Harga Tembakau di Probolinggo Jatim Tembus Rp40.000

Oleh : Herry Barus | Senin, 17 September 2018 - 07:36 WIB

Kebun Tembakau
Kebun Tembakau

INDUSTRY.co.id - Probolinggo - Harga tembakau rajang di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mencapai Rp40.000 per kilogram selama beberapa pekan terakhir dan harga tersebut terbilang cukup tinggi di wilayah setempat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kasi Tanaman Perkebunan Semusim Evi Rosellawati, Minggu (16/9/20180 , mengatakan areal tanam tembakau musim tanam (MT) tahun 2018 di Probolinggo seluas 10.774 hektare.

"Petani merasa sangat bersyukur karena harganya sangat tinggi dan ini menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi para petani tembakau, sehingga diharapkan harganya terus naik seiring dengan meningkatnya kualitas tembakau," katanya di Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, hasil tembakau saat ini cukup bagus karena didukung cuaca dan kualitas tembakau yang bagus karena dalam budi daya, petani sudah menerapkan "good agricultural practices (GAP)" atau budi daya tanaman yang baik sesuai dengan standar yang ditentukan.

"Mulai dari pemilihan benih sehat, bermutu dan bersertifikat, kemudian pemupukan tepat waktu dan tepat dosis hingga penanganan pascapanen, sehingga hal itulah yang mampu menghasilkan tembakau yang berkualitas, sehingga harganya mampu menembus Rp40.000 per kilogram di tingkat petani," tuturnya.

Dalam hal pemasaran, lanjut dia, petani tembakau sudah tidak tergantung kepada gudang saja karena saat ini sudah ada tengkulak yang mengambil langsung hasil panen tembakau petani karena kalau selalu menggantungkan kepada pihak pabrikan, dikhawatirkan hasil panen petani tidak terambil.

"Tentunya ini menjadi solusi tatkala over produksi dan terjadi penawaran permintaan (supply demand) yang tidak seimbang. Dalam hal itu untuk mengantisipasi saat hasil panen petani banyak tidak sampai rugi dan harganya bisa bersaing, terlebih kualitas dan mutu tembakaunya sudah bagus," katanya.

Ia berharap agar harga tembakau di Probolinggo stabil dan tidak turun karena dengan harga saat ini petani tembakau sudah bisa mendapatkan untung dan selain itu, gudang-gudang juga bisa memberikan harga yang sepadan dengan kondisi kualitas tembakau petani yang bagus.

 "Mudah-mudahan harga tembakau bisa stabil demi meningkatkan kesejahteraan petani tembakau yang ada di Kabupaten Probolinggo," ujarnya.

Evi seperti dilasir Antara mengatakan para petani yang melakukan penanaman tidak sesuai dengan rencana tanam jangan sampai protes jika ketika panen harganya anjlok dan tidak diambil oleh gudang karena pihaknya sudah menyampaikan bahwa seharusnya penanaman itu dimulai pada Mei 2018, sehingga bulan September sudah bisa panen.

Naiknya harga tembakau hingga tembus Rp40.000 per kilogram itu banyak dirasakan oleh para petani tembakau di Kabupaten Probolinggo, salah satunya Busri, petani tembakau asal Desa Matekan Kecamatan Besuk.

"Alhamdulillah saat ini harga tembakau cukup tinggi. Semoga bisa stabil dan tidak anjlok sampai Rp32.000 per kilogram karena dengan luas lahan banyak yang belum panen dan dengan harga segitu tentunya petani sudah rugi. Semoga saja pihak gudang benar-benar bisa memahami kondisi petani tembakau saat ini," ujarnya.

Ia berharap cuaca juga mendukung sehingga proses penjemuran tembakau rajangan bisa cepat kering. Cuaca yang tidak bersahabat dapat mempengaruhi kualitas tembakau saat proses pengeringan

Komentar Berita

Industri Hari Ini

DELL inc (ist)

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:53 WIB

Dell EMC Adakan Mitra Channel dalam Konferensi Praktisi Pemasaran Pertama di Vietnam

Acara yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut dihadiri lebih dari 100 praktisi pemasaran mitra channel dari berbagai tingkatan distributor, titanium, platinum dan pengecer resmi semuanya…

Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Zakky Gamal Yasin saat Groundbreaking Proyek Palapa Ring Paket Tengah pada 2016

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:50 WIB

PT Len Industri (Persero) 53 Tahun Berkarya Dalam Senyap

PT Len Industri (Persero) berada di balik perubahan besar di Indonesia dalam 7 tahun terakhir. Len Industri dipercaya Pemerintah menggarap proyek-proyek prestisius urban transport sejak 2016.…

Jembatan Gantung

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:40 WIB

Tingkatkan Konektivitas Antardesa, Kementerian PUPR Bangun 134 Jembatan Gantung Tahun 2018

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jembatan gantung untuk meningkatkan konektivitas setiap desa-desa yang ada di seluruh wilayah Indonesia.

Ekspor kendaraan Suzuki

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:31 WIB

Lakukan Ekspor All New Ertiga dan NEX ll, Suzuki Incar Pasar Global

Acara peresmian hari ini mengawali ekspor 12.000 unit All New Ertiga ke Meksiko, Filipina, dan 20 negara lainnya yang tersebar di benua Asia, Amerika Latin, dan Oseania.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melepas ekspor perdanaAll New Ertiga dan New Scooter Nex II di Pabrik Suzuki Cikarang, Bekasi, Jawa Barat (Foto: Kemeneprin)

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Ekspor Industri Otomotif Nasional Makin Tak Terbendung

Industri otomotif di Indonesia semakin menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi dan mampu mengikuti selera konsumen global. Hal ini mendorong produsen di dalam negeri untuk terus melakukan…