BNI Pertahankan Keunggulan Layanan Trade Finance

Oleh : Herry Barus | Rabu, 19 September 2018 - 09:06 WIB

PT. Bank Negara Indonesia (BNI)
PT. Bank Negara Indonesia (BNI)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk kedelapan kalinya sejak 2010 kembali menerima pengakuan sebagai bank yang memiliki layanan "trade finance" terbaik, hingga dinobatkan sebagai "The Best Trade Finance Bank" se-Indonesia dari media bisnis perbankan Alpha Southeast Asia yang berbasis di Hong Kong.

Untuk itu, Alpha Southeast Asia sebagai pelaksana survei menyerahkan plakat penghargaan Best Trade Finance Bank in Indonesia kepada Direktur Tresuri & Internasional BNI Rico Rizal Budidarmo di Singapura, Selasa (18/9/2018).

Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, Rico mengatakan, setiap produk yang disiapkan BNI untuk melayani nasabah pada transaksi internasional ditopang oleh dukungan jaringan kantor cabang yang terbesar dimiliki oleh bank nasional asal Indonesia. Saat ini, BNI memiliki kantor di Singapura, Hong Kong, Tokyo-Jepang, Osaka-Jepang, Seoul-Korea Selatan, New York-Amerika Serikat, London-Inggris, dan Yangon-Myanmar.

"Bisnis trade finance BNI berkontribusi pada pencapaian 'fee based income' sebesar 11,7 persen dari 'total fee based income' BNI," kata Rico.

Dijelaskan, setiap tahunnya media bisnis perbankan Alpha South East Asia yang berbasis di Hong Kong mengadakan kompetisi lembaga keuangan di negara-negara kawasan Asia Tenggara yaitu, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Myanmar. Kompetisi yang sudah berjalan selama 10 tahun ini memberikan penghargaan kepada lembaga keuangan untuk beberapa kategori di masing-masing negara.

Melihat kondisi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, katanya, BNI akan mendukung pemerintah dalam meningkatkan cadangan devisa dengan memberikan fasilitas "trade finance" yang mudah dan cepat untuk mendorong sektor ekspor. Ke depan BNI akan meningkatkan upaya pelatihan, pendampingan, dan pengembangan produk dan "pricing strategy" tidak hanya untuk nasabah "corporate" namun juga untuk UMKM yang memiliki potensi ekspor.

Bergairahnya proyek-proyek infratruktur di dalam negeri yang menjadi sorotan pemerintah RI telah menjadikan BNI sebagai lembaga keuangan yang unggul dalam penyediaan layanan pembiayaan khususnya Supply Chain Financing (SCF) dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) di mana kedua jenis transaksi ini mendominasi pelaku pasar keuangan di dalam negeri.

Selama Periode Januari 2018 hingga Agustus 2018, BNI mampu membukukan volume "trade finance" sebesar 30,3 miliar dolar AS tumbuh 17,4 persen dibanding tahun sebelumnya (yoy).

Melihat kecenderungan tersebut, BNI terus berupaya meningkatkan dan memperbaharui produk-produk layanannya, tidak hanya pada bisnis 'Trade Finance', akan tetapi juga transaksi-transaksi lain yang berhubungan, seperti layanan 'Cash Management'.

"Cash Management BNI terintegrasi dengan platform Digital Banking dan Kredit Korporasi untuk menarik lebih banyak nasabah dan mengembangkan pasar yang akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan tingkat utilisasi produk," kata Rico.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Christine Lagarde Terkesan dengan Paviliun Indonesia (Foto Humas BUMN)

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:00 WIB

Kisah Sukses Pengrajin Songket Pandai Sikek

Annual Meeting IMF WB 2018 di Nusa Dua Bali, menjadi momen tepat untuk para pelaku UMKM memamerkan produk berkualitasnya yang banyak mengusung karya seni dan kerajinan tangan khas Indonesia.…

PT Sri Rejeki Isman Tbk

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:48 WIB

Depresiasi Rupiah Kerek Penjualan Ekspor Sri Rejeki Isman

Kondisi tersebut membuat manajemen SRIL berkeinginan untuk meningkatkan porsi ekspor berkisar 56% hingga 58% sampai akhir tahun 2018.

Produk Minuman PT Delta Djakarta (ist)

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:12 WIB

Dampak Depresiasi Rupiah, Delta Djakarta Berupaya Kendalikan Biaya Produksi

Produsen minuman beralkohol PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) berupaya untuk menjaga biaya produksi. Pasalnya, bahan baku pembuatan minuman ini masih mengandalkan impor, seperti malt. Sementara,…

Mentan Andi Amran Sulaiman (Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Mentan Amran Kerja Sama Pengembangan Rain Water Harvesting System

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjalin kerja sama dengan pemerintahan Taiwan untuk pengembangan sektor pertanian Indonesia.

PT GMF Aero Asia Tbk (GMFI) (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 17:48 WIB

Tingkatkan Branding, GMF AeroAsia Jalin Kemitraan Strategis Dengan Perusahaan MRO Asal Eropa

Kolaborasi ini dirancang untuk mengembangkan dan meningkatkan sistem kualitas serta kapabilitas GMF serta untuk memperkuat posisi AFI KLM E & M di Asia.