Jatim-Sumut Siap Kolaborasi Kerek Peningkatan Jumlah Wisatawan

Oleh : Ridwan | Jumat, 14 September 2018 - 18:25 WIB

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Jawa Timur (Jatim) Sinarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Jawa Timur (Jatim) Sinarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Surabaya, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Jawa Timur (Jatim) Sinarto mengatakan, Jatim dan Sumatera Utara (Sumut) bisa menjadi satu kesatuan yang paling penting untuk memajukan sektor pariwisata khususnya dikawasan kedua provinsi tersebut. 

"Kita harus bisa bersanding dan saling mengalirkan kunjungan serta pergerakan wisatawan baik nusantara maupun asing," kata Sinarto seusai pembukaan Misi Penjualan Prioritas Danau Toba di Surabaya, Jatim, Jumat (14/9/2018).

Ditambahkan Sinarto, saat ini kunjungan wisatawan nusantara yang datang ke Jatim mencapai 68 juta orang, sedangkan untuk wisman mencapai 690 ribu orang. 

Menurutnya, dengan koordinasi yang baik dan luar biasa, wisatawan domestik maupun luar negeri yang datang ke Jatim bisa dialihkan ke Sumut. 

Seperti diketahui, kunjungan turis asing atau wisatawan mancanegara ke Sumut dalam 2 tahun terakhir terus menurun.

Untuk itu, diharapkan partisipasi aktif seluruh masyarakat dan pemerintah setempat, khususnya Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) harus lebih berkreasi menghidupkan suasana kepariwisataan di daerah itu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mulai tahun 2015, 2016 dan 2017 jumlah kunjungan wisata dari mancanegara ke Sumatra Utara semakin menurun dari 300.000-an berangsur turun dan tahun terakhir di kisaran 261.000 orang. 

Hal tersebut pun diakui oleh Kabid Bina Objek Usaha Pariwisata Disbudpar Sumut Maike Aritonga. 

"Memang benar dalam beberapa tahun terakhir kunjungan wisman ke Sumut terus menurun, apa yang menjadi penyebabnya sampai saat ini saya oun tidak tahu!," terangnya. 

Oleh karena itu, tambah Maike, dengan adanya misi penjualan pariwisata prioritas Danau Toba ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara di kawasan Sumut khususnya Danau Toba.

Apalagi, saat ini sudah terdapat empat pintu masuk ke Danau Toba yaitu, pelabuhan Kuala Tanjung, Tanjung Balai, Belawan, serta Bandar Udara Kuala Namu. 

Dikatakan Maike, Danau Toba sebagai destinasi pariwisata prioritas terus dikembangkan dan dipromosikan dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang menargetkan 1 juta wisman pada 2019.

Untuk mencapai target tersebut, turur Maike, Danau Toba gencar dipromosikan ke negara-negara fokus pasar yaitu ASEAN (Malaysia dan Singapura), Eropa (Belanda dan Perancis), Australia, dan Amerika Serikat.

Sementara itu untuk menarik wisatawan nusantara difokuskan pada target pasar di kota-kota besar Pulau Jawa dan Sumatera.

Maike optimis dengan gencarnya promosi yang dilakukan serta dibantu dan didukung oleh Kementerian Pariwisata dapat meningkatkan kembali jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang datang ke Sumut khususnya Danau Toba.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Link Net First Media. (Foto: IST)

Senin, 10 Desember 2018 - 09:29 WIB

First Media Gandeng beIN SPORT Hadirkan Aplikasi Live Streaming Sepak Bola Terkemuka

First Media melakukan kolaborasi dengan beIN Sport menghadirkan aplikasi beIN SPORTS CONNECT yang dapat dinikmati oleh seluruh pelanggan First Media.

Mentan Amran Sulaiman di tengah sawah

Senin, 10 Desember 2018 - 09:17 WIB

Anggaran Turun 12 T , Produksi Dan Ekspor Pertanian Melonjak

Jakarta - Seiring dengan kebijakan penghematan APBN, anggaran Kementan pada 2015 sebesar Rp 34 triliun, dan dipangkas Rp 12 triliun sejak 2016 sampai 2018 ini.

Lenovo perkenalkan Yoga C930 dan Yoga S730

Senin, 10 Desember 2018 - 09:10 WIB

Dukung Ekonomi Kreatif di Indonesia, Lenovo Perkenalkan Yoga C930 dan Yoga S730

Lenovo resmi memperkenalkan laptop premium terbaru dari keluarga Lenovo Yoga, yaitu Yoga C930 dan S730. Kedua laptop ini diciptakan dengan menggabungkan inovasi dan desain, dilengkapi berbagai…

Kebun Nanas (FotoDok Industry.co.id)

Senin, 10 Desember 2018 - 08:44 WIB

Nanas Kediri Jatim Miliki Nilai Ekonomi Tinggi

Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian menggerakkan sentra nanas di Kediri, Jawa Timur, karena memiliki nilai ekonomi tinggi, baik untuk konsumsi maupun sebagai produk ekspor.

drg. Rian Hermawan Siloam Buton (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 10 Desember 2018 - 08:40 WIB

Siloam Hospitals Buton Lakukan Seminar Pentingnya Pemeriksaan dan Perawatan Gigi Secara Berkala

Kesadaran sebagian masyarakat kita akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut masih tergolong sangat kurang. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 penduduk Indonesia yang…