Pefindo Perkirakan Penerbitan Obligasi Capai Rp140 Triliun

Oleh : Herry Barus | Rabu, 19 September 2018 - 09:39 WIB

Salyadi Saputra, Direktur Utama Pefindo (Kompas.com)
Salyadi Saputra, Direktur Utama Pefindo (Kompas.com)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi pada 2018 mencapai Rp140 triliun atau turun 13,04 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp161,36 triliun.

"Potensi kenaikan suku bunga menjadi salah satu faktor beberapa emiten menunda penebitan oblligasi," ujar Presiden Direktur Pefindo, Salyadi Syahputra di Jakarta, Selasa (18/9/2018)

Ia mengatakan naiknya suku bunga akan membuat kupon obligasi yang ditawarkan kepada investor menjadi meningkat sehingga menambah beban biaya penerbit.

"Dari awal tahun saja, rata-rata kenaikan bunga obligasi mencapai 1,5 persen hingga 2 persen," paparnya.

Sepanjang tahun ini, lanjut dia, total nilai emisi obligasi yang telah diterbitkan mencapai Rp100 triliun. Saat ini, Pefindo memegang mandat pemeringkatan efek bersifat utang yang akan terbit sekitar Rp30 triliun hingga Rp40 triliun.

"Jadi sampai akhir tahun diperkirakan mencapai Rp140 triliun. Kita perkirakan tahun ini tidak bisa lebih tinggi dari tahun lalu," katanya.

Menurut Salyadi Syahputra, penerbitan obligasi di sisa tahun ini akan didominasi oleh perusahaan dengan peringkat di atas level idA (single A) (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Christine Lagarde Terkesan dengan Paviliun Indonesia (Foto Humas BUMN)

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:00 WIB

Kisah Sukses Pengrajin Songket Pandai Sikek

Annual Meeting IMF WB 2018 di Nusa Dua Bali, menjadi momen tepat untuk para pelaku UMKM memamerkan produk berkualitasnya yang banyak mengusung karya seni dan kerajinan tangan khas Indonesia.…

PT Sri Rejeki Isman Tbk

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:48 WIB

Depresiasi Rupiah Kerek Penjualan Ekspor Sri Rejeki Isman

Kondisi tersebut membuat manajemen SRIL berkeinginan untuk meningkatkan porsi ekspor berkisar 56% hingga 58% sampai akhir tahun 2018.

Produk Minuman PT Delta Djakarta (ist)

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:12 WIB

Dampak Depresiasi Rupiah, Delta Djakarta Berupaya Kendalikan Biaya Produksi

Produsen minuman beralkohol PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) berupaya untuk menjaga biaya produksi. Pasalnya, bahan baku pembuatan minuman ini masih mengandalkan impor, seperti malt. Sementara,…

Mentan Andi Amran Sulaiman (Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Mentan Amran Kerja Sama Pengembangan Rain Water Harvesting System

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjalin kerja sama dengan pemerintahan Taiwan untuk pengembangan sektor pertanian Indonesia.

PT GMF Aero Asia Tbk (GMFI) (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 17:48 WIB

Tingkatkan Branding, GMF AeroAsia Jalin Kemitraan Strategis Dengan Perusahaan MRO Asal Eropa

Kolaborasi ini dirancang untuk mengembangkan dan meningkatkan sistem kualitas serta kapabilitas GMF serta untuk memperkuat posisi AFI KLM E & M di Asia.