Buka Pameran Ulos Hangoluan dan Tondi, Menpar Dibuat Kagum

Oleh : Ridwan | Rabu, 19 September 2018 - 18:45 WIB

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat membuka pameran Ulos Hangoluan (Foto: Dok. Kemenpar)
Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat membuka pameran Ulos Hangoluan (Foto: Dok. Kemenpar)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kain khas Suku Batak, Ulos, ternyata memiliki nilai yang sangat tinggi. Ulos pun punya peranan penting dalam kehidupan warga Suku Batak. Makna inilah yang coba disampaikan dalam pameran Ulos, Hangoluan & Tondi.

Pameran secara resmi dibuka Rabu (19/9), di Museum Tekstil Jakarta. Pameran berlangsung 20 September hingga 7 Oktober 2018.

Dua menteri Kabinet Kerja hadir dalam pembukaan yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Hadir juga Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.

Ulos yang dipamerkan rata-rata berusia 50 tahun ke atas. Semuanya adalah koleksi pribadi Devi Pandjaitan boru Simatupang. Sedangkan pameran dikemas oleh Kerri Na Basaria bersama Tobatenun di bawah Yayasan DEL.

Menteri Pariwisata Arief Yahya bahkan dibuat terkagum-kagum oleh deretan Ulos yang dipamerkan. Apalagi, setelah ia mengetahui makna yang terkandung di dalamnya.

Menteri asal Banyuwangi ini mengaku baru tahu Ulos mengiringi kehidupan masyarakat Batak. Dari lahir hingga meninggal. 

"Ulos ini tradisi kehidupan masyarakat Batak. Bayi baru lahir, itu menggunakan kain Ulos, dari lahir hingga meninggal itu pakai kain Ulos. Dan saat dibaptis juga pakai kain Ulos. Jadi begitu banyak historis dan religiusnya kain Ulos," papar Menpar Arief Yahya.

Menpar bahkan menyebutkan kain Ulos sebagai "harta" yang tak ternilai. Ada tiga esensi yang menjadi indikasinya. Pertama, kain Ulos yang terus mengiringi kehidupan masyarakat Batak. Kedua, dengan Ulos satu generasi ke generasi berikutnya dapat saling mengenal.

"Dan yang ketiga, Ulos sebagai sumber pendapatan masyarakat. Karena kerajinan Ulos sangat tinggi nilainya. Seperti yang Saya gunakan ini, sudah berusia 100 tahun. Harganya Rp 10 juta lebih," sebutnya. 

Namun, bukan hanya Ulos yang mampu mencuri perhatian. Kemasan pamerannya pun oke. Pameran ini juga bagian untuk mempromosikan Sumatera Utara. Khususnya destinasi prioritas Danau Toba. 

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya penyebaran pesona budaya Batak. Khususnya dalam dunia tenun kain Ulos kepada dunia," ujarnya.

Pameran Ulos Hangoluan dan Tondi mengusung konsep Stages of Life. Atau, Tahapan dalam kehidupan: Birth, Life, Marriage, Death, Paradise. Total Ulos yang dipamerkan ada 50 helai. 25-30 dari jumlah itu adalah koleksi langka. Bahkan orang Batak sendiri belum tentu kenal dengan motifnya.

Dari pintu utama Museum Tekstil, pengunjung akan dimanjakan dengan instalasi pengenalan. Judulnya Introduction. Instalasi ini memperkenalkan kehidupan sehari-hari masyarakat Samosir. 

Berikutnya adalah ruangan Birth. Terinspirasi dari aeal sebuah kehidupan, ruangan Birth memberikan esensi dari sebuah kehidupan baru.

"Salah satu kain yang unik dan sarat makna yang dipajang di ruangan ini dinamakan Ulos Lobu-Lobu. Ulos in diberikan kepada perempuan yang ingin hamil atau yang baru melahirkan," terang Kerri Na Basaria.

Setelah itu, ada ruangan Life. Ruangan ini menggambarkan kondisi alam, penduduk, serta dinamika kehidupan setiap manusia. Kain Ulos yang dipamerkan di ruangan ini yang biasa digunakan dari masa kanak-kanak hingga usia senja.

Tahapan kehidupan berikutnya akan disuguhkan dalam ruangan Marriage. Ruangan ini menggunakan warna yang berbeda dengan masyarakat moderen pada umumnya.

"Masyarakat Batak memiliki nilai tersendiri tentang kecantikan pesta pernikahan. Kain Ulos memiliki nilai cantik yang sarat akan makna dan sakral dibandingkan pesta masyarakat pada umumnya," papar Kerri.

Fase berikutnya adalah ruangan Death. Ruangan ini menggambarkan akhir kehidupan di dunia yang harus disyukuri dan diterima. 

"Dan yang terakhir ini ruangan Paradise. Fase ini adalah fase menuju kehidupan abadi, setelah manusia menunaikan tugas hidupnya di dunia. Bagi masyarakat Batak, dunia akhir dipercaya dilalui semua orang pada akhir hayatnya," tutup Kerri.

Nah, penasaran seperti apa pameran dan bagaimana indahnya Kain Ulos? Datang saja ke Museum Tekstil. Mulai besok 20 September 2018, pameran ini dibuka untuk umum. Untuk melihat pameran ini tanpa dikenakan biaya tiket. Hanya dipungut biaya retribusi museum sebesar Rp 5.000 saja.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Talk Show bertajuk Mempererat Ikatan Ibu dan Anak dengan MetodeRead-Aloud yang diselenggarakan Lotte Choco Pie (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 19:30 WIB

Sambut Hari Ibu, Lotte Choco Pie Ajak Para Ibu Tingkatkan Kualitas Mendidik Sang Buah Hati

Menyambut Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2018, Lotte Choco Pie mengajak para ibu Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas dalam hal mendidik sang buah hati.

PT. Indodev Niaga Internet meresmikan GreatDay HR sebagai brand baru untuk solusi HR mobile SunFish Go.

Rabu, 12 Desember 2018 - 19:05 WIB

GreatDay, Aplikasi Digital Manajemen Sumber Daya Manusia

PT. Indodev Niaga Internet meresmikan GreatDay HR sebagai brand baru untuk solusi HR mobile SunFish Go. Dengan perubahan brand ini, telah didirikan PT. People Intelligence Indonesia ("P11"),…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan pada acara Penganugerahan Industri Hijau (Foto: Kemenperin)

Rabu, 12 Desember 2018 - 18:10 WIB

143 Perusahaan Raih Penghargaan Industri Hijau dari Kemenperin

Menperin Airlangga Hartarto menyerahkan Penghargaan Industri Hijau Tahun 2018 kepada 143 perusahaan yang terdiri dari 87 perusahaan mendapat level 5 dan 56 perusahaan dengan level 4.

Menteri Airlangga resmikan Real CoId-Pressed Facility PT Sewu Segar Primatama (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 17:13 WIB

Menperin: Target Roadmap 4.0 di Sektor Mamin Adalah Indonesia Jadi Pemain Utama Industri Mamin Dunia

Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi Industri 4.0.

Kementerian PUPR Terima Medali Emas Simpul Jaringan Geospasial dari Badan Informasi Geospasial

Rabu, 12 Desember 2018 - 16:37 WIB

Kementerian PUPR Terima Medali Emas Simpul Jaringan Geospasial dari Badan Informasi Geospasial

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerima penghargaan Bhumandala Kanaka Tahun 2018 atau Medali Emas untuk Kategori Simpul Jaringan Geospasial Terbaik Tingkat Kementerian/Lembaga…