalam penggunaan Biodiesel 20 (B20) dalam rangka penghematan devisa dari impor migas. Melalui salah satu divisi usaha mereka, GE Transportation berencana membuat kajian lanjutan di Amerika Serikat mengenai penggunaan B20 di mesin lokomotif kereta api.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Talk Show bertajuk Mempererat Ikatan Ibu dan Anak dengan MetodeRead-Aloud yang diselenggarakan Lotte Choco Pie (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 19:30 WIB

Sambut Hari Ibu, Lotte Choco Pie Ajak Para Ibu Tingkatkan Kualitas Mendidik Sang Buah Hati

Menyambut Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2018, Lotte Choco Pie mengajak para ibu Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas dalam hal mendidik sang buah hati.

Menteri Airlangga resmikan Real CoId-Pressed Facility PT Sewu Segar Primatama (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 17:13 WIB

Menperin: Target Roadmap 4.0 di Sektor Mamin Adalah Indonesia Jadi Pemain Utama Industri Mamin Dunia

Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi Industri 4.0.

Kementerian PUPR Terima Medali Emas Simpul Jaringan Geospasial dari Badan Informasi Geospasial

Rabu, 12 Desember 2018 - 16:37 WIB

Kementerian PUPR Terima Medali Emas Simpul Jaringan Geospasial dari Badan Informasi Geospasial

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerima penghargaan Bhumandala Kanaka Tahun 2018 atau Medali Emas untuk Kategori Simpul Jaringan Geospasial Terbaik Tingkat Kementerian/Lembaga…

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta

Rabu, 12 Desember 2018 - 16:32 WIB

OJK Minta Masyarakat Berhubungan dengan Fintech Terdaftar atau Berizin

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan akan melakukan tindakan tegas terhadap penyelenggara fintech peer to peer lending (P2P) yang telah terdaftar atau berizin jika terbukti melakukan pelanggaran.…

Pertamina (Foto: Ist)

Rabu, 12 Desember 2018 - 15:53 WIB

Kini BBM Satu Harga Tersebar di 127 Lokasi

Realisasi pengoperasian bahan bakar minyak (BBM) satu harga sudah hadir di 127 titik lokasi dari target yang ditetapkan sepanjang 2018 sebanyak 130 titik lokasi.